25.4 C
Manado
Sabtu, 31 Juli 2021

Usai Dilantik, PGRI Minut Soroti Kenaikan Pangkat dan Penempatan Guru

 

MANADOPOST.ID—Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Minahasa Utara (Minut) menyoroti proses kenaikan pangkat serta penempatan guru. Hal itu diungkapkan Ketua PGRI Minut Erens Emor usai dilantik di JG Center, Selasa (29/6).

Dia mengatakan ada sejumlah hal yang akan menjadi agenda kerja pihaknya untuk diperjuangkan. Salah satunya dengan mendorong peningkatan profesionalitas guru.

“Berkaitan dengan program Merdeka Belajar dari Mas Menteri Nadiem Makarim tentang organisasi penggerak. Semuanya harus didiklatkan. Nah kita dorong ini berjalan lancar,” tuturnya.

Lanjut dia, September nanti, ada assessment nasional SD, SMP SMA/SMK. “Ini untuk pemetaan mutu. Kami akan membantu guru-guru dan para siswa di Minut agar bisa siap menghadapi assessment ini,” ujar dia.

Pihaknya juga turut menyoroti kenaikan pangkat guru ASN yang mentok di IVb, IVc, IVd dan seterusnya. Karena harus menyusun karya tulis ilmiah.

“Diharapkan guru di Minut bisa ikut memberikan kontribusi. Kami di Cabdin sudah ada panitia seminar karya ilmiah pengusulan kenaikan pangkat. Kami harap itu juga dilakukan di dinas kabupaten,” ungkapnya.

Selain itu, penempatan guru juga dinilai belum merata. Masih tertumpuk wilayah perkotaan dibanding pinggiran maupun kepulauan. “Supaya ada pemerataan. Kami pengurus PGRI berusaha ada di sana untuk mengawal. Juga membentuk PGRI di cabang di 10 kecamatan di Minut menjadi prioritas kami,” terangnya.

Dia pun berterimakasih atas dukungan dari Pra guru anggota PGRI. Apresiasi pun diberikan kepada jajaran PGRI Sulut. “Soal sinergitas dengan Pemkab Minut, jelas itu 100 persen. Kami ingin membantu meningkatkan mutu pendidikan di Minut,” tegas dia.

Sebelumnya, Ketua PGRI Sulut Star Wowor mengatakan, ada tiga karakteristik PGRI. “PGRI dikenal sebagai organisasi profesi. Menciptakan guru-guru profesional. Ini seusai UU/14 tentang Guru dan Dosen yang melahirkan sertifikasi. Sehingga diperpanjang hingga 2025,” tuturnya.

Lanjuy dia, PGRI juga merupakan organisasi perjuangan. “Ini dibuktikan dengan sejumlah kebijakan pemerintah hasil dari perjuangan pengurus di pusat. PGRI merupakan organisasi ketenagakerjaan. Baru-baru ini perjuangan PGRI terlihat dari guru-guru honorer yang masuk daftar pengangkatan ASN setelah pengurus bertemu dengan anggota DPR. Ini berkaitan dengan ketenagakerjaan,” pungkasnya. (jen)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru