28.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Dinanti Tumpukan PR, Ini Sosok Kepala BPN Minut yang Baru

MANADOPOST.ID—Kekosongan jabatan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Minahasa Utara (Minut) selang lebih dari dua bulan terakhir, akhirnya terisi per 5 Agustus lalu.

Mantan Kepala BPN Samarinda Budi Tarigan didapuk mengisi jabatan yang ditinggalkan pensiun Remlin Sinurat, 31 Mei lalu. Tanpa serah terima jabatan (sertijab), pria Batak kelahiran Medan, 23 Januari, 50 tahun silam, langsung kerja.

Nama Budi di internal Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Sulawesi Utara (Sulut), bukan orang baru. Ayah dua anak itu, memang mengawali karirnya sebagai PNS pertanahan di Bumi Nyiur Melambai.

“Saya itu sejak lulus kuliah S1 dulu langsung merantau ke Manado. Akhirnya diterima sebagai PNS di kantor pertanahan,” kenangnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Tak cuma dapat pekerjaan, Budi juga menemukan bertemu jodohnya di perantauan. Sulut bukan lagi tempat perantauan namun jadi kampung halaman. “Istri saya orang Minahasa, tepatnya Tombatu. Bersama anak-anak, kami tinggal di Bitung. Sudah tujuh tahun,” ceritanya.

Saat dimutasi ke luar Sulut, keluarganya tak ikut. Budi pun secara rutin pulang ke Kota Cakalang. “Jadi, waktu saya bertugas di luar daerah, pulangnya ke sana karena kebetulan mereka tidak ikut saya,” ceritanya.

Sebelum berdinas ke Samarinda, karirnya lebih banyak dihabiskan di wilayah kerja Kanwil Sulut. Pernah bertugas di Kantor BPN Minahasa, Bitung hingga Manado. Hingga akhirnya jabatan sebagai Kepala Bidang Hubungan Hukum dan Pertanahan diembannya kala dimutasi ke Gorontalo.

“Setelah itu saya kembali diberikan tugas dan jabatan yang sama di Kanwil Pertanahan Sulut tahun 2019 lalu, hingga dimutasi sebagai Kepala BPN Samarinda,” ungkap alumnus S2 Fakultas Ekonomi Unsrat tersebut.

Kini, tugas berat diembannya kala diberikan tanggung jawab mengabdi di Tanah Tonsea. Budi menjadi orang nomor satu di Minut untuk urusan pertanahan.

“Kami ingin melakukan yang lebih baik. Salah satunya dengan segera melakukan  penyelesaian program strategis pertanahan yang dicanangkan pemerintah,” bebernya sembari mengaku senang bisa lebih dekat dengan keluarga.

Redistribusi tanah di Desa Ilo-ilo, Kecamatan Wori yang sementara berlangsung jadi salah satu prioritas. “Selain itu, loket-loket kita perbaiki. Perbaikan sistem layanan dan zona integritas,” tegas Budi.

Pelayanan di kantor BPN Minut sempat kurang maksimal. Sebelum dan setelah pejabat sebelumnya Remlin Sinurat purnabakti. Sempat ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk jabatan tersebut kepada Wawan Dwi Purnama, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Sulut. (jen)

MANADOPOST.ID—Kekosongan jabatan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Minahasa Utara (Minut) selang lebih dari dua bulan terakhir, akhirnya terisi per 5 Agustus lalu.

Mantan Kepala BPN Samarinda Budi Tarigan didapuk mengisi jabatan yang ditinggalkan pensiun Remlin Sinurat, 31 Mei lalu. Tanpa serah terima jabatan (sertijab), pria Batak kelahiran Medan, 23 Januari, 50 tahun silam, langsung kerja.

Nama Budi di internal Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Sulawesi Utara (Sulut), bukan orang baru. Ayah dua anak itu, memang mengawali karirnya sebagai PNS pertanahan di Bumi Nyiur Melambai.

“Saya itu sejak lulus kuliah S1 dulu langsung merantau ke Manado. Akhirnya diterima sebagai PNS di kantor pertanahan,” kenangnya.

Tak cuma dapat pekerjaan, Budi juga menemukan bertemu jodohnya di perantauan. Sulut bukan lagi tempat perantauan namun jadi kampung halaman. “Istri saya orang Minahasa, tepatnya Tombatu. Bersama anak-anak, kami tinggal di Bitung. Sudah tujuh tahun,” ceritanya.

Saat dimutasi ke luar Sulut, keluarganya tak ikut. Budi pun secara rutin pulang ke Kota Cakalang. “Jadi, waktu saya bertugas di luar daerah, pulangnya ke sana karena kebetulan mereka tidak ikut saya,” ceritanya.

Sebelum berdinas ke Samarinda, karirnya lebih banyak dihabiskan di wilayah kerja Kanwil Sulut. Pernah bertugas di Kantor BPN Minahasa, Bitung hingga Manado. Hingga akhirnya jabatan sebagai Kepala Bidang Hubungan Hukum dan Pertanahan diembannya kala dimutasi ke Gorontalo.

“Setelah itu saya kembali diberikan tugas dan jabatan yang sama di Kanwil Pertanahan Sulut tahun 2019 lalu, hingga dimutasi sebagai Kepala BPN Samarinda,” ungkap alumnus S2 Fakultas Ekonomi Unsrat tersebut.

Kini, tugas berat diembannya kala diberikan tanggung jawab mengabdi di Tanah Tonsea. Budi menjadi orang nomor satu di Minut untuk urusan pertanahan.

“Kami ingin melakukan yang lebih baik. Salah satunya dengan segera melakukan  penyelesaian program strategis pertanahan yang dicanangkan pemerintah,” bebernya sembari mengaku senang bisa lebih dekat dengan keluarga.

Redistribusi tanah di Desa Ilo-ilo, Kecamatan Wori yang sementara berlangsung jadi salah satu prioritas. “Selain itu, loket-loket kita perbaiki. Perbaikan sistem layanan dan zona integritas,” tegas Budi.

Pelayanan di kantor BPN Minut sempat kurang maksimal. Sebelum dan setelah pejabat sebelumnya Remlin Sinurat purnabakti. Sempat ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk jabatan tersebut kepada Wawan Dwi Purnama, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Sulut. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/