27.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Babuk 28 Perkara Dimusnahkan, Ada Handphone dan Samurai

MANADOPOST.ID—Jelang akhir tahun, semua barang bukti (babuk) penanganan perkara Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) selang Agustus-Desember, dimusnahkan Senin (13/12) pagi. Pemusnahan dilakukan untuk kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Berbagai macam barang diluluhlantakan di depan awak media. Menurut Kajari Fanny Widyastuti, ada 20 perkara yang ditangani selang waktu tersebut. Babuk yang dimusnahkan di antaranya pisau, parang, samurai, bambu, handphone, bantal guling.

“Juga ada barang bukti 8 perkara penyalahgunaan narkotika, psikotropika serta obat-obat terlarang, sebanyak 0,5254 gram dan obat THD sebanyak 960 butir. Jadi totalnya ada 28 perkara yang didominasi kasus tindak pidana umum,” bebernya didampingi Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Ivan  Bermuli dan Kasi Intelejen Juan Palempung.

Secara rinci, kasus yang paling banyak ditangani jelang akhir tahun, yakni penganiayaan, dengan 351 perkara. “Mayoritas pemicunya karena pelaku mabuk. Ini yang terus diimbau oleh kepolisian karena memang mayoritas kasus di Sulut adalah penganiayaan, ” tuturnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Tampak hadir perwakilan Pemkab Minut, DPRD Minut, Polres Minut dan PN Airmadidi yang menyaksikan langsung kegiatan tersebut. (jen)

MANADOPOST.ID—Jelang akhir tahun, semua barang bukti (babuk) penanganan perkara Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) selang Agustus-Desember, dimusnahkan Senin (13/12) pagi. Pemusnahan dilakukan untuk kasus yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).

Berbagai macam barang diluluhlantakan di depan awak media. Menurut Kajari Fanny Widyastuti, ada 20 perkara yang ditangani selang waktu tersebut. Babuk yang dimusnahkan di antaranya pisau, parang, samurai, bambu, handphone, bantal guling.

“Juga ada barang bukti 8 perkara penyalahgunaan narkotika, psikotropika serta obat-obat terlarang, sebanyak 0,5254 gram dan obat THD sebanyak 960 butir. Jadi totalnya ada 28 perkara yang didominasi kasus tindak pidana umum,” bebernya didampingi Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Ivan  Bermuli dan Kasi Intelejen Juan Palempung.

Secara rinci, kasus yang paling banyak ditangani jelang akhir tahun, yakni penganiayaan, dengan 351 perkara. “Mayoritas pemicunya karena pelaku mabuk. Ini yang terus diimbau oleh kepolisian karena memang mayoritas kasus di Sulut adalah penganiayaan, ” tuturnya.

Tampak hadir perwakilan Pemkab Minut, DPRD Minut, Polres Minut dan PN Airmadidi yang menyaksikan langsung kegiatan tersebut. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/