alexametrics
24.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pulang Kampung, Ini Sosok Pemburu Koruptor Baru Korps Adhyaksa Minut

MANADOPOST.ID—Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Minahasa Utara (Minut), resmi berganti, Senin (29/11). Namun keseriusan Korps Adhyaksa di Tanah Tonsea, dalam penegakan hukum pelaku korupsi dipastikan tak akan kendor.

Posisi yang sebelumnya ditempati Dian Subdiana tersebut, kini dijabat Wilke Hennia Rabeta. Pria kelahiran Manado, 9 Mei 1986 itu, semula bertugas sebagai Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Enrekang, Sulawesi Selatan. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, 2007 silam, mengawali karirnya di Cabjari Ondong Siau, Kejari Tahuna pada 2008. Ayah dua putri itu kemudian ditugaskan sebagai jaksa di Kejari Tomohon, lima tahun berselang.

Dua tahun setelahnya, ayah dua anak tersebut dipercaya menjabat Kasi Intelejen di sana. “Di sana, saya awal-awal menangani kasus sampai akhirnya menjabat kasi. Kebetulan Pak Dian yang waktu itu menjabat Kasi Pidum, menjadi rekan kerja saya,” ujarnya.

Di Kota Bunga, putra pasangan Alm AKP (Purn) Willem Rabeta dan Anneke Loura Makalew, mencatatkan prestasi. Rabeta yang kala itu menjadi ketua tim membawa Kejari Tomohon mendapat predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Suami Augina Cynthia Tendean terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh dengan sang istri pada 2019. Wil, sapaan akrabnya dimutasi ke Enrekang. “Istri dan anak-anak tidak ikut karena istri juga ASN di Dinas Kesehatan Tomohon. Jadi saya yang pulang ke Manado,” ceritanya.

Karenanya, saat menerima Surat Keputusan (SK) penugasan di Tanah Tonsea, langsung bersyukur. Dia bisa kembali memberikan pengabdian sebagai penegak hukum di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Setelah dilantik Kajari Minut Fanny Widyastuti, Wil memastikan akan langsung melakukan rekonsiliasi dengan stakeholder terkait. Penanganan kasus tersisa bakal dituntaskan. “Saya akan langsung mempelajari kasus-kasus yang masih ditangani dan laporan-laporan yang belum ditindaklanjuti. Setelah itu, baru kita bisa menjelaskan. Saat ini, masih tahap perkenalan dulu,” terang ayah dari Timothy dan Brielle Rabeta tersebut.

Lanjut dia, sebagai aparat yang punya tugas khusus dalam penanganan korupsi, lelaki dua bersaudara itu, memastikan akan menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan prosedur. “Kami akan langsung soan ke Inspektorat sebagai APIP. Agar bisa menjaga koordinasi yang baik antar dua lembaga. Juga dengan instansi-instansi rekan kerja kami,” tandasnya. (*)

MANADOPOST.ID—Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Minahasa Utara (Minut), resmi berganti, Senin (29/11). Namun keseriusan Korps Adhyaksa di Tanah Tonsea, dalam penegakan hukum pelaku korupsi dipastikan tak akan kendor.

Posisi yang sebelumnya ditempati Dian Subdiana tersebut, kini dijabat Wilke Hennia Rabeta. Pria kelahiran Manado, 9 Mei 1986 itu, semula bertugas sebagai Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Enrekang, Sulawesi Selatan. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi, 2007 silam, mengawali karirnya di Cabjari Ondong Siau, Kejari Tahuna pada 2008. Ayah dua putri itu kemudian ditugaskan sebagai jaksa di Kejari Tomohon, lima tahun berselang.

Dua tahun setelahnya, ayah dua anak tersebut dipercaya menjabat Kasi Intelejen di sana. “Di sana, saya awal-awal menangani kasus sampai akhirnya menjabat kasi. Kebetulan Pak Dian yang waktu itu menjabat Kasi Pidum, menjadi rekan kerja saya,” ujarnya.

Di Kota Bunga, putra pasangan Alm AKP (Purn) Willem Rabeta dan Anneke Loura Makalew, mencatatkan prestasi. Rabeta yang kala itu menjadi ketua tim membawa Kejari Tomohon mendapat predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Suami Augina Cynthia Tendean terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh dengan sang istri pada 2019. Wil, sapaan akrabnya dimutasi ke Enrekang. “Istri dan anak-anak tidak ikut karena istri juga ASN di Dinas Kesehatan Tomohon. Jadi saya yang pulang ke Manado,” ceritanya.

Karenanya, saat menerima Surat Keputusan (SK) penugasan di Tanah Tonsea, langsung bersyukur. Dia bisa kembali memberikan pengabdian sebagai penegak hukum di wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Setelah dilantik Kajari Minut Fanny Widyastuti, Wil memastikan akan langsung melakukan rekonsiliasi dengan stakeholder terkait. Penanganan kasus tersisa bakal dituntaskan. “Saya akan langsung mempelajari kasus-kasus yang masih ditangani dan laporan-laporan yang belum ditindaklanjuti. Setelah itu, baru kita bisa menjelaskan. Saat ini, masih tahap perkenalan dulu,” terang ayah dari Timothy dan Brielle Rabeta tersebut.

Lanjut dia, sebagai aparat yang punya tugas khusus dalam penanganan korupsi, lelaki dua bersaudara itu, memastikan akan menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan prosedur. “Kami akan langsung soan ke Inspektorat sebagai APIP. Agar bisa menjaga koordinasi yang baik antar dua lembaga. Juga dengan instansi-instansi rekan kerja kami,” tandasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/