24.4 C
Manado
Minggu, 26 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

ASTAGA! Kantor Dinas Pangan Digeledah, Tersangka Korupsi Dana Covid Punya Kasus Lain 

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—Belum juga tuntas penanganan kasus dugaan penyalahgunaan dana Covid-19 Tahun Anggaran (TA) 2020 di Polda Sulawesi Utara (Sulut), kini Dinas Pangan Minahasa Utara (Minut) kembali jadi bidikan aparat penegak hukum.

Selasa (17/5) siang, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pangan Minut. Satu per satu ruangan disusuri. Setelahnya, tumpukan dokumen di bawah petugas yang saat itu dipimpin Kasi Pidsus Wilke Rabeta dan Kasi Barang Bukti Kejari Minut Ivan Bermuli. Sontak kehebohan terjadi di seputaran perkantoran Pemkab Minut.

Diungkapkan Wilke, penggeledahan dilakukan untuk menelusuri sejumlah dugaan korupsi yang dilakukan pada TA 2020. Di antaranya, dugaan korupsi perjalanan dinas, pelaksanaan empat kegiatan fiktif dan pengadaan ATK yang ada di Dinas Pangan Minut dua tahun lalu tersebut.

“Kami lakukan berdasarkan surat perintah dari Pak Kejari didampingi aparat Polres Minut. Hasilnya, ada beberapa dokumen yang kami sita untuk kepentingan penyelidikan,” ungkapnya.

- Advertisement -

Lanjut dia, kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan. Namun belum ada tersangka. Meski begitu sejumlah saksi sudah diperiksa. Termasuk eks Kadis Pangan Minut JM serta pihak ketiga pelaksana kegiatan yang diduga dikorupsi tersebut. “Ternyata pihak ketiganya juga sama dengan yang kasus Covid. Jadi kami beberapa kali ke Polda untuk minta izin melakukan pemeriksaan kepada mereka,” bebernya.

Berdasarkan perhitungan Kejari Minut, kerugian negara pada dugaan-dugaan korupsi tersebut mencapai Rp2 miliar. “Tapi untuk pastinya kami sudah mengajukan permohonan perhitungan kerugian negara ke BPKP,” jelasnya.

Kadis Pangan Minut Jemmy Kuhu mengatakan dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang didalami Kejari Minut terjadi pada saat dirinya belum menjabat jabatannya saat ini. Hanya saja, dia memastikan pihaknya akan kooperatif dan berupaya membantu tugas Kejari Minut. “Saya baru di sini. Tapi kita membuka pintu untuk penyelesaian kasus yang ditangani,” tukasnya.

Tampak pula sejumlah pejabat utama Polres Minut ikut melakukan pengamanan kegiatan tersebut. (jen)

MANADOPOST.ID—Belum juga tuntas penanganan kasus dugaan penyalahgunaan dana Covid-19 Tahun Anggaran (TA) 2020 di Polda Sulawesi Utara (Sulut), kini Dinas Pangan Minahasa Utara (Minut) kembali jadi bidikan aparat penegak hukum.

Selasa (17/5) siang, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pangan Minut. Satu per satu ruangan disusuri. Setelahnya, tumpukan dokumen di bawah petugas yang saat itu dipimpin Kasi Pidsus Wilke Rabeta dan Kasi Barang Bukti Kejari Minut Ivan Bermuli. Sontak kehebohan terjadi di seputaran perkantoran Pemkab Minut.

Diungkapkan Wilke, penggeledahan dilakukan untuk menelusuri sejumlah dugaan korupsi yang dilakukan pada TA 2020. Di antaranya, dugaan korupsi perjalanan dinas, pelaksanaan empat kegiatan fiktif dan pengadaan ATK yang ada di Dinas Pangan Minut dua tahun lalu tersebut.

“Kami lakukan berdasarkan surat perintah dari Pak Kejari didampingi aparat Polres Minut. Hasilnya, ada beberapa dokumen yang kami sita untuk kepentingan penyelidikan,” ungkapnya.

Lanjut dia, kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan. Namun belum ada tersangka. Meski begitu sejumlah saksi sudah diperiksa. Termasuk eks Kadis Pangan Minut JM serta pihak ketiga pelaksana kegiatan yang diduga dikorupsi tersebut. “Ternyata pihak ketiganya juga sama dengan yang kasus Covid. Jadi kami beberapa kali ke Polda untuk minta izin melakukan pemeriksaan kepada mereka,” bebernya.

Berdasarkan perhitungan Kejari Minut, kerugian negara pada dugaan-dugaan korupsi tersebut mencapai Rp2 miliar. “Tapi untuk pastinya kami sudah mengajukan permohonan perhitungan kerugian negara ke BPKP,” jelasnya.

Kadis Pangan Minut Jemmy Kuhu mengatakan dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang didalami Kejari Minut terjadi pada saat dirinya belum menjabat jabatannya saat ini. Hanya saja, dia memastikan pihaknya akan kooperatif dan berupaya membantu tugas Kejari Minut. “Saya baru di sini. Tapi kita membuka pintu untuk penyelesaian kasus yang ditangani,” tukasnya.

Tampak pula sejumlah pejabat utama Polres Minut ikut melakukan pengamanan kegiatan tersebut. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/