31C
Manado
Minggu, 7 Maret 2021

Kasus Pemecah Ombak, Penyidik Kejati Sulut `Sisir` Kantor Bupati

MANADOPOST.ID—Kantor Bupati Minahasa Utara (Minut) disambangi Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara (Sulut), kemarin.

Pantauan Manado Post, enam orang berseragam Korps Adhyaksa membawa sejumlah dokumen dari ruangan Badan Keuangan dan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Kabupaten (Setkab) Minut.

‘Penyisiran’ yang dilakukan selama hampir dua jam tersebut diketahui terkait kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Likupang, 2016 silam. Rombongan meninggalkan kantor Pemkab, sekira pukul 16.00 WITA, tanpa memberikan komentar apapun.

Kabag Hukum Setkab Dolly Kenap saat dimintai konfirmasi pun enggan banyak berkomentar. “Belum bisa banyak bicara,” tuturnya sembari melempar senyuman.

Sebelumnya, pekan lalu, Kejati Sulut menetapkan Alexander Panambunan, adik kandung Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut.

Kajati Sulut A Dita Prawitaningsih Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Theodorus Rumampuk membenarkan kedatangan tim penyidik Kejati Sulut ke Pemkab Minut. Namun dia membantah adanya penggeledahan.

“Bukan penggeledahan tapi penyitaan dokumen terkait kasus pemecah ombak,” terang dia. Menurut dia, tim yang turun di bawah pimpinan Kasi Penyidikan Widarto Adi Nugroho bersama tiga penyidik lain didampingi dua personil Kejari Minut.

“Penyidikan kasus masih terus berlanjut. Beberapa waktu ke depan kami akan beber hasil pendalamannya,” tukasnya.(jen)

Artikel Terbaru