32.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

20 Ribu Anak di Minut Miliki KIA

MANADOPOST.ID—Kartu Identitas Anak (KIA) di Minahasa Utara (Minut) tembus 20.350 keping. Jumlah tersebut mencapai 41,5 persen dari total sekira 54 ribu anak di Tanah Tonsea.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Minut Anita C Enoch menyebut, itu sudah melebih target nasional yakni 30 persen.

“Jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Minut. Dan angka itu sudah mencapai bahkan melewati target nasional,” tuturnya.

Enoch menjelaskan, warga negara usia dewasa memiliki tanda pengenal berupa KTP Elektronik, sedangkan untuk usia di bawah 17 tahun disediakan Kartu Identitas Anak atau KIA.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“KIA ini berlaku sejak anak tersebut lahir waktunya anak berkewajiban membuat dan memiliki KIA, atau 0-16 tahun. KIA wajib dimiliki setiap anak agar bisa mengakses pelayanan publik secara mandiri,” terangnya.

Jadi, lanjut Enoch, seorang ibu yang habis melahirkan, haruslah mengurus dua surat, yaitu akta kelahiran dan juga KIA.

KIA sendiri terbagi dua. Yaitu KIA untuk anak usia 0 hingga 5 tahun yang tak perlu menyertakan foto, dan KIA untuk anak usia di atas 5 tahun dan di bawah 17 tahun yang menggunakan foto.

Enoch juga menambahkan, selain berfungsi sebagai data penduduk, KIA juga memiliki banyak manfaat bagi si anak itu sendiri. “Jadi diimbau kepada masyarakat Minahasa Utara, khususnya yang mempunyai anak umur 0-16 tahun agar segera mengurus KIA untuk anaknya,” ungkapnya.

Enoch juga mengatakan untuk membuat KIA, syaratnya gampang. Hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran anak, pas photo untuk anak lima tahun keatas dan KTP Elektronik kedua orangtua.

“Tapi jika anak tersebut tinggal bersama Oma dan opa nya maka KTP elektronik Oma dan opa yang dibawa ke Disdukcapil,” tukasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Kartu Identitas Anak (KIA) di Minahasa Utara (Minut) tembus 20.350 keping. Jumlah tersebut mencapai 41,5 persen dari total sekira 54 ribu anak di Tanah Tonsea.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Minut Anita C Enoch menyebut, itu sudah melebih target nasional yakni 30 persen.

“Jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Minut. Dan angka itu sudah mencapai bahkan melewati target nasional,” tuturnya.

Enoch menjelaskan, warga negara usia dewasa memiliki tanda pengenal berupa KTP Elektronik, sedangkan untuk usia di bawah 17 tahun disediakan Kartu Identitas Anak atau KIA.

“KIA ini berlaku sejak anak tersebut lahir waktunya anak berkewajiban membuat dan memiliki KIA, atau 0-16 tahun. KIA wajib dimiliki setiap anak agar bisa mengakses pelayanan publik secara mandiri,” terangnya.

Jadi, lanjut Enoch, seorang ibu yang habis melahirkan, haruslah mengurus dua surat, yaitu akta kelahiran dan juga KIA.

KIA sendiri terbagi dua. Yaitu KIA untuk anak usia 0 hingga 5 tahun yang tak perlu menyertakan foto, dan KIA untuk anak usia di atas 5 tahun dan di bawah 17 tahun yang menggunakan foto.

Enoch juga menambahkan, selain berfungsi sebagai data penduduk, KIA juga memiliki banyak manfaat bagi si anak itu sendiri. “Jadi diimbau kepada masyarakat Minahasa Utara, khususnya yang mempunyai anak umur 0-16 tahun agar segera mengurus KIA untuk anaknya,” ungkapnya.

Enoch juga mengatakan untuk membuat KIA, syaratnya gampang. Hanya perlu membawa Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran anak, pas photo untuk anak lima tahun keatas dan KTP Elektronik kedua orangtua.

“Tapi jika anak tersebut tinggal bersama Oma dan opa nya maka KTP elektronik Oma dan opa yang dibawa ke Disdukcapil,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/