MANADOPOST.ID—Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga menanam pohon dan dialog bersama pemerhati perempuan dan anak di Minahasa Utara (Minut), Rabu (20/10). Puspayoga didampingi Bupati Minut Joune Ganda, Wakil Bupati Kevin W Lotulung, Kepala Dinas P3A Sulut Kartika Devi Kandouw Tanos dan Ketua TP PKK Minut Rizya Ganda Davega serta jajaran pejabat terkait.
“Investasi berharga negara ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Artinya, perempuan dan anak masuk juga di dalamnya dan tidak boleh luput dari perhatian,” terangnya usai penanaman bibit pohon kayu besi di Hutan Kenangan.
Baginya, perempuan dan anak merupakan aset penting yang wajib diperhatikan bersama. Mereka kelompok yang rentan menjadi korban kekerasan dan harus dilindungi.
“Tidak ada satu orangpun yang berhak mendapatkan kekerasan bagaimanapun situasinya,” tegas dia.
1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile
Puspayoga berharap, pemerintah di Minut tidak lagi membedakan kesempatan antara perempuan dan laki-laki dalam memimpin. Sementara itu, Bupati Joune Ganda didampingi Wakil Bupati Kevin W Lotulung mengatakan, dengan dialog bersama ini ke depannya Pemkab Minut lebih bekerja keras menangani perlindungan perempuan dan anak. (jen)
MANADOPOST.ID—Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga menanam pohon dan dialog bersama pemerhati perempuan dan anak di Minahasa Utara (Minut), Rabu (20/10). Puspayoga didampingi Bupati Minut Joune Ganda, Wakil Bupati Kevin W Lotulung, Kepala Dinas P3A Sulut Kartika Devi Kandouw Tanos dan Ketua TP PKK Minut Rizya Ganda Davega serta jajaran pejabat terkait.
“Investasi berharga negara ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Artinya, perempuan dan anak masuk juga di dalamnya dan tidak boleh luput dari perhatian,” terangnya usai penanaman bibit pohon kayu besi di Hutan Kenangan.
Baginya, perempuan dan anak merupakan aset penting yang wajib diperhatikan bersama. Mereka kelompok yang rentan menjadi korban kekerasan dan harus dilindungi.
“Tidak ada satu orangpun yang berhak mendapatkan kekerasan bagaimanapun situasinya,” tegas dia.
Puspayoga berharap, pemerintah di Minut tidak lagi membedakan kesempatan antara perempuan dan laki-laki dalam memimpin. Sementara itu, Bupati Joune Ganda didampingi Wakil Bupati Kevin W Lotulung mengatakan, dengan dialog bersama ini ke depannya Pemkab Minut lebih bekerja keras menangani perlindungan perempuan dan anak. (jen)