26.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Pencuri Kabel Lampu di Jalan Soekarno Terungkap, Salah Satunya Perempuan, Ini Ancaman Hukumannya

MANADOPOST.ID—Pelaku pencurian kabel milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) yang dioperasikan untuk menghantar aliran listrik lampu di sepanjang Jalan Soekarno, akhirnya terungkap.

Selasa (19/4), Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo membeber kedua pelaku berasal dari Kota Bitung. Masing-masing lelaki berinisial WM alias Yudi, warga Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Serta perempuan berinisial FD alias Dede, warga Kelurahan Bitung Barat, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Keduanya mengakui telah melakukan pencurian di enam titik kabel lampu jalan dengan waktu yang berbeda.

Kasus sendiri mendapatkan atensi serius setelah adanya LP/B/257/11/2022/SPKT/POLRES MINAHASA UTARA/POLDA SULAWESI UTARA yang dibuat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Minut.

Selanjutnya unit 1 Jatanras Satreskrim Polres Minut melakukan penyelidikan dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan. Didapati, para pelaku melancarkan aksinya pada 4 Maret 2022 di depan pekuburan di Kelurahan Sarongsong II, Kecamatan Airmadidi, kabel yang dicuri 907 meter. Selanjutnya pada 5 Maret 2022 di bundaran air mancur ke arah kantor bupati, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi. Kabel dicuri 245 meter. Di lokasi yang sama, pencurian kembali dilakukan pada 30 Maret 2022, kabel yang hilang 355 meter. Kemudian, pada 8 Maret 2022 di depan RS Sentra Medika Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat. Kabel yang dicuri sepanjang 312 meter. Juga pada 24 Maret 2022 di depan pintu masuk Klabat Residence Kelurahan Sarongsong II, Kecamatan Airmadidi. Kabel yang dicuri 207 meter. Pada 30 Maret 2022 di depan JG Center Desa Matungkas, Kecamatan Matungkas tepatnya di depan rumah makan Tamariska. Kabel yang dicuri sepanjang 259 meter. Total keseluruhan kabel yang hilang dicuri 2.285 meter dengan type nyy 2×4 mm dan nyy 2×2 mm.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Kedua pelaku melakukan pencurian kabel lampu jalan pada malam hari dengan menggunakan gergaji besi berwarna oranye yang digunakan untuk memotong kabel,” beber Wibowo kepada awak media.

Lanjut dia, para pelaku membawa kabel lampu jalan dengan menggunakan sepeda motor. Selanjutnya mereka menyimpan kabel listrik hasil curian di hutan. Kemudian keduanya kabel tersebut dalam bentuk sudah menjadi tembaga yang total keseluruhan mencapai 98 kg dengan harga Rp9.310.000. Uang hasil penjualan dibagi dua.

“Masing-masing Yudi mendapat Rp4.750.000 dan Dede Rp4.560.000. Yudi lebih banyak karena pada pencurian di 5 Maret 2022, dia melakukannya sendirian tanpa dibantu pelaku lainnya,” sebut perwira dua melati tersebut.

Para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP Subsider Pasal 362 KUHP Jouncto Pasal 63 KUHPIDANA.

PASAL 363 AYAT (1) KE-4 KUHP SUBSIDER PASAL 362 KUHP JOUNCTO PASAL 64 KUHPIDANA. “Dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun,” ujar Kapolres.

Kadis Perkim Minut Donal Tintingon mengapresiasi kinerja kepolisian. Dengan begitu, efek jera bisa didapatkan para pelaku. Sehingga kejadian serupa kemungkinan tidak akan terulang atau dilakukan orang lain. “Kami memang menyayangkan karena kabel-kabel tersebut tidak bisa kembali tetapi anggaran kabel yang hilang sudah ditata kembali. Meskipun belum semuanya. Tetapi lewat kejadian ini kiranya bisa menjadi pembelajaran,” bebernya. (jen)

MANADOPOST.ID—Pelaku pencurian kabel milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara (Minut) yang dioperasikan untuk menghantar aliran listrik lampu di sepanjang Jalan Soekarno, akhirnya terungkap.

