alexametrics
28.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Waduh! Gaji Karyawan PDAM Minut Menunggak Tiga Bulan, Begini Klarifikasi Dirut

MANADOPOST.ID—Jelang sebulan bertugas, jajaran pimpinan PDAM Minahasa Utara (Minut) masih dihadapkan pada setumpuk pekerjaan rumah (PR).

Belum juga tuntas permasalahan distribusi air kepada pelanggan di wilayah Airmadidi, ternyata masih ada masalah lain yang perlu diseriusi.

Informasi didapat, gaji para karyawan di salah satu BUMD Pemkab Minut tersebut,  belum dibayarkan selang tiga bulan terakhir.

Direktur Utama PDAM Minut Patrice Tamengkel saat dikonfirmasi tak menampik kabar tersebut. Kata dia, permasalahan tunggakan gaji karyawan sedang dituntaskan. Sepeninggal pengurus lama.

Katanya, pembayaran sudah dilakukan namun masih bertahap karena keterbatasan dana yang dimiliki. “Gaji itu berasal dari pemasukan melalui pembayaran tagihan pelanggan. Nah, sementara sejauh ini banyak pelanggan kita yang menunggak. Jadi untuk membayar gaji tersebut, kita harus kumpulkan lagi dari pembayaran tagihan pelanggan. Sejauh ini sedang kita bayar bertahap,” ungkap dia.

Lanjutnya, permasalahan tersebut memang sedang disikapi serius agar tidak terus terjadi. Olehnya, upaya meningkatkan pelanggan air PDAM akan dipacu. Dia merinci, sejauh ini total berada di kisaran 5000 pelanggan.

“Kita akan upaya bisa sampai 7000 dulu agar pemasukan bisa lebih banyak masuk. Itu langkah jangka panjangnya. Nah untuk sekarang, kita pacu penagihan kepada para pelanggan yang menunggak,” beber dia.

Proses serupa juga berlaku terhadap tunggakan iuran karyawan di BPJS Ketenagakerjaan. “Memang untuk iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan berbeda. Kalau untuk kesehatan, dibayarkan normal. Dan itu kita lakukan setiap bulan. Tetapi untuk ketenagakerjaan, ada dana sharing PDAM di sana. Jadi tidak 100 persen dalam bentuk iuran kita. Nah, untuk tunggakannya itu yang sedang kita cari dengan menambah pemasukan,” tuturnya.

Dia mengakui memang ada kebocoran di jaringan PDAM yang cukup besar sebagaimana hasil audit BPKP. “Jadi semuanya secara bertahap kita selesaikan dulu agar ke depan bisa lebih optimal,” terangnya.

Ditambahkan Dirut PDAM Minut sebelumnya Daybert Rooroh, tunggakan gaji hanya dua bulan. Kata dia, banyaknya tunggakan pelanggan lebih disebabkan pandemi Covid-19. “Sehingga proses penagihan kita tidak bisa optimal. Di satu sisi harus pacu pendapatan, tetapi di sisi lain kita menemukan kendala terhadap pelanggan yang terdampak pandemi,” tukasnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Jelang sebulan bertugas, jajaran pimpinan PDAM Minahasa Utara (Minut) masih dihadapkan pada setumpuk pekerjaan rumah (PR).

Belum juga tuntas permasalahan distribusi air kepada pelanggan di wilayah Airmadidi, ternyata masih ada masalah lain yang perlu diseriusi.

Informasi didapat, gaji para karyawan di salah satu BUMD Pemkab Minut tersebut,  belum dibayarkan selang tiga bulan terakhir.

Direktur Utama PDAM Minut Patrice Tamengkel saat dikonfirmasi tak menampik kabar tersebut. Kata dia, permasalahan tunggakan gaji karyawan sedang dituntaskan. Sepeninggal pengurus lama.

Katanya, pembayaran sudah dilakukan namun masih bertahap karena keterbatasan dana yang dimiliki. “Gaji itu berasal dari pemasukan melalui pembayaran tagihan pelanggan. Nah, sementara sejauh ini banyak pelanggan kita yang menunggak. Jadi untuk membayar gaji tersebut, kita harus kumpulkan lagi dari pembayaran tagihan pelanggan. Sejauh ini sedang kita bayar bertahap,” ungkap dia.

Lanjutnya, permasalahan tersebut memang sedang disikapi serius agar tidak terus terjadi. Olehnya, upaya meningkatkan pelanggan air PDAM akan dipacu. Dia merinci, sejauh ini total berada di kisaran 5000 pelanggan.

“Kita akan upaya bisa sampai 7000 dulu agar pemasukan bisa lebih banyak masuk. Itu langkah jangka panjangnya. Nah untuk sekarang, kita pacu penagihan kepada para pelanggan yang menunggak,” beber dia.

Proses serupa juga berlaku terhadap tunggakan iuran karyawan di BPJS Ketenagakerjaan. “Memang untuk iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan berbeda. Kalau untuk kesehatan, dibayarkan normal. Dan itu kita lakukan setiap bulan. Tetapi untuk ketenagakerjaan, ada dana sharing PDAM di sana. Jadi tidak 100 persen dalam bentuk iuran kita. Nah, untuk tunggakannya itu yang sedang kita cari dengan menambah pemasukan,” tuturnya.

Dia mengakui memang ada kebocoran di jaringan PDAM yang cukup besar sebagaimana hasil audit BPKP. “Jadi semuanya secara bertahap kita selesaikan dulu agar ke depan bisa lebih optimal,” terangnya.

Ditambahkan Dirut PDAM Minut sebelumnya Daybert Rooroh, tunggakan gaji hanya dua bulan. Kata dia, banyaknya tunggakan pelanggan lebih disebabkan pandemi Covid-19. “Sehingga proses penagihan kita tidak bisa optimal. Di satu sisi harus pacu pendapatan, tetapi di sisi lain kita menemukan kendala terhadap pelanggan yang terdampak pandemi,” tukasnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/