24.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Petahana Banyak Berguguran, Ini Daftar 98 Nama Hukum Tua Terpilih di Kabupaten Minahasa

Kecamatan Tondano Utara (2 Desa)

– Desa Kembuan : Olke Walalangi

– Desa Kembuan Satu : Michael Marlon Nender

Kecamatan Lembean Timur (7 Desa)

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

– Desa Seretan Timu : Jeremias Warouw Rawung

– Desa Kapataran : Hendrik H. Ali

– Desa Atep Oki : Jeril M. Lompoliu

– Desa Karor : Recky Ramly Paoki

– Desa Parentek : Steidi Sumanti

– Desa Kapatara Satu : Barky Tambariki

– Desa Kaleosan : Jefri Guspita Sigar

Kecamatan Pineleng (3 Desa)

– Desa Winangun Atas : Theo Herwanto

– Desa Pineleng Satu : Reyner Rampengan

– Desa Sea Satu : Nevie Revie Oroh

Kecamatan Mandolang (2 Desa)

– Desa Kalasey Satu : Lelly Tonggar

– Desa Tateli Satu : Tonny Pusung

Kecamatan Tombulu (3 Desa) Bank

– Desa Koka : Joce Paath Sajouw

– Desa Kembes Dua : Albert Kindangen

– Desa Rumengkor : Martinus Mamuaya

Dari pantauan Manado Post, sejak pagi, para calon diarak massa pendukungnya ke lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Usai melakukan pemilihan, massa masing-masing calon kembali ke kediaman calon untuk berpesta.

Sejumlah petahana tumbang dalam kontes demokrasi di tingkat desa ini. Seperti di Desa Kapataran, kepemimpinan Berty Watulingas yang sudah sekira 20 tahun berakhir.
Masyarakat mempercayakan kepada Hendrik Ali. Di Desa Kolongan Atas, Ram Makagiansar yang adalah Ketua APDESI Sulut saat ini, kalah tipis dari Rudi Tendean. Di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder, petahana Robby Willy Sela kalah dari calon hukum tua nomor urut 2 Rudi Harto Lontaan.
Elfira Andries berhasil meraih suara terbanyak pada Pilhut Desa Senduk tahun ini dan berhasil menumbangkan calon yang merupakan hukum tua sebelumnya yang sudah menjabat sekira 10 tahun, Felix Sundalangi. Sejarah pun terjadi di Desa Senduk. Dimana enam tahun kedepan desa ini untuk pertama kali dipimpin sosok srikandi. Dia juga mengalahkan mantan pejabat eselon II yang pernah dipercaya Kepala Dinas Pertanian Minahasa Ir Subhan Torar.
Calon nomor urut 4 ini menang mutlak menempati suara tertinggi di empat TPS yang disediakan. Total dukungan yang diraih Elfira sebanyak 734 suara dari total 1.600-an warga yang menyalurkan hak pilih di TPS.
“Puji syukur kepada Tuhan Yesus yang Maha Kuasa atas hasil Pilhut yang diraih. Terima kasih kepada pendukung yang sudah memilih saya. Ini tentunya kemenangan seutuhnya warga Senduk. Setelah ini tidak ada lagi warga yang terkotak-kotak semunya menjadi satu warga saya membangun Desa Senduk kedepan,” ujar Elvira.

