23.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

Kursi Kosong SGR Belum Pasti Diisi Moha, Ketua DPD NasDem Minut Berpeluang

 

 

MANADOPOST.ID—Polemik kekosongan satu kursi di DPRD Minahasa Utara (Minut) milik Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) tampaknya belum akan usai dalam waktu dekat. Hingga kini, pergantian antar waktu (PAW) terhadap Shintia Gelly Rumumpe (SGR) yang mundur karena mencalonkan diri sebagai Calon Bupati (Cabup) tak diketahui kapan akan terlaksana.

Informasi beredar, ada dua nama yang berpotensi mengisi kursi kosong SGR. Di antaranya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Minut Peggy Rumambi. Posisinya sebagai representasi pimpinan partai di daerah akan makin terlegitimasi dengan menjadi anggota DPRD. Hal tersebut sudah pasti akan menjadi pertimbangan DPP.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Secara aturan memang pengganti anggota DPRD yang mundur atau diberhentikan atau meninggal adalah pemilik suara terbanyak selanjutnya. Tetapi dinamika politik di beberapa daerah, memungkinkan hal berbeda. Apalagi apabila ada kepentingan partai yang lebih besar yang wajib diamankan,” sebut sejumlah pengamat.

Saat dikonfirmasi Kamis (24/6) malam, Rumambi mengatakan proses sementara berlangsung di DPP NasDem. Kata dia, ada sejumlah kajian yang dilakukan partai di pusat. Meski begitu, dia memastikan pihaknya akan mengawal proses tersebut.

“Karena kan itu berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan di DPRD. Kalau kursi kami tidak diisi, kami juga yang rugi. Rakyat di Dapil tersebut juga dirugikan karena keterwakilannya kurang satu orang. Yang pasti kami terus berupaya mempercepat proses PAW tetapi tentu semua didasari keputusan partai,” terangnya.

Terkait adanya surat dari DPP tekait PAW SGR kepada Effendy Moha, pemilik suara selanjutnya di Dapil yang sama, Rumambi tak menampik. Namun dia menyebut, pihaknya menunggu fisik surat tersebut turun agar bisa memprosesnya ke DPRD Minut.

“Kan kami baru selesai Rakerda. Semoga bisa lebih cepat,” harap dia.

Sementara itu, Moha sendiri saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari DPP NasDem  bahwa surat tersebut akan kembali dikirimkan ke DPW NasDem Sulut untuk ditindaklanjuti. “Surat itu sudah ada sejak 15 Februari tetapi dikembalikan oleh DPW. Alasannya kenapa kami tidak diberitahukan. Tetapi informasi yang saya dapat dari DPP, surat tersebut akan kembali dikirimkan ke Sulut. Karena memang surat itu tidak dirubah dan juga tidak kadarluarsa,” tuturnya.

Dia mengaku kaget dengan pernyataan Ketua DPW NasDem Sulut Max Lomban. Namun begitu dia memastikan akan fokus mengawal proses dapat berlangsung sesegera mungkin. “Karena sejak awal niat saya untuk membangun Minut dan siap mengawal aspirasi masyarakat di dapil saya,” ujar dia.

Sebelumnya, Lomban memang mengaku proses PAW SGR telah berproses di DPP Nasdem. “Dalam waktu dekat SK akan turun. Untuk kemudian kita ajukan ke DPRD Minut untuk diproses pelantikannya,” tuturnya.

Kata dia, ada dua nama yang dikirim ke pusat untuk selanjutnya diproses.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat dia turun,” ungkap Lomban.

Dalam proses PAW sendiri, dirinya mengakui ada ketentuan nasional yang harus dipatuhi semua partai. Sayang, dia enggan membocorkan dua nama yang diusulkan. “Tapi di partai juga punya ketentuan. Nah jadi bagaimana memadunya antara ketentuan secara nasional dan ketentuan partai. Dari dua yang kita usulkan, DPP mau ambil yang mana,” ungkap mantan Wali Kota Bitung tersebut.

Diketahui, data KPU Minut, lima calon peraih suara terbanyak dari Partai NasDem Dapil Airmadidi-Kalawat yakni SGR (2.591 suara) disusul Frederik Runtuwene yang sudah menjadi anggota DPRD Minut (1.208 suara), Jafar Efendy Moha (834 suara), Johanes William Kalesaran (781 suara) dan Peggy Rumambi (629 suara). (jen)

 

 

MANADOPOST.ID—Polemik kekosongan satu kursi di DPRD Minahasa Utara (Minut) milik Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) tampaknya belum akan usai dalam waktu dekat. Hingga kini, pergantian antar waktu (PAW) terhadap Shintia Gelly Rumumpe (SGR) yang mundur karena mencalonkan diri sebagai Calon Bupati (Cabup) tak diketahui kapan akan terlaksana.

Informasi beredar, ada dua nama yang berpotensi mengisi kursi kosong SGR. Di antaranya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Minut Peggy Rumambi. Posisinya sebagai representasi pimpinan partai di daerah akan makin terlegitimasi dengan menjadi anggota DPRD. Hal tersebut sudah pasti akan menjadi pertimbangan DPP.

“Secara aturan memang pengganti anggota DPRD yang mundur atau diberhentikan atau meninggal adalah pemilik suara terbanyak selanjutnya. Tetapi dinamika politik di beberapa daerah, memungkinkan hal berbeda. Apalagi apabila ada kepentingan partai yang lebih besar yang wajib diamankan,” sebut sejumlah pengamat.

Saat dikonfirmasi Kamis (24/6) malam, Rumambi mengatakan proses sementara berlangsung di DPP NasDem. Kata dia, ada sejumlah kajian yang dilakukan partai di pusat. Meski begitu, dia memastikan pihaknya akan mengawal proses tersebut.

“Karena kan itu berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan di DPRD. Kalau kursi kami tidak diisi, kami juga yang rugi. Rakyat di Dapil tersebut juga dirugikan karena keterwakilannya kurang satu orang. Yang pasti kami terus berupaya mempercepat proses PAW tetapi tentu semua didasari keputusan partai,” terangnya.

Terkait adanya surat dari DPP tekait PAW SGR kepada Effendy Moha, pemilik suara selanjutnya di Dapil yang sama, Rumambi tak menampik. Namun dia menyebut, pihaknya menunggu fisik surat tersebut turun agar bisa memprosesnya ke DPRD Minut.

“Kan kami baru selesai Rakerda. Semoga bisa lebih cepat,” harap dia.

Sementara itu, Moha sendiri saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari DPP NasDem  bahwa surat tersebut akan kembali dikirimkan ke DPW NasDem Sulut untuk ditindaklanjuti. “Surat itu sudah ada sejak 15 Februari tetapi dikembalikan oleh DPW. Alasannya kenapa kami tidak diberitahukan. Tetapi informasi yang saya dapat dari DPP, surat tersebut akan kembali dikirimkan ke Sulut. Karena memang surat itu tidak dirubah dan juga tidak kadarluarsa,” tuturnya.

Dia mengaku kaget dengan pernyataan Ketua DPW NasDem Sulut Max Lomban. Namun begitu dia memastikan akan fokus mengawal proses dapat berlangsung sesegera mungkin. “Karena sejak awal niat saya untuk membangun Minut dan siap mengawal aspirasi masyarakat di dapil saya,” ujar dia.

Sebelumnya, Lomban memang mengaku proses PAW SGR telah berproses di DPP Nasdem. “Dalam waktu dekat SK akan turun. Untuk kemudian kita ajukan ke DPRD Minut untuk diproses pelantikannya,” tuturnya.

Kata dia, ada dua nama yang dikirim ke pusat untuk selanjutnya diproses.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat dia turun,” ungkap Lomban.

Dalam proses PAW sendiri, dirinya mengakui ada ketentuan nasional yang harus dipatuhi semua partai. Sayang, dia enggan membocorkan dua nama yang diusulkan. “Tapi di partai juga punya ketentuan. Nah jadi bagaimana memadunya antara ketentuan secara nasional dan ketentuan partai. Dari dua yang kita usulkan, DPP mau ambil yang mana,” ungkap mantan Wali Kota Bitung tersebut.

Diketahui, data KPU Minut, lima calon peraih suara terbanyak dari Partai NasDem Dapil Airmadidi-Kalawat yakni SGR (2.591 suara) disusul Frederik Runtuwene yang sudah menjadi anggota DPRD Minut (1.208 suara), Jafar Efendy Moha (834 suara), Johanes William Kalesaran (781 suara) dan Peggy Rumambi (629 suara). (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/