alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Polemik PAW Anggota Fraksi NasDem DPRD Minut Berlanjut Pasca Hearing Ditunda, Rumambi: Silahkan ke DPP

MANADOPOST.ID—Batalnya hearing Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Utara (Minut) dengan pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) Shintia Gelly Rumempe (SGR), menuai polemik.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Minut dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Utara (Sulut) dituding melakukan intervensi. Menyikapinya, Ketua DPD NasDem Minut Peggy Rumambi menyampaikan bantahan keras.

Diungkapkannya, pengurus NasDem, baik tingkat kabupaten maupun Sulut belum mendapat panggilan atau undangan sama sekali dari DPRD Minut. Namun begitu, katanya pelaksanaan hearing dengan jajaran fraksi hingga pengurus NasDem tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab kewenangan pengambilan keputusan menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem.

“Memang teman-teman Fraksi NasDem DPRD Minut sudah berulang kali mengeluh karena tuduhan-tuduhan tak berdasar yang dialamatkan kepada mereka, tetapi berulang-ulang kami sampaikan itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Jadi mau hearing berapa kali pun jawaban kami tetap sama, itu ranahnya DPP,” ungkapnya.

Lanjut dia, apabila Efendi Moha selaku kader yang merasa berhak menggantikan SGR bersama pihak-pihak yang ingin melakukan klarifikasi dipersilahkan langsung ke DPP NasDem. “Kami sebagai kader patuh dengan apa yang menjadi arahan DPP. Jadi kami telah meminta kepada semua kader agar memahami dan menjalankan instruksi partai,” tegasnya.

Diketahui, pasca batalnya hearing di DPRD Minut, Senin (19/7), Korlap Koalisi Masyarakat Minut Maria Taramen mengatakan agenda hearing batal diduga  karena ada intervensi atau campur tangan dari DPP dan DPW NasDem. “Ini masih dugaan dan saya harap masalah PAW ini jangan sampai berlarut-larut,” ungkap Taramen.

Dirinya pun ikut mempertanyakan janji dari Ketua Fraksi NasDem DPRD Minut Meydi Kumaseh yang mengagendakan rapat dengar pendapat hari ini, ternyata tidak dilaksanakan. “Saya sangat kecewa karena bisanya sekelas DPRD tidak menepati janji. Bahkan pintu ruang rapat pun dipalang dengan kayu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Minut Denny Lolong mengatakan jika permasalahan SK PAW itu merupakan hak partai sehingga tidak ada kaitannya dengan lembaga DPRD. Tetapi, DPRD Minut akan segera menyurat ke DPP NasDem untuk mempertanyakan soal pergantian anggota dari Fraksi NasDem.

“Itu masalah internal partai. Kalau pertanyakan soal SK PAW, silakan ke DPP atau DPW NasDem. Nanti dari DPRD Minut juga akan ikut menyurat ke DPP Partai NasDem,” pungkasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Batalnya hearing Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minahasa Utara (Minut) dengan pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) Shintia Gelly Rumempe (SGR), menuai polemik.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Minut dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Utara (Sulut) dituding melakukan intervensi. Menyikapinya, Ketua DPD NasDem Minut Peggy Rumambi menyampaikan bantahan keras.

Diungkapkannya, pengurus NasDem, baik tingkat kabupaten maupun Sulut belum mendapat panggilan atau undangan sama sekali dari DPRD Minut. Namun begitu, katanya pelaksanaan hearing dengan jajaran fraksi hingga pengurus NasDem tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab kewenangan pengambilan keputusan menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem.

“Memang teman-teman Fraksi NasDem DPRD Minut sudah berulang kali mengeluh karena tuduhan-tuduhan tak berdasar yang dialamatkan kepada mereka, tetapi berulang-ulang kami sampaikan itu tidak akan berpengaruh apa-apa. Jadi mau hearing berapa kali pun jawaban kami tetap sama, itu ranahnya DPP,” ungkapnya.

Lanjut dia, apabila Efendi Moha selaku kader yang merasa berhak menggantikan SGR bersama pihak-pihak yang ingin melakukan klarifikasi dipersilahkan langsung ke DPP NasDem. “Kami sebagai kader patuh dengan apa yang menjadi arahan DPP. Jadi kami telah meminta kepada semua kader agar memahami dan menjalankan instruksi partai,” tegasnya.

Diketahui, pasca batalnya hearing di DPRD Minut, Senin (19/7), Korlap Koalisi Masyarakat Minut Maria Taramen mengatakan agenda hearing batal diduga  karena ada intervensi atau campur tangan dari DPP dan DPW NasDem. “Ini masih dugaan dan saya harap masalah PAW ini jangan sampai berlarut-larut,” ungkap Taramen.

Dirinya pun ikut mempertanyakan janji dari Ketua Fraksi NasDem DPRD Minut Meydi Kumaseh yang mengagendakan rapat dengar pendapat hari ini, ternyata tidak dilaksanakan. “Saya sangat kecewa karena bisanya sekelas DPRD tidak menepati janji. Bahkan pintu ruang rapat pun dipalang dengan kayu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Minut Denny Lolong mengatakan jika permasalahan SK PAW itu merupakan hak partai sehingga tidak ada kaitannya dengan lembaga DPRD. Tetapi, DPRD Minut akan segera menyurat ke DPP NasDem untuk mempertanyakan soal pergantian anggota dari Fraksi NasDem.

“Itu masalah internal partai. Kalau pertanyakan soal SK PAW, silakan ke DPP atau DPW NasDem. Nanti dari DPRD Minut juga akan ikut menyurat ke DPP Partai NasDem,” pungkasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/