Ia mengatakan siap membawa Desa Senduk jauh lebih maju dengan berbagai program yang disiapkan seperti pelayanan air bersih, pembukaan jalan akses perkebunan dan program lainnya. “Termasuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan transparan,” ucapnya.
Meski begitu, ada beberapa petahana yang melenggang mulus. Seperti di Desa Kembes Dua, Albert Kindangen dinyatakan menang atas empat calon lainnya. Meski sebelumnya diprediksi kalah, hasil akhir menentukan Albert Kindangen kembali memimpin Desa Kembes Dua. Bertolak ke Remboken, Tenny Kasenda selaku petahana di Desa Parepei, menang telak. Juga Martinus Mamuaja yang masih mempertahankan diri sebagai Hukum Tua terpilih Desa Rumengkor.
Ada pula para pendatang baru yang maju dengan berbagai program mutu dan langsung dipercaya masyarakat. Menarik di Desa Tincep Hukum Tua Rommy Dapu, memberanikan diri mengusung istrinya Meitha Pion maju sebagai salah satu calon. Terinformasi, Meitha Piong mampu memenangi Pilhut dengan perolehan suara yang fantastis.
Terpisah, dari Kecamatan Tombulu, kakak kandung Bupati Minahasa periode 2013-2018 Janjte Wowiling Sajouw, berhasil meraih kemenangan. Dari tiga calon, Joce Paath Sajow mengunci kemenangan.
“Terima kasih atas doa dan dukungan keluarga, dan masyarakat kepada saya. Mari sama-sama kedepan kita wujudkan Desa Koka yang semakin maju lagi,” tukas dia.
Lain halnya di Desa Kanonang Tiga, suasana sempat memanas usai penghitungan suara. Massa pendukung dari calon nomor urut 1 Frangky Sondakh melayangkan protes atas hasil kemenangan tipis dari Vivi Tumbelaka calon nomor urut tiga yang juga adalah petahana. Perbedaan satu suara menimbulkan kecurigaan dari masyarakat. “Kami mencurigai ini jelas ada kecurangan. Karena pertama kami sudah pastikan menang, tapi setelah itu ada 8 kertas suara yang hilang. Setelah dihitung lagi, calon nomor urut 3 yang menang. Ini jelas harus ditelusuri atau diadakan pemilihan kembali,” tegas salah satu masyarakat di sana yang meminta namanya tak dikorankan.
Kata dia, terendus terjadi money politics pada perhelatan Pilhut tersebut. “Ini kuat kami dengar dan curigai sudah ada politik uang yang terjadi. Jadi kalau bisa harus dilaksanakan Pilhut kembali,” ujarnya. Diketahui calon nomor urut satu belum menandatangani berita acara atau menolak hasil sementara Pilhut di Desa Kanonang Tiga.
Massa para pendukung kedua kubu hampir saja bentrok. Untung saja segera dilerai aparat gabungan yang disiapkan untuk pengamanan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minahasa Jeffry Tangkulung ketika dikonfirmasi soal apa ada peluang dilaksanakan Pilhut kembali di Desa Kanonang Tiga mengaku, hasil yang ada sudah disahkan. “Memang sempat terjadi perselisihan. Namun semua sudah selesai dan aman. Untuk Pilhut ulang, tidak ada. Semuanya sudah aman terlaksana. Terima kasih untuk semua yang terlibat,” tukas dia.
Dia mewakili Pemkab Minahasa meminta seluruh calon mampu menahan massa pendukung masing-masing untuk menciptakan kondisi aman. “Proses pemilihan telah selesai. Sekarang kami sangat bermohon kepada seluruh calon yang ada agar bisa menahan masing-masing pendukungnya. Mari kita ciptakan suasana yang aman tentram dan damai. Dan bersama-sama membangun desa,” harap dia.
Sebelumnnya, Bupati Minahasa Dr Ir Royke O Roring MSi (ROR), bersama Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK, Ketua Pengadilan Negeri Tondano Nova Loura Sasube SH MH, Kejari Minahasa Dicky Oktavia SH MH, mewakili Dandim 1302/Minahasa Kasdim Mayor inf. Vino onibala SPt, dan Jajaran Pemkab Minahasa melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Pilhut di beberapa TPS.
Bupati menegaskan Pilhut telah berjalan dengan lancar dan aman. Meskipun dalam Pilhut ini ada yang menang dan ada yang kalah, ada yang bisa menerima bahkan mungkin ada yang belum bisa menerima kekalahan.
”Saya dapat pastikan semua telah berjalan dengan aman dan lancar. Soal riak-riak menang atau kalah hal itu biasa dalam kompetisi apapun,” terang Bupati. Dia mengakui Pilhut merupakan momen yang ditunggu banyak pihak dan masyarakat. Menurutnya dalam proses demokrasi pasti ada riak-riak baik dari calon maupun pendukung, hanya saja secara keseluruhan semua boleh terlaksana sesuai dengan harapan kita semua. ”Pilhut hari ini yang diawali dengan cuaca yang baik dapat terlaksana dengan baik pula, dan siapa yang terpilih adalah pilihan Tuhan Melalui masyarakat, dan kiranya yang tidak terpilih dapat menopang bagi yang terpilih untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk pembangunan Desa ke depan,” terang Bupati.
Dia kemudian mengajak kepada semua pihak bahu membahu melaksanakan pemerintahan serta pembangunan di masing-masing desa dengan penuh semangat dan secara bersama-sama kita bangun desa menjadi lebih baik. ”Perbedaan kita telah lewati bersama dalam momen ini. Kini saatnya kita bersama membangun desa yang kita cintai menjadi lebih baik,” tegas Bupati.
Sementara Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi (RD) didampingi Kepala Dinas PMD Kabupaten Minahasa Jeffry Tangkulung serta Camat Tombariri Timur memantau Pilhut