alexametrics
26.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

PTSL Minut Ditetapkan di 10 Desa, Warga di Lokasi Ini Siap-siap 

MANADOPOST.ID—Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Minahasa Utara (Minut) bakal menyasar lima kecamatan di tahun ini. Tak kurang dari 2.000 Peta Bidang Tanah (PBT) serta 3.300 Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) ditargetkan bisa tuntas.

Kepala Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Minut Budi Tarigan merinci, ada 12 desa dari lima kecamatan yang telah ditetapkan sebagai target PTSL di 2022 (lihat grafis).

Tujuh di antaranya berada di Kecamatan Likupang Timur, tiga di Likupang Barat, satu di Likupang Selatan dan satu sisanya di Kecamatan Wori. Namun, khusus di tujuh desa pihaknya tinggal memproses penerbitan SHAT.

Dia menjelaskan, desa-desa tersebut sudah dipetakan tanahnya dan seharusnya juga telah diterbitkan sertipikat. Namun, akibat sejumlah persyaratan administrasi belum dipenuhi sehingga menghambat penerbitan SHAT.

“Nah, desa-desa tersebut yang kita targetkan bisa diterbitkan sertipikatnya di tahun ini karena terlanjur dilakukan pengukuran. Olehnya kami meminta kerjasama masyarakat dan aparat terkait untuk bisa lebih pro aktif dalam penyediaan berkas pelengkapnya,” jelasnya kepada awak media, Kamis (27/1).

Dijelaskannya, PTSL telah dilaksanakan sejak 2017 silam. Tujuannya memberi kepastian hukum kepemilikan tanah bagi masyarakat. Diharapkan, ada peningkatan kesejahteraan masyarakat setelah memperoleh SHAT. Dijelaskan, hingga 2020 lalu, pihaknya telah menerbitkan 16 ribu sertipikat. Sementara di tahun lalu, target PBT 4.300 bisa tercapai 100 persen.

Sementara 4.250 tanah yang ditargetkan sudah bersertipikat, tidak tercapai sepenuhnya. Karena sekira penerbitan SHAT 1.500 bidang di antaranya terkendala tidak jelasnya kepemilikan dan tak adanya kelengkapan berkas pendukung. Ditambah dengan berbagai kendala akibat Covid-19. Diharapkan, berbagai kendala serupa bisa teratasi tahun ini dengan dukungan penuh aparatur desa dan masyarakat pemilik tanah.

“Tahun ini sebagai bentuk dukungan kami kepada DPSP Likupang, seluruh desa di Pulau Bangka kita targetkan agar bisa bersertipikat secara keseluruhan. Supaya masyarakat tidak menjadi korban spekulasi dari para investor,” terang mantan Kakan BPN Samarinda tersebut.

Diketahui, sejauh ini dari total estimasi bidang tanah di Minut yang mencapai 128 ribu. 79 ribu di antaranya sudah bersertipikat melalui berbagai program pemerintah.

MANADOPOST.ID—Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Minahasa Utara (Minut) bakal menyasar lima kecamatan di tahun ini. Tak kurang dari 2.000 Peta Bidang Tanah (PBT) serta 3.300 Sertipikat Hak Atas Tanah (SHAT) ditargetkan bisa tuntas.

Kepala Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Minut Budi Tarigan merinci, ada 12 desa dari lima kecamatan yang telah ditetapkan sebagai target PTSL di 2022 (lihat grafis).

Tujuh di antaranya berada di Kecamatan Likupang Timur, tiga di Likupang Barat, satu di Likupang Selatan dan satu sisanya di Kecamatan Wori. Namun, khusus di tujuh desa pihaknya tinggal memproses penerbitan SHAT.

Dia menjelaskan, desa-desa tersebut sudah dipetakan tanahnya dan seharusnya juga telah diterbitkan sertipikat. Namun, akibat sejumlah persyaratan administrasi belum dipenuhi sehingga menghambat penerbitan SHAT.

“Nah, desa-desa tersebut yang kita targetkan bisa diterbitkan sertipikatnya di tahun ini karena terlanjur dilakukan pengukuran. Olehnya kami meminta kerjasama masyarakat dan aparat terkait untuk bisa lebih pro aktif dalam penyediaan berkas pelengkapnya,” jelasnya kepada awak media, Kamis (27/1).

Dijelaskannya, PTSL telah dilaksanakan sejak 2017 silam. Tujuannya memberi kepastian hukum kepemilikan tanah bagi masyarakat. Diharapkan, ada peningkatan kesejahteraan masyarakat setelah memperoleh SHAT. Dijelaskan, hingga 2020 lalu, pihaknya telah menerbitkan 16 ribu sertipikat. Sementara di tahun lalu, target PBT 4.300 bisa tercapai 100 persen.

Sementara 4.250 tanah yang ditargetkan sudah bersertipikat, tidak tercapai sepenuhnya. Karena sekira penerbitan SHAT 1.500 bidang di antaranya terkendala tidak jelasnya kepemilikan dan tak adanya kelengkapan berkas pendukung. Ditambah dengan berbagai kendala akibat Covid-19. Diharapkan, berbagai kendala serupa bisa teratasi tahun ini dengan dukungan penuh aparatur desa dan masyarakat pemilik tanah.

“Tahun ini sebagai bentuk dukungan kami kepada DPSP Likupang, seluruh desa di Pulau Bangka kita targetkan agar bisa bersertipikat secara keseluruhan. Supaya masyarakat tidak menjadi korban spekulasi dari para investor,” terang mantan Kakan BPN Samarinda tersebut.

Diketahui, sejauh ini dari total estimasi bidang tanah di Minut yang mencapai 128 ribu. 79 ribu di antaranya sudah bersertipikat melalui berbagai program pemerintah.

Most Read

Artikel Terbaru

/