Selasa (19/4), Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo membeber kedua pelaku berasal dari Kota Bitung. Masing-masing lelaki berinisial WM alias Yudi, warga Kelurahan Bitung Tengah, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Serta perempuan berinisial FD alias Dede, warga Kelurahan Bitung Barat, Kecamatan Maesa, Kota Bitung. Keduanya mengakui telah melakukan pencurian di enam titik kabel lampu jalan dengan waktu yang berbeda.

Kasus sendiri mendapatkan atensi serius setelah adanya LP/B/257/11/2022/SPKT/POLRES MINAHASA UTARA/POLDA SULAWESI UTARA yang dibuat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Minut.

Selanjutnya unit 1 Jatanras Satreskrim Polres Minut melakukan penyelidikan dengan melakukan pengumpulan bahan keterangan. Didapati, para pelaku melancarkan aksinya pada 4 Maret 2022 di depan pekuburan di Kelurahan Sarongsong II, Kecamatan Airmadidi, kabel yang dicuri 907 meter. Selanjutnya pada 5 Maret 2022 di bundaran air mancur ke arah kantor bupati, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi. Kabel dicuri 245 meter. Di lokasi yang sama, pencurian kembali dilakukan pada 30 Maret 2022, kabel yang hilang 355 meter. Kemudian, pada 8 Maret 2022 di depan RS Sentra Medika Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat. Kabel yang dicuri sepanjang 312 meter. Juga pada 24 Maret 2022 di depan pintu masuk Klabat Residence Kelurahan Sarongsong II, Kecamatan Airmadidi. Kabel yang dicuri 207 meter. Pada 30 Maret 2022 di depan JG Center Desa Matungkas, Kecamatan Matungkas tepatnya di depan rumah makan Tamariska. Kabel yang dicuri sepanjang 259 meter. Total keseluruhan kabel yang hilang dicuri 2.285 meter dengan type nyy 2×4 mm dan nyy 2×2 mm.

“Kedua pelaku melakukan pencurian kabel lampu jalan pada malam hari dengan menggunakan gergaji besi berwarna oranye yang digunakan untuk memotong kabel,” beber Wibowo kepada awak media.

Lanjut dia, para pelaku membawa kabel lampu jalan dengan menggunakan sepeda motor. Selanjutnya mereka menyimpan kabel listrik hasil curian di hutan. Kemudian keduanya kabel tersebut dalam bentuk sudah menjadi tembaga yang total keseluruhan mencapai 98 kg dengan harga Rp9.310.000. Uang hasil penjualan dibagi dua.

“Masing-masing Yudi mendapat Rp4.750.000 dan Dede Rp4.560.000. Yudi lebih banyak karena pada pencurian di 5 Maret 2022, dia melakukannya sendirian tanpa dibantu pelaku lainnya,” sebut perwira dua melati tersebut.

Para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP Subsider Pasal 362 KUHP Jouncto Pasal 63 KUHPIDANA.

PASAL 363 AYAT (1) KE-4 KUHP SUBSIDER PASAL 362 KUHP JOUNCTO PASAL 64 KUHPIDANA. “Dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun,” ujar Kapolres.

Kadis Perkim Minut Donal Tintingon mengapresiasi kinerja kepolisian. Dengan begitu, efek jera bisa didapatkan para pelaku. Sehingga kejadian serupa kemungkinan tidak akan terulang atau dilakukan orang lain. “Kami memang menyayangkan karena kabel-kabel tersebut tidak bisa kembali tetapi anggaran kabel yang hilang sudah ditata kembali. Meskipun belum semuanya. Tetapi lewat kejadian ini kiranya bisa menjadi pembelajaran,” bebernya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/