alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Nelayan Asal Lilang Dilaporkan Hilang di Pantai Kema 

MANADOPOST.ID—Seorang nelayan dikabarkan hilang di perairan Kema, Senin (18/4) malam. Pria paruh baya bernama Freddy Angkouw (65), warga Desa Lilang, Kecamatan Kema tersebut, kini sedang dalam pencairan Tim SAR gabungan.

Korban diketahui sebelumnya pergi melalut untuk mencari ikan menggunakan perahu jenis sampan. Biasanya dia pulang pagi harinya. Namun hingga, Selasa (19/4) petang, tak kunjung kembali.

Kepala Kantor SAR Manado Suhri Sinaga, keluarga bersama masyarakat setempat berinisiatif melakukan pencarian karena khawatir dengan cuaca angin kencang disertai gelombang ombak tinggi. Namun hingga malam hari, belum juga ada tanda-tanda korban ditemukan. Sehingga keluarga melaporkan kejadian ini ke Basarnas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sinaga memerintahkan tim untuk memulai proses pencarian korban. Tim SAR gabungan mulai dsri Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat setempat melaksanakan pencarian menggunakan perahu karet, perahu nelayan dan melaksanakan penyisiran di pinggiran pantai.

Tim dibagi menjadi beberapa unsur untuk melakukan pencarian di daratan dan di perairan. “Diperkirakan korban terbawa arus ke tengah lautan. Tapi setelah melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, tim berhasil menemukan perahu korban di Pantai Bulo, Desa Rerer Minahasa, akan tetapi korban tidak berada di atas perahu,” jelas Sinaga.

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban. Sinaga mengimbau agar tim selalu menjaga kekompakan dan saling berkoordinasi agar korban cepat ditemukan. “Utamakan keselamatan diri pada saat melakukan pencarian mengingat cuaca di lokasi kurang bersahabat. Bagi masyarakat yang melihat tanda-tanda korban, agar melaporkan ke posko operasi di Desa Lilang,” pungkasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Seorang nelayan dikabarkan hilang di perairan Kema, Senin (18/4) malam. Pria paruh baya bernama Freddy Angkouw (65), warga Desa Lilang, Kecamatan Kema tersebut, kini sedang dalam pencairan Tim SAR gabungan.

Korban diketahui sebelumnya pergi melalut untuk mencari ikan menggunakan perahu jenis sampan. Biasanya dia pulang pagi harinya. Namun hingga, Selasa (19/4) petang, tak kunjung kembali.

Kepala Kantor SAR Manado Suhri Sinaga, keluarga bersama masyarakat setempat berinisiatif melakukan pencarian karena khawatir dengan cuaca angin kencang disertai gelombang ombak tinggi. Namun hingga malam hari, belum juga ada tanda-tanda korban ditemukan. Sehingga keluarga melaporkan kejadian ini ke Basarnas.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sinaga memerintahkan tim untuk memulai proses pencarian korban. Tim SAR gabungan mulai dsri Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat setempat melaksanakan pencarian menggunakan perahu karet, perahu nelayan dan melaksanakan penyisiran di pinggiran pantai.

Tim dibagi menjadi beberapa unsur untuk melakukan pencarian di daratan dan di perairan. “Diperkirakan korban terbawa arus ke tengah lautan. Tapi setelah melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian, tim berhasil menemukan perahu korban di Pantai Bulo, Desa Rerer Minahasa, akan tetapi korban tidak berada di atas perahu,” jelas Sinaga.

Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian korban. Sinaga mengimbau agar tim selalu menjaga kekompakan dan saling berkoordinasi agar korban cepat ditemukan. “Utamakan keselamatan diri pada saat melakukan pencarian mengingat cuaca di lokasi kurang bersahabat. Bagi masyarakat yang melihat tanda-tanda korban, agar melaporkan ke posko operasi di Desa Lilang,” pungkasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/