29.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

WASPADA! Tri-X Mengintai, 7 Tersangka Ditangkap Polisi, 1.631 Butir Diamankan

“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki perizinan berusaha sebagaimana drkasud dalam 106 ayat (1), dan ayat (2), dipidana dengan pidana. penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,” terangnya.

Kasus dalam proses penyidikan. Tiga tersangka saat ini di tahan di Rutan Polres Minut. “Untuk perempuan M tidak dilakukan penahanan karena anak di bawah umur,” jelasnya.

Selanjutnya petugas turut mengungkap kasus serupa yang dilakukan ARS alias Andre dan kedua temannya. Pengungkapan dilakukan petugas Sabtu (12/2), sekira pukul 20.00 Wita.

Anggota Satres Narkoba Polres Minut menggunakan cara undercover dengan melakukan pembelian dua paket obat keras jenis Trihexyphenidyl kepada ASR yang tinggal di Kota Manado menggunakan aplikasi WhastApp.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Satu paket yang berisi 10 butir Trihexypenidyl dijual seharga Rp115.000. Setelah harga disepakati, pelaku ASR mengantarkan Trihexyphenidyl dari Manado ke tempat yang sudah ditentukan yakni di Jalan Raya Arnold Mononutu tepatnya di depan Rumah Sakit Walanda Maramis, Kelurahan Sarongsong Dua, Kecamatan Airmadidi, sekira pukul 21.24 Wita.

“Tim Satres Narkoba Polres Minut yang dipimpin langsung KBO Resnarkoba mengamankan tersangka ASR dan dua orang teman lelakinya bersama 20 Trihexyphenidyl yang di taruh di dalam pembungkus rokok merek Apace,” terang Ennas lagi.

Selanjutnya, tim melakukan interogasi kepada ASR. Diketahui, obat tersebut dibelinya dari lelaki berinisial RB yang berada di Kota Manado. Selanjutnya tim melakukan pengembangan ke Kota Manado. RB kemudian diamankan di Jalan Lamadang Kelurahan Tumumpa Satu, Kecamatan Tuminting. RB dibekuk bersama barang bukti 1 paket yang berjumlah 10 butir Trihexypenidyl yang disimpannya di saku celana pendek yang digunakan. Selain itu uang Rp50.000 dari hasil penjualan juga diamankan petugas. “Selanjutnya tersangka ASR dan RB bersama barang bukti di bawah ke Polres Minut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepada para tersangka, disangkakan pasal 196, sama dengan kasus sebelumnya,” tukasnya. (jen)

“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki perizinan berusaha sebagaimana drkasud dalam 106 ayat (1), dan ayat (2), dipidana dengan pidana. penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,” terangnya.

Kasus dalam proses penyidikan. Tiga tersangka saat ini di tahan di Rutan Polres Minut. “Untuk perempuan M tidak dilakukan penahanan karena anak di bawah umur,” jelasnya.

Selanjutnya petugas turut mengungkap kasus serupa yang dilakukan ARS alias Andre dan kedua temannya. Pengungkapan dilakukan petugas Sabtu (12/2), sekira pukul 20.00 Wita.

Anggota Satres Narkoba Polres Minut menggunakan cara undercover dengan melakukan pembelian dua paket obat keras jenis Trihexyphenidyl kepada ASR yang tinggal di Kota Manado menggunakan aplikasi WhastApp.

Satu paket yang berisi 10 butir Trihexypenidyl dijual seharga Rp115.000. Setelah harga disepakati, pelaku ASR mengantarkan Trihexyphenidyl dari Manado ke tempat yang sudah ditentukan yakni di Jalan Raya Arnold Mononutu tepatnya di depan Rumah Sakit Walanda Maramis, Kelurahan Sarongsong Dua, Kecamatan Airmadidi, sekira pukul 21.24 Wita.

“Tim Satres Narkoba Polres Minut yang dipimpin langsung KBO Resnarkoba mengamankan tersangka ASR dan dua orang teman lelakinya bersama 20 Trihexyphenidyl yang di taruh di dalam pembungkus rokok merek Apace,” terang Ennas lagi.

Selanjutnya, tim melakukan interogasi kepada ASR. Diketahui, obat tersebut dibelinya dari lelaki berinisial RB yang berada di Kota Manado. Selanjutnya tim melakukan pengembangan ke Kota Manado. RB kemudian diamankan di Jalan Lamadang Kelurahan Tumumpa Satu, Kecamatan Tuminting. RB dibekuk bersama barang bukti 1 paket yang berjumlah 10 butir Trihexypenidyl yang disimpannya di saku celana pendek yang digunakan. Selain itu uang Rp50.000 dari hasil penjualan juga diamankan petugas. “Selanjutnya tersangka ASR dan RB bersama barang bukti di bawah ke Polres Minut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepada para tersangka, disangkakan pasal 196, sama dengan kasus sebelumnya,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/