alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 27 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pilbup Minut, Incumbent vs Partai Pemenang

MANADOPOST.ID—Pilkada Minahasa Utara (Minut), salah satu yang paling dinantikan. Selain menjadi target partai pemenang pileg 2019, PDI Perjuangan, pilkada Minut juga tidak akan diikuti incumbent, Vonnie Anneke Panambunan (VAP).

Namun VAP bakal mengutus sang putri, Shintia Gelly Rumumpe (SGR). Pertarungan antara partai pemenang dan kubu incumbent bakal sengit. PDI Perjuangan wajib menang. Sementara Partai NasDem yang menaungi SGR sedang dalam performa terbaiknya.

Siapa pasangan SGR, sudah ramai dibicarakan. Dia adalah Petrus Defni Macarau SE (PDM). PDM merupakan birokrat andal yang mengabdi di Pemkab Minut. SGR-PDM, berada di dua wilayah berbeda. SGR dapil Airmadidi-Kalawat. Sedangkan PDM putra asli Likupang.

Kemudian jagoan PDI Perjuangan adalah Joune Ganda dan Kevin William Lotulong (JG-KWL). Sosok JG yang merupakan pengusaha sukses asal Minut dinilai cocok berpadu dengan KWL. Putra anggota DPR RI Adriana Dondokambey. Yang notabene keponakan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey.

Sudah pasti PDI Perjuangan akan ‘habis-habisan’ di pilkada Minut. Apalagi, di pileg 2019 lalu, partai berlambang banteng moncong putih ini berhasil mempertahankan kursi ketua DPRD Minut.

Selain dua pasangan ini, mencuat nama srikandi Partai Demokrat Netty Agnes Pantow. NAP, sapaan akrab legislator DPRD Sulut tiga periode itu dikabarkann akan berpasangan dengan Joppi Lengkong.

Namun jika benar koalisi Golkar-Demokrat diterapkan di Minut, maka kans berpasangan dengan Denny Wowiling, Ketua Golkar Minut. Sementara itu, ada Fransisca Tuwaidan, yang juga kans diusung oleh Golkar dan Demokrat.

Kemudian ada nama Sompie SF Singal (SS). Eks Bupati Minut ini diketahui sudah mundur dari calon perseorangan. Rencananya dia akan diusung bersama Joppi Lengkong (JL), incumbent Wakil Bupati Minut.

Keduanya memiliki pengalaman dan massa militan. SS menduduki wilayah Dimembe. Sedangkan JL di Kauditan. SS adalah pengurus Katolik Minut. Sementara JL Komandan Panji Yosua Minut. Dipastikan bakal mendulang suara cukup signifikan.

Menurut pengamat politik Dr Alfons Kimbal, PDI Perjuangan harus bekerja keras memenangkan pilkada di Minut. “Walaupun sedang dalam kondisi solid, namun pilbup Minut memiliki ciri khas tersendiri. Sehingga perlu ekstra kerja keras,” ujarnya.

Dia menambahkan, PDI Perjuangan sampai saat ini belum pernah memenangkan pemilihan di tingkat eksekutif.

“Tentu ada rasa penasaran yang memang harus dicapai. Kondisi politik PDI Perjuangan dalam keadaan bagus. Tapi yang akan menjadi lawan bagian dari penguasa dan petahana. Jadi pasti wajib kerja keras,” sebutnya.

Kimbal juga menilai, dengan mengusung pasangan muda di Minahasa Utara, menurutnya, calon tersebut harus lebih intens turun dan bersosialisasi.

“Pilkada dan legislatif itu berbeda. Masyarakat saat ini memang sudah banyak mempercayai kaum muda untuk menjadi wakil. Namun untuk pilkada, kebanyakan yang punya pengalaman dan dikenal baik yang banyak jadi pilihan. Begitu yang terjadi saat ini di Minut. Calon muda PDI Perjuangan harus intens turun dan menyentuh masyarakat. Agar kepercayaan bisa direbut pasangan calon tersebut,” tandasnya.

Di sisi lain, pengamat politik Dr Johny Lengkong mengatakan, jika benar terjadi lebih dari dua pasangan calon maka pertandingan akan sangat seru. “Gengsi incumbent lawan partai pemenang pileg, serta kandidat yang punya massa militan. Pilbup di Minut menarik disimak,” sebutnya.

