26C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

WTR Tatelu-PT TTN Sepakat Tak Saling Ganggu

MANADOPOST.ID—Kisruh Warga Tambang Rakyat (WTR) Tatelu, Kecamatan Dimembe, dengan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), mulai menemukan titik terang.

Dalam pertemuan yang digelar di Mapolres Minahasa Utara (Minut), kemarin (15/2), dicapai kesepakatan untuk tidak saling serobot lahan eksplorasi. Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antar kedua pihak bersama Forkopimda Minut.

Ketua Koperasi Serba Usaha Batu Emas Henry Walukow mengatakan, kesepakatan tersebut merupakan win win solution bagi kedua pihak. Sehingga para pemilik lahan dan penambang punya jaminan bahwa aktivitas tambang PT TTN tidak akan merugikan pihak lain di wilayah pertambangan rakyat Tatelu.

“Intinya kita tidak saling mengganggu. Apa yang menjadi lahan eksplorasi PT TTN silahkan digarap. Tetapi jangan sampai menyerobot lahan pemilik lain. Serta menjaga dampak negatif dari eksplorasi PT TTN bisa dicegah,” ungkapnya.

Pihaknya pun sudah memberikan lampu hijau kepada PT TTN untuk kembali beraktivitas di lokasi tersebut. Selama kesepakatan yang dibuat dipatuhi. Sebab, menurut dia, di masa pandemi ini, tambang rakyat menjadi salah satu penyokong ekonomi masyarakat. Jadi bila terganggu, situasi akan semakin sulit bagi mereka yang terdampak.

Koperasi yang dipimpinnya juga siap memediasi para penambang yang sebelumya beraktivitas di lahan yang sudah menjadi milik PT TTN saat ini. “Agar bisa ada semacam kompensasi atau solusi lain agar mereka tidak begitu saja diusir dari lokasi tersebut,” harap Legislator DPRD Sulut itu.

Di sisi lain, Presiden Direktur PT MSM-TTN David Sompie memastikan pihaknya menghormati kepemilikan lahan di lokasi tambang rakyat. Bagi dia, eksplorasi yang dilakukan memperhatikan dampak kesehatan antara pekerja dan masyarakat sekitar.

“Kegiatan driling ini bisa mencapai kedalaman tertentu. Jadi apakah mengganggu atau tidaknya akan kami perhitungkan. Dua hal ini menjadi prioritas kami. Baik di Tatelu maupun di Talawaan. Di antaranya kegiatan penambangan rakyat. Ke depan kami akan berkomunikasi dengan pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa hingga koperasi pertambangan rakyat di sana,” jamin dia.

Pihaknya tidak bisa menafikan adanya dampak dari kegiatan eksplorasi. Makanya, ada staf yang diminta stand by di lokasi untuk berkomunikasi dengan penambang lain atau masyarakat sekitar. Sehingga bisa mengetahui bila ada masalah. “Tapi mulai saat ini kami akan memberikan kontak agar bisa dihubungi bila ada apa-apa. Agar bisa langsung di-follow up,” ujar mantan Presdir PT Newmont Minahasa itu.

Terpisah, Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau meminta semua pihak terkait mematuhi kesepakatan tersebut. Sehingga ke depan, tidak ada lagi sengketa antara kedua pihak.

“Jadi keamanan dan ketertiban bisa sama-sama kita jaga. Kami juga akan menyiagakan petugas untuk secara berkala mengawasi aktivitas di sana,” pungkasnya. Turut hadir Plh Bupati Minut Jemmy Kuhu, Ketua DPRD Minut Denny Lolong dan Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Benny Lesmana. (jen)

Artikel Terbaru