31.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

VAP – SGR Bantu Warga Yang Viral Tinggal di Kebun Winetin

MANADOPOST.ID—Satu keluarga yang berada di Desa Winetin, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara (Minut) yang viral tinggal di kebun karena dituding Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19, akhirnya sudah kembali ke rumah.

Jumat (17/4), satu keluarga ini mendapat perhatian secara pribadi Bupati Minut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh dan anak tercintanya yang dipercayakan sebagai Wakil Ketua DPRD Minut Shintia Gelly Rumumpe. Bahkan SGR sapaan akrab Rumumpe memberikan bantuan berupa beras 1 karung, mie instan 1 dos, telur 6 bungkus, minyak goreng 5 kg dan peralatan rumah tangga serta sejumlah uang tunai melalui tim SGR, yang disaksikan Camat Talawaan Ruben Lengkong dan pemerintah desa setempat.

Begitu juga bantuan pribadi VAP sapaan akrab Bupati, diberikan langsung kepada keluarga. Camat Talawaan, Ruben Lengkong mengatakan, bantuan ini kiranya bisa membantu keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Dirinya pun mengajak seluruh warga Desa Winetin untuk tidak menjauhi warga yang sakit. “Jangan jauhi warga yang sakit. Sebab belum tentu mereka sakit karena Covid-19,” katanya.

Sementara itu, SGR yang juga merupakan calon Bupati Minut dari Partai NasDem ini, mengatakan jika bantuan tersebut diberikan karena dirinya merasa terpanggil untuk membantu warga yang terdampak Covid-19. Sebab, bantuan yang diberikan ini tidak harus dilihat dari segi orang berada maupun tidak. “Semua warga berhak mendapat bantuan. Jangan dilihat besar atau kecilnya bantuan yang saya berikan, tapi keiklasan,” tandasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Keluarga Lasaheng Sigarlaki pun dengan senyum berseri-seri mengucapkan terima kasih kepada SGR yang sudah memberikan bantuan. Diharapkan juga bantuan serupa bisa diberikan kepada warga lainnya yang membutuhkan. “Terima kasih Ibu SGR karena sudah membantu kami,” katanya seraya membantah jika keluarga mereka masuk dalam ODP Covid-19.

Terkait viral foto dan video mereka tinggal di kebun, keluarga ini mengatakan jika itu dilakukan karena adanya unsur sakit hati kepada pemerintah setempat yang terkesan pilih kasih dalam pembagian bantuan kepada warga. “Kami minta maaf kalau berita dan foto-foto itu beredar, karena itu memang fakta. Kami minta kepada pemerintah setempat agar bantuan yang menjadi hak warga, itu harus disalurkan tanpa membedakan orang berada atau miskin. Sebab, orang kaya pun saat ini sudah sulit berusaha karena Covid-19,” pungkasnya.(ria)

MANADOPOST.ID—Satu keluarga yang berada di Desa Winetin, Kecamatan Talawaan, Minahasa Utara (Minut) yang viral tinggal di kebun karena dituding Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19, akhirnya sudah kembali ke rumah.

Jumat (17/4), satu keluarga ini mendapat perhatian secara pribadi Bupati Minut Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh dan anak tercintanya yang dipercayakan sebagai Wakil Ketua DPRD Minut Shintia Gelly Rumumpe. Bahkan SGR sapaan akrab Rumumpe memberikan bantuan berupa beras 1 karung, mie instan 1 dos, telur 6 bungkus, minyak goreng 5 kg dan peralatan rumah tangga serta sejumlah uang tunai melalui tim SGR, yang disaksikan Camat Talawaan Ruben Lengkong dan pemerintah desa setempat.

Begitu juga bantuan pribadi VAP sapaan akrab Bupati, diberikan langsung kepada keluarga. Camat Talawaan, Ruben Lengkong mengatakan, bantuan ini kiranya bisa membantu keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Dirinya pun mengajak seluruh warga Desa Winetin untuk tidak menjauhi warga yang sakit. “Jangan jauhi warga yang sakit. Sebab belum tentu mereka sakit karena Covid-19,” katanya.

Sementara itu, SGR yang juga merupakan calon Bupati Minut dari Partai NasDem ini, mengatakan jika bantuan tersebut diberikan karena dirinya merasa terpanggil untuk membantu warga yang terdampak Covid-19. Sebab, bantuan yang diberikan ini tidak harus dilihat dari segi orang berada maupun tidak. “Semua warga berhak mendapat bantuan. Jangan dilihat besar atau kecilnya bantuan yang saya berikan, tapi keiklasan,” tandasnya.

Keluarga Lasaheng Sigarlaki pun dengan senyum berseri-seri mengucapkan terima kasih kepada SGR yang sudah memberikan bantuan. Diharapkan juga bantuan serupa bisa diberikan kepada warga lainnya yang membutuhkan. “Terima kasih Ibu SGR karena sudah membantu kami,” katanya seraya membantah jika keluarga mereka masuk dalam ODP Covid-19.

Terkait viral foto dan video mereka tinggal di kebun, keluarga ini mengatakan jika itu dilakukan karena adanya unsur sakit hati kepada pemerintah setempat yang terkesan pilih kasih dalam pembagian bantuan kepada warga. “Kami minta maaf kalau berita dan foto-foto itu beredar, karena itu memang fakta. Kami minta kepada pemerintah setempat agar bantuan yang menjadi hak warga, itu harus disalurkan tanpa membedakan orang berada atau miskin. Sebab, orang kaya pun saat ini sudah sulit berusaha karena Covid-19,” pungkasnya.(ria)

Most Read

Artikel Terbaru

/