26C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Penambang Rakyat Tatelu dan PT TTN `Deadlock`

MANADOPOST.ID—Kisruh antara perwakilan masyarakat, penambang dan pemilik lahan di Lokasi Tambang Rakyat Tatelu, Kecamatan Dimembe dengan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), belum menemukan titik terang.

Pertemuan yang digelar di Mapolres Minahasa Utara (Minut), Senin (15/2), buntut aksi demo di lokasi tambang tersebut pekan lalu, penambang dan pemilik lahan bersikeras meminta PT TTN keluar dari lokasi tambang yang sudah bertahun-tahun menjadi tempat mereka mencari nafkah.

Salah satu pemilik lahan, Novry Dotulong meminta PT TTN menghentikan aktivitas tambang di sana. Sebab, baik penambang, pemilik lahan dan masyarakat sekitar sudah mulai resah dengan eksplorasi yang dilakukan perusahaan tersebut di sana. Apalagi masuknya PT TTN ke lokasi tersebut sudah tidak elegan.

Karena dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. “Banyak kejanggalan dari aktivitas PT TTN di sana dan sangat mengganggu kami. Jadi kami minta PT MSM-TTN terbuka dan tidak lagi mengganggu para pemilik lahan dan penambang di sana,” pintanya.

Di sisi lain, Ketua Koperasi Serba Usaha Batu Emas Henry Walukow mengatakan aktivitas tambang rakyat di Tatelu memiliki multiplier effect. Sebab, kegiatan usaha di sana sudah mencakup banyak orang.

“Jadi ada banyak kepentingan orang per orang yang harus diperhatikan di sana. Pihak PT MSM-TTN wajib memberikan ketenangan kepada semua yang terlibat di sana bahwa tidak ada gangguan dari aktivitas PT TTN di sana yang berpotensi mengganggu lahan usaha milik orang lain,” ungkap dia.

Menurutnya, ada banyak informasi simpang siur yang berkembang terkait eksplorasi tambang PT TTN di sana. Di antaranya, adanya dugaan eksplorasi yang sudah berdampak pada lahan orang lain. Sekian itu juga terkait nasib para pekerja lubang bila lahan di sana dibeli PT TTN.

“Kami pada prinsipnya tidak menolak perusahaan juga tidak menolak investasi. Tetapi aktivitas pertambangan penambang dan masyarakat di sana tolong jangan diganggu. Karena ada banyak orang di sana yang menggantungkan hidupnya di sana. Jadi kita mengharapkan adanya win win solution dari kejadian ini,” tuturnya.

Head of Eksternal and Suistainability PT MSM-TTN Yustinus Setiawan mengatakan, aktivitas pihaknya di sana dilakukan sesuai aturan. Sehingga para penambang, masyarakat sekitar dan pemilik lahan diminta tidak khawatir.

“Kami tidak akan melakukan kegiatan yang sifatnya tidak legal. Keberadaan kami tidak akan menafikan kepentingan masyarakat. Apalagi ini tambang yang sudah diketahui atau dikenal banyak orang,” tegas dia.

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau yang memfasilitasi pertemuan tersebut meminta semua pihak menahan diri. Karena belum didapati kesepakatan dalam pertemuan tersebut pihaknya kembali mengagendakan kegiatan serupa pekan depan.

“Nanti kita minta PT MSM-TTN bawa kelengkapan data yang dimiliki. Dan pihak koperasi rapat saja dulu. Setelahnya kita akan rapat bersama untuk menentukan kelanjutan dan follow up dari pertemuan ini,” tutupnya. (jen)

Artikel Terbaru

Penyebar Foto ETLE Bisa Digugat

CS-WL Gercep Sinkronkan Program Kerja

JG Siapkan Pergeseran Anggaran