33.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Proyek Rusunawa KemenPUPR Tinggal Peresmian, PT Mitra Usaha Jasa Tegaskan Sudah Sesuai Aturan 

MANADOPOST.ID—Pembangunan proyek rumah susun (rusun) ASN Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, telah tuntas. Hasilnya pun sesuai harapan.

Hal itu ditegaskan Manajer Area PT Mitra Usaha Jasa Gideon Oktavia guna membantah beragam tudingan miring terhadap pihaknya.

Perusahaan konstruksi pemenang tender proyek tersebut memastikan pembangunan telah dilakukan sesuai dengan kontrak kerja. Dia menegaskan, berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada pihaknya merupakan fitnah. Dan tidak dapat dibuktikan. Semua ulah oknum tak bertanggungjawab yang mencari keuntungan pribadi.

Pantauan Manado Post, bangunan memang tampak sudah tuntas dibangun sesuai gambar awal yang diterima media ini. Struktur bangunan juga terlihat sudah rampung. Meskipun beberapa pekerjaan pemeliharaan masih berlangsung.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Semua data dan info yang disampaikan tidak benar. Kami menduga berita bohong itu sengaja dibuat oknum-oknum tak bertanggung jawab yang sebelumnya bekerja di proyek ini tetapi diberhentikan karena berbuat kesalahan atau keteledoran fatal,” ungkapnya.

Ditegaskan, proyek milik Balai Pelaksana Penyedia Perumahan (BP2P) Sulawesi I tersebut sudah selesai. Saat ini masuk pemeliharaan. “Memang ada keterlambatan karena pandemi Covid-19. Tetapi sesuai peraturan Menteri Keuangan, proyek tetap kami lanjutkan dengan pembayaran denda setiap harinya. Dan tanggung jawab itu telah kami penuhi,” jelasnya.

Sementara terkait banyaknya pekerja proyek yang pulang karena gaji tak dibayar, salah satu pekerja angkat bicara. Samlawi menuturkan informasi tersebut mengada-ada. Banyak pekerja yang akhirnya pulang karena kemauannya sendiri. Bahkan ada yang didatangkan dari luar daerah, pada akhirnya justru bekerja di tempat lain. “Karena ada yang membujuk mereka bekerja di tempat lain dengan iming iming fasilitas dan gaji lebih tinggi dari standard daerah setempat. Kami yang rugi sebenarnya. Sedangkan soal gaji, memang beberapa pekerjaan kami bayarkan terlambat, tetapi bukan dari perusahaan ke pekerja akan tetapi antara mandor dan pekerja dikarenakan kasbon pribadi antara mandor dan pekerja semua selama ini tidak ada yang tidak dibayar,” tegasnya.

Katanya, mereka sudah bekerja selama tiga bulan dan harus kembali ke keluarga di Jawa. Karena memang kesepakatan perusahan dengan pekerja dari luar dengan kontrak per tiga bulan dan diberi izin cuti untuk pulang menemui keluarga. “Jadi kalau ada yang bilang tidak terbayar tidak mungkin, karena kalau tidak terbayar kami tidak mungkin bisa mendatangkan pekerja lagi, bahkan mereka yang pulang setelah bekerja tiga bulan setelah masa cuti masih kembali lagi,” ujarnya saat sementara bekerja. (jen)

MANADOPOST.ID—Pembangunan proyek rumah susun (rusun) ASN Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, telah tuntas. Hasilnya pun sesuai harapan.

Hal itu ditegaskan Manajer Area PT Mitra Usaha Jasa Gideon Oktavia guna membantah beragam tudingan miring terhadap pihaknya.

Perusahaan konstruksi pemenang tender proyek tersebut memastikan pembangunan telah dilakukan sesuai dengan kontrak kerja. Dia menegaskan, berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada pihaknya merupakan fitnah. Dan tidak dapat dibuktikan. Semua ulah oknum tak bertanggungjawab yang mencari keuntungan pribadi.

Pantauan Manado Post, bangunan memang tampak sudah tuntas dibangun sesuai gambar awal yang diterima media ini. Struktur bangunan juga terlihat sudah rampung. Meskipun beberapa pekerjaan pemeliharaan masih berlangsung.

“Semua data dan info yang disampaikan tidak benar. Kami menduga berita bohong itu sengaja dibuat oknum-oknum tak bertanggung jawab yang sebelumnya bekerja di proyek ini tetapi diberhentikan karena berbuat kesalahan atau keteledoran fatal,” ungkapnya.

Ditegaskan, proyek milik Balai Pelaksana Penyedia Perumahan (BP2P) Sulawesi I tersebut sudah selesai. Saat ini masuk pemeliharaan. “Memang ada keterlambatan karena pandemi Covid-19. Tetapi sesuai peraturan Menteri Keuangan, proyek tetap kami lanjutkan dengan pembayaran denda setiap harinya. Dan tanggung jawab itu telah kami penuhi,” jelasnya.

Sementara terkait banyaknya pekerja proyek yang pulang karena gaji tak dibayar, salah satu pekerja angkat bicara. Samlawi menuturkan informasi tersebut mengada-ada. Banyak pekerja yang akhirnya pulang karena kemauannya sendiri. Bahkan ada yang didatangkan dari luar daerah, pada akhirnya justru bekerja di tempat lain. “Karena ada yang membujuk mereka bekerja di tempat lain dengan iming iming fasilitas dan gaji lebih tinggi dari standard daerah setempat. Kami yang rugi sebenarnya. Sedangkan soal gaji, memang beberapa pekerjaan kami bayarkan terlambat, tetapi bukan dari perusahaan ke pekerja akan tetapi antara mandor dan pekerja dikarenakan kasbon pribadi antara mandor dan pekerja semua selama ini tidak ada yang tidak dibayar,” tegasnya.

Katanya, mereka sudah bekerja selama tiga bulan dan harus kembali ke keluarga di Jawa. Karena memang kesepakatan perusahan dengan pekerja dari luar dengan kontrak per tiga bulan dan diberi izin cuti untuk pulang menemui keluarga. “Jadi kalau ada yang bilang tidak terbayar tidak mungkin, karena kalau tidak terbayar kami tidak mungkin bisa mendatangkan pekerja lagi, bahkan mereka yang pulang setelah bekerja tiga bulan setelah masa cuti masih kembali lagi,” ujarnya saat sementara bekerja. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/