23.4 C
Manado
Senin, 4 Juli 2022

Waspada! Dua Warga Minut Meninggal Akibat Digigit Nyamuk

MANADOPOST.ID—Warga Minahasa Utara (Minut) wajib makin waspada. Fatalitas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tanah Tonsea, meningkat di tahun ini. Hingga pertengahan Mei, sudah ada dua warga yang meninggal.

Meski begitu, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD mengalami penurunan. Data Dinkes Minut selang Januari hingga April, kasus DBD mencapai 71 kasus. Lebih sedikit bila dibanding periode yang sama 2020 lalu, sebanyak 91 kasus DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Youce Togas mengatakan dua penderita DBD meninggal karena terlambat ditangani. Sudah mengalami stadium akut, baru dibawa. Padahal, keduanya masih berusia produktif.

Dia menyebut kondisi lingkungan menjadi pemicu utama berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus DBD. Olehnya masyarakat diminta semakin pro aktif melakukan pencegahan. Apalagi di masa pandemi Covid-19. “Meskipun dua penyakit ini berbeda, tetapi menjaga kebersihan bisa meminimalisir peluang terjangkit,” tutur dia.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kini, pihaknya menggencarkan sosialisasi bersama aparat kecamatan hingga desa. Sementara untuk fogging hanya dilakukan di titik-titik tertentu. “Tim yang melakukan survei terlebih dahulu, kalau memenuhi syarat baru dilaksanakan. Makanya kita berharap masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah rawan agar benar-benar menerapkan 3M; menguras, menutup dan mengubur,” tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Joune Ganda mengimbau agar masyarakat mewaspadai DBD di musim penghujan saat ini di Kabupaten Minut, Provinsi Sulawesi Utara. “Selain menaati protokol kesehatan Covid-19, saya terus mengingatkan warga terhadap ancaman penyakit lainnya yang juga mengintai, salah satunya DBD,” katanya.

JG mengatakan saat ini kasus demam berdarah mulai muncul, dan wajib diwaspadai, namun juga tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Jangan anggap sepele, ini sangat berbahaya juga apalagi di masa-masa perubahan cuaca pancaroba, dimana tadi pagi cuacanya panas tiba-tiba hujan,” ujar dia.

Meski tak merinci jumlah pasien demam berdarah di Minut, JG meminta masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih. “Oleh karena itu kita harus betul-betul menjaga lingkungan kita, tetap bersih,” tambahnya.

Pemerintah akan terus memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat dan mengharapkan dukungan warga untuk kemajuan Minut ke depannya. (jen)

MANADOPOST.ID—Warga Minahasa Utara (Minut) wajib makin waspada. Fatalitas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tanah Tonsea, meningkat di tahun ini. Hingga pertengahan Mei, sudah ada dua warga yang meninggal.

Meski begitu, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD mengalami penurunan. Data Dinkes Minut selang Januari hingga April, kasus DBD mencapai 71 kasus. Lebih sedikit bila dibanding periode yang sama 2020 lalu, sebanyak 91 kasus DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Youce Togas mengatakan dua penderita DBD meninggal karena terlambat ditangani. Sudah mengalami stadium akut, baru dibawa. Padahal, keduanya masih berusia produktif.

Dia menyebut kondisi lingkungan menjadi pemicu utama berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus DBD. Olehnya masyarakat diminta semakin pro aktif melakukan pencegahan. Apalagi di masa pandemi Covid-19. “Meskipun dua penyakit ini berbeda, tetapi menjaga kebersihan bisa meminimalisir peluang terjangkit,” tutur dia.

Kini, pihaknya menggencarkan sosialisasi bersama aparat kecamatan hingga desa. Sementara untuk fogging hanya dilakukan di titik-titik tertentu. “Tim yang melakukan survei terlebih dahulu, kalau memenuhi syarat baru dilaksanakan. Makanya kita berharap masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah rawan agar benar-benar menerapkan 3M; menguras, menutup dan mengubur,” tukasnya.

Sebelumnya, Bupati Joune Ganda mengimbau agar masyarakat mewaspadai DBD di musim penghujan saat ini di Kabupaten Minut, Provinsi Sulawesi Utara. “Selain menaati protokol kesehatan Covid-19, saya terus mengingatkan warga terhadap ancaman penyakit lainnya yang juga mengintai, salah satunya DBD,” katanya.

JG mengatakan saat ini kasus demam berdarah mulai muncul, dan wajib diwaspadai, namun juga tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Jangan anggap sepele, ini sangat berbahaya juga apalagi di masa-masa perubahan cuaca pancaroba, dimana tadi pagi cuacanya panas tiba-tiba hujan,” ujar dia.

Meski tak merinci jumlah pasien demam berdarah di Minut, JG meminta masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih. “Oleh karena itu kita harus betul-betul menjaga lingkungan kita, tetap bersih,” tambahnya.

Pemerintah akan terus memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat dan mengharapkan dukungan warga untuk kemajuan Minut ke depannya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/