26C
Manado
Rabu, 27 Januari 2021

SGR NAP Tampil Memukau di Debat Publik Terakhir

MINUT- Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) nomot urut 1 yakni Shintia Gelly Rumumpe (SGR) dan Calon Wakil Bupati Netty Agnes Pantouw (NAP), tampil memukau dalam debat publik terakhit yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minut, Selasa (24/11).

Dalam debat dengan tema `Reformasi Birokrasi, Strategi Pendidikan, Budaya dan Etika Memperkokoh NKRI, Menyerasikan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Kabupaten dan Provinsi dengan Nasional` yang diikuti oleh 3 paslon ini, SGR-NAP tampak menguasai panggung dan mampu menjawab setiap pertanyaan dari moderator dan juga pasangan lainnya.

Di kesempatan tersebut, SGR-NAP menuturkan, membangun Minahasa Utara yang berintregritas, sinergi dalam pengelolahan pemerintahan antara pusat dan daerah merupakan kata kunci yang tidak bisa di abaikan. Untuk itu menjalankan pemerintahan serta mempercepat pencapaian target pembangunan nasional hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berjalan dengan baik secara haromonis.

“Paslon 1 sebagai calon pemimpin Minut berkomitmen terus bersinergi satu visi dan satu arah dalam menyusun program dalam rencana kerja baik dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Selain antar permerintah pusat sinergi juga harus dilakukan dengan masyrakat terutama untuk memperkuat NKRI serta wawasan kebangsaan. Semakin hari kita lihat bangsa kita semakin terpecah belah karena itu kita harus tetap berpegang teguh dan memahami nilai-nilai yang terkandung pada 4 pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Agar negara kita tetap satu serta menangkal radikalisme dan terorisme,” jelas NAP.

Lanjutnya, dalam bidang pendidikan SGR-NAP berkomitmen penuh dengan tanggung jawab dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh pelosok Minut. “Meskipun diakui saat ini kita tengah menghadapi pandemi Covid-19, pendidikan tetap harus berjalan karena melalui pendidikan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud sumber daya manusia terus meningkat,” tambahnya.

Dalam tata kelola pemerintahan etika dan budaya menjadi hal yang penting. Karena etika dan budaya saling melekat dan melengkapi satu dengan yang lain. “Karenanya SGR-NAP sangat berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang beretika yaitu baik, bersih dan berwibawa untuk menciptakan budaya kerja aparatur pemerintahan yang fokus pada pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Berbicara soal visi-misi dengan tekat yang kuat, niat baik dan tulus, SGR-NAP konsisten untuk bersinergi bersama seluruh elemen baik masyrakat, ASN, seluruh pemangku kebijakan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang jujur, adil, bersih, dan bebas dari korupsi.

“Dalam hal birokrasi tentu reformasi birokrasi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dalam rangka memberi peningkatan pelayanan publik kepada seluruh masyrakat di semua sektor, di semua SKPD sehingga terlahirlah kesejahteraan masyarakat yang sungguh-sungguh benar-benar memberi dampak positif bagi seluruh masyrakat Minut. Paslon 1 tentu satu untuk semua tidak memandang mereka yang memilih kami nantinya ataupun mereka yang tidak memilih kami paslon 1 berkomitmen memberi yang terbaik untuk semua warna, memberi yang terbaik untuk semua golongan agama, memberi yang terbaik untuk semua untuk denominasi gereja tapi juga sambil menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang ada Minut,” tandasnya.(*)

Artikel Terbaru