28.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Lahan Pertanian Makin Menyusut, Ini Ranperda yang Digodok DPRD Minut

MANADOPOST.ID—Makin menyusutnya lahan pertanian dan pangan di wilayah Tanah Tonsea mendapat perhatian serius DPRD Minahasa Utara (Minut). Regulasi pun disiapkan.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Minut Wellem Katuuk mengatakan lahan pertanian di Minut, memang semakin sempit. “Berdasarkan perhitungan sementara, saat ini lahan pertanian di Kecamatan Airmadidi terus menyusut. Kekhawatiran kita, lahan pertanian ini suatu saat dapat beralih fungsi untuk kepentingan lain,” ungkap Ketua PKPI Minut tersebut.

Olehnya, Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi sangat dibutuhkan. Ranperda LP2B disusun dalam upaya melindungi lahan pertanian dan pangan di wilayah tanah Tonsea Minut. Nantinya, Perda LP2B diharapkan dapat mempertahankan keberadan lahan pertanian yang masih ada.

“Ranperda ini tidak hanya menjadi regulasi tapi juga dapat mempertahankan lahan pertanian di Minut,” harapnya.

Dia memastikan ranperda yang sedang disusun tidak berbenturan dengan perda ataupun kepentingan daerah lainnya. Makanya sebelum disahkan, pihaknya meminta masukan dari masyarakat dalam kunjungan lapangan yang dilakukan di sela-sela sosialisasi penyusunan naskah akademis Ranperda LP2B di kantor Kecamatan Airmadidi, Senin (28/6).

Turut hadir, legislator DPRD Minut Joseph Dengah, Edwin Kambey, Jerry Umboh, Meydi Kumase, Chris Longdong, Poltje Sunda dan Paulus Sundalangi bersama jajaran OPD terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Perkim, Dinas PU serta Lurah Sukur, Airmadidi Bawah dan Rap-rap. 

“Dalam penyusunan Ranperda ini akan melibatkan dan berkoordinasi dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang telah disusun,” tambah Katuuk.

Sementara itu, anggota DPRD Minut Joseph Dengah mengatakan, kunjungan DPRD Minut melihat langsung dan menghimpun usulan dan koreksi untuk kematangan Ranperda LP2B, serta dapat menghimpun dasar yang kuat.

“Jika ada kelemahan-kelemahan ke depan dapat diantisipasi dari sekarang, sehingga Ranperda LP2B yang sedang disusun dapat dipertanggung jawabkan dan tidak mengganggu kepentingan lain.

Dengan adanya Ranperda LP2B ini kiranya dapat mengendalikan laju alih fungsi lahan sebab lahan pertanian di Minut saat ini mulai menyusut dan perlu di antisipasi bersama,” pungkasnya. (jen)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru