alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Kejari Endus Dugaan Korupsi PNPM

MANADOPOST.ID—Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) menyeriusi Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Tanah Tonsea. Diketahui, enam tahun berlalu, pertanggungjawaban beragam program yang berjalan selang 2009 hingga 2014 itu, tak diketahui masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minut Fanny Widyastuti melalui Kepala Seksi Intelejen Eka Putra Polimpung tak menampik banyaknya aduan masyarakat terkait hal tersebut. Pihaknya kini sedang melakukan pendalaman terhadap beragam informasi yang diterima. “Kami sudah mendengar informasi tersebut dan sementara menindaklanjutinya,” tegas dia.

Diketahui, PNPM Mandiri sendiri telah resmi berakhir sejak tahun 2015 berdasarkan Surat Kementerian Desa PDTT Nomor 134/DPPMD/VII/2015 tertanggal 13 Juli 2015 tentang panduan pengaturan dan penataan hasil kegiatan PNPM.

Melalui program pusat itu, beragam proyek infrastruktur tingkat desa dan kelurahan dibangun. Meliputi jalan, drainase, talud, gedung sekolah, Poskesdes, hingga sarana air bersih.

Pada 2011, Minut memperoleh anggaran PNPM Mandiri sebesar Rp10,925 miliar yang terdiri dari APBN Rp8,785 miliar dan APBD Rp2,140 miliar. Di 2012, anggaran PNPM Mandiri sebesar Rp12,150 miliar, terdiri dari APBN Rp11,543 miliar dan APBD Rp608 juta.

Sedangkan alokasi anggaran PNPM Mandiri di 2013, sebesar Rp8,475 miliar. Terdiri dari APBN Rp8,066 miliar dan APBD Rp408,75 juta.

“Sejak dihentikan pada tahun 2015, sampai saat ini tidak ada informasi laporan penggunaan anggaran PNPM ini kepada masyarakat dan itu harus diselidiki oleh Kejari Minut,” kata aktivis Calvin Castro.

Menurut dia, di Kabupaten Minut ada 10 kecamatan. Setiap kecamatan mendapat anggaran tersebut. “Tapi mayoritas masyarakat tidak tahu digunakan untuk apa saja anggaran tersebut. Bahkan hingga program itu sudah tidak ada lagi. Informasi ini sudah kami sampaikan kepada pihak Kejari Minut dan diharapkan bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa Utara (Minut) menyeriusi Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Tanah Tonsea. Diketahui, enam tahun berlalu, pertanggungjawaban beragam program yang berjalan selang 2009 hingga 2014 itu, tak diketahui masyarakat.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minut Fanny Widyastuti melalui Kepala Seksi Intelejen Eka Putra Polimpung tak menampik banyaknya aduan masyarakat terkait hal tersebut. Pihaknya kini sedang melakukan pendalaman terhadap beragam informasi yang diterima. “Kami sudah mendengar informasi tersebut dan sementara menindaklanjutinya,” tegas dia.

Diketahui, PNPM Mandiri sendiri telah resmi berakhir sejak tahun 2015 berdasarkan Surat Kementerian Desa PDTT Nomor 134/DPPMD/VII/2015 tertanggal 13 Juli 2015 tentang panduan pengaturan dan penataan hasil kegiatan PNPM.

Melalui program pusat itu, beragam proyek infrastruktur tingkat desa dan kelurahan dibangun. Meliputi jalan, drainase, talud, gedung sekolah, Poskesdes, hingga sarana air bersih.

Pada 2011, Minut memperoleh anggaran PNPM Mandiri sebesar Rp10,925 miliar yang terdiri dari APBN Rp8,785 miliar dan APBD Rp2,140 miliar. Di 2012, anggaran PNPM Mandiri sebesar Rp12,150 miliar, terdiri dari APBN Rp11,543 miliar dan APBD Rp608 juta.

Sedangkan alokasi anggaran PNPM Mandiri di 2013, sebesar Rp8,475 miliar. Terdiri dari APBN Rp8,066 miliar dan APBD Rp408,75 juta.

“Sejak dihentikan pada tahun 2015, sampai saat ini tidak ada informasi laporan penggunaan anggaran PNPM ini kepada masyarakat dan itu harus diselidiki oleh Kejari Minut,” kata aktivis Calvin Castro.

Menurut dia, di Kabupaten Minut ada 10 kecamatan. Setiap kecamatan mendapat anggaran tersebut. “Tapi mayoritas masyarakat tidak tahu digunakan untuk apa saja anggaran tersebut. Bahkan hingga program itu sudah tidak ada lagi. Informasi ini sudah kami sampaikan kepada pihak Kejari Minut dan diharapkan bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/