29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

RS Sentra Medika Lawan Instruksi Bupati, Buang Sampah Sembarangan, Pengelolaan tak Sesuai Aturan

MANADOPOST.ID—Pengelolaan sampah Rumah Sakit (RS) Sentra Medika yang terletak di Jalan Seokarno, Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, terkesan sembarangan. Informasi didapat, sampah organik maupun non organik tampak menggunung di seputaran RS bertaraf internasional tersebut.

 

Mirisnya, tumpukan sampah tersebut tepat bersebelahan dengan Perumahan Panamas. “Sampah tidak dikelola. Cuma dibuang begitu saja. Ada yang dibakar, padahal tempat ini bersebelahan atau bertetangga dengan pemukiman penduduk, tepatnya perumahan Panamas,” ungkap warga yang enggan namanya dikorankan.

 

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Padahal lanjut dia, hal itu bertentangan dengan Instruksi Bupati No 44/2021 tentang Gerakan Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (JG-KWL). Pada pasal kelima berbunyi, sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, perkantoran, pertokoan, pasar dan aktivitas lainnya harus diolah dengan menggunakan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dan tidak diperbolehkan membakar sampah. “Kalau seperti itu kan bisa kita asumsikan, rumah sakit melawan instruksi bupati,” kritiknya.

 

Sementara itu, Direktur RS Sentra Medika Cecilia Narita membantah sampah milik rumah sakit yang dipimpinnya membuang sampah sembarangan. Meskipun diakuinya tidak ada pengelolaan berteknologi yang dimiliki pihaknya. “Tapi saya harus kroscek dulu. Kebetulan sekarang lagi Jakarta,” singkatnya saat dihubungi semalam. (jen)

MANADOPOST.ID—Pengelolaan sampah Rumah Sakit (RS) Sentra Medika yang terletak di Jalan Seokarno, Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, terkesan sembarangan. Informasi didapat, sampah organik maupun non organik tampak menggunung di seputaran RS bertaraf internasional tersebut.

 

Mirisnya, tumpukan sampah tersebut tepat bersebelahan dengan Perumahan Panamas. “Sampah tidak dikelola. Cuma dibuang begitu saja. Ada yang dibakar, padahal tempat ini bersebelahan atau bertetangga dengan pemukiman penduduk, tepatnya perumahan Panamas,” ungkap warga yang enggan namanya dikorankan.

 

Padahal lanjut dia, hal itu bertentangan dengan Instruksi Bupati No 44/2021 tentang Gerakan Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (JG-KWL). Pada pasal kelima berbunyi, sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga, perkantoran, pertokoan, pasar dan aktivitas lainnya harus diolah dengan menggunakan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dan tidak diperbolehkan membakar sampah. “Kalau seperti itu kan bisa kita asumsikan, rumah sakit melawan instruksi bupati,” kritiknya.

 

Sementara itu, Direktur RS Sentra Medika Cecilia Narita membantah sampah milik rumah sakit yang dipimpinnya membuang sampah sembarangan. Meskipun diakuinya tidak ada pengelolaan berteknologi yang dimiliki pihaknya. “Tapi saya harus kroscek dulu. Kebetulan sekarang lagi Jakarta,” singkatnya saat dihubungi semalam. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/