Namun dia mengingatkan masing-masing kandidat untuk tidak terlalu percaya diri. “Ini politik. Dinamis. Maka dari sekarang lebih baik giat bekerja, sosialisasi ke masyarakat kemampuan diri untuk jadi pemimpin,” kunci Lengkong.(ewa/ria/gnr)

MANADOPOST.ID—Pilkada Minahasa Utara (Minut), salah satu yang paling dinantikan. Selain menjadi target partai pemenang pileg 2019, PDI Perjuangan, pilkada Minut juga tidak akan diikuti incumbent, Vonnie Anneke Panambunan (VAP).

Namun VAP bakal mengutus sang putri, Shintia Gelly Rumumpe (SGR). Pertarungan antara partai pemenang dan kubu incumbent bakal sengit. PDI Perjuangan wajib menang. Sementara Partai NasDem yang menaungi SGR sedang dalam performa terbaiknya.

Siapa pasangan SGR, sudah ramai dibicarakan. Dia adalah Petrus Defni Macarau SE (PDM). PDM merupakan birokrat andal yang mengabdi di Pemkab Minut. SGR-PDM, berada di dua wilayah berbeda. SGR dapil Airmadidi-Kalawat. Sedangkan PDM putra asli Likupang.

Kemudian jagoan PDI Perjuangan adalah Joune Ganda dan Kevin William Lotulong (JG-KWL). Sosok JG yang merupakan pengusaha sukses asal Minut dinilai cocok berpadu dengan KWL. Putra anggota DPR RI Adriana Dondokambey. Yang notabene keponakan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut Olly Dondokambey.

Sudah pasti PDI Perjuangan akan ‘habis-habisan’ di pilkada Minut. Apalagi, di pileg 2019 lalu, partai berlambang banteng moncong putih ini berhasil mempertahankan kursi ketua DPRD Minut.

Selain dua pasangan ini, mencuat nama srikandi Partai Demokrat Netty Agnes Pantow. NAP, sapaan akrab legislator DPRD Sulut tiga periode itu dikabarkann akan berpasangan dengan Joppi Lengkong.

Namun jika benar koalisi Golkar-Demokrat diterapkan di Minut, maka kans berpasangan dengan Denny Wowiling, Ketua Golkar Minut. Sementara itu, ada Fransisca Tuwaidan, yang juga kans diusung oleh Golkar dan Demokrat.

Kemudian ada nama Sompie SF Singal (SS). Eks Bupati Minut ini diketahui sudah mundur dari calon perseorangan. Rencananya dia akan diusung bersama Joppi Lengkong (JL), incumbent Wakil Bupati Minut.

Keduanya memiliki pengalaman dan massa militan. SS menduduki wilayah Dimembe. Sedangkan JL di Kauditan. SS adalah pengurus Katolik Minut. Sementara JL Komandan Panji Yosua Minut. Dipastikan bakal mendulang suara cukup signifikan.

Menurut pengamat politik Dr Alfons Kimbal, PDI Perjuangan harus bekerja keras memenangkan pilkada di Minut. “Walaupun sedang dalam kondisi solid, namun pilbup Minut memiliki ciri khas tersendiri. Sehingga perlu ekstra kerja keras,” ujarnya.

Dia menambahkan, PDI Perjuangan sampai saat ini belum pernah memenangkan pemilihan di tingkat eksekutif.

“Tentu ada rasa penasaran yang memang harus dicapai. Kondisi politik PDI Perjuangan dalam keadaan bagus. Tapi yang akan menjadi lawan bagian dari penguasa dan petahana. Jadi pasti wajib kerja keras,” sebutnya.

Kimbal juga menilai, dengan mengusung pasangan muda di Minahasa Utara, menurutnya, calon tersebut harus lebih intens turun dan bersosialisasi.

“Pilkada dan legislatif itu berbeda. Masyarakat saat ini memang sudah banyak mempercayai kaum muda untuk menjadi wakil. Namun untuk pilkada, kebanyakan yang punya pengalaman dan dikenal baik yang banyak jadi pilihan. Begitu yang terjadi saat ini di Minut. Calon muda PDI Perjuangan harus intens turun dan menyentuh masyarakat. Agar kepercayaan bisa direbut pasangan calon tersebut,” tandasnya.

Di sisi lain, pengamat politik Dr Johny Lengkong mengatakan, jika benar terjadi lebih dari dua pasangan calon maka pertandingan akan sangat seru. “Gengsi incumbent lawan partai pemenang pileg, serta kandidat yang punya massa militan. Pilbup di Minut menarik disimak,” sebutnya.

Namun dia mengingatkan masing-masing kandidat untuk tidak terlalu percaya diri. “Ini politik. Dinamis. Maka dari sekarang lebih baik giat bekerja, sosialisasi ke masyarakat kemampuan diri untuk jadi pemimpin,” kunci Lengkong.(ewa/ria/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/