29.9 C
Manado
Jumat, 7 Mei 2021
spot_img

Biadab! Pelaku Pembunuhan Oma Nona Diduga Tetangganya Sendiri

MANADOPOST.ID— Misteri pembunuhan Frederika Maluega (70), warga Kelurahan Saroinsong II, Kecamatan Airmadidi, mulai terungkap. Oma Nona, sapaan akrab korban, diduga dibunuh tetangganya sendiri.

Sabtu (17/4) sore, pra rekonstruksi digelar personel gabungan Satreskrim dan Satintelkam Polres Minut bersama jajaran Polsek Airmadidi. Kapolres AKBP Grace Rahakbau didampingi sejumlah pejabat utama Mapolres Minut memimpin langsung kegiatan tersebut.

Rahakbau melalui Kapolsek Airmadidi AKP Mardy Tumanduk membeber, pengembangan telah dilakukan sejak penemuan mayat korban, Senin (12/4). “Berdasarkan sejumlah barang bukti yang kita dapati di lapangan dan hasil pemeriksaan terhadap beberapa orang, pelaku merujuk pada salah satu tetangga korban,” bebernya.

Diungkapkannya, terduga pelaku yaki RRT alias Richard (19), warga Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat. Namun berdomisili di Kelurahan Saroinsong, Jaga III, Kecamatan Airmadidi, tepat di samping rumah korban. Tersangka tinggal bersama keluarga di rumah milik tantenya yang kosong.

Dia merinci, kejadian terjadi di malam hari. “Pelaku awalnya berniat mencuri di toko milik korban. Dia masuk ke rumah korban dengan cara memanjat pohon kemudian turun di halaman dan masuk lewat pintu samping belakang,” beber dia.

Berhasil masuk ke dalam toko, pelaku mengambil rokok, susu, supermie dan  uang yang disimpan di dalam tas. Tak puas dengan hasil jarahannya, pelaku kemudian masuk ke rumah korban yang berada di samping toko melalui jendela. Saat masuk ke kamar, korban kemudian terbangun dan melihat aksinya. Sontak, pelaku langsung menggunakan gunting yang diambil dari dalam toko untuk menikam berulang kali wajah wanita paruh baya itu. Diketahui, korban memang tinggal seorang diri di rumahnya.

”Kemudian selesai beraksi, pelaku naik kembali dan keluar kamar. Semua barang yang diambil dimasukan ke dalam kantong. Dan menutupi tubuh korban yang sudah berlumuran darah dengan pakaian dari dalam toko yang dijarahnya. Sementara barang bukti gunting yang digunakan untuk menikam korban dibuang ke dalam sumur,” rinci Tumanduk.

Pelaku kemudian keluar dari tempat kejadian perkara (TKP) dan mencuci tangan lalu beristirahat di rumahnya. Saat bangun di pagi hari, dia melihat rumah korban sudah ramai dengan warga. Dia lalu mengajak keluarganya pulang ke kediaman orang tuanya di Desa Suwaan.  Kepada orang tuanya, pelaku mengaku ditikam di seputaran Paniki, Manado. Malam harinya, dia berobat ke Puskesmas Kolongan.

“Sekian hari dihantui perasaan bersalah, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya kepada orang orang tuanya yang kemudian menyampaikan kejadian itu kepada salah satu anggota DRPD, kerabat keluarga mereka. Anggota dewan ini yang kemudian menyampaikannya kepada ibu Kapolres,” terangnya.

Usai mendapat perintah dari Kapolres, tim gabungan mengamankan pelaku dan langsung melakukan pengembangan lebih lanjut. Hasilnya diketahui, toko tersebut sudah sering kehilangan banyak barang dagangan. “Tapi kemungkinan pelakunya berbeda-beda. Karena menurut pelaku baru sekali ini dia mencuri di situ. Hanya tetap akan kita dalami lagi. Kepada pelaku kita telah tetapkan sebagai tersangka dan ditahan,” tukasnya. (Jendry Dahar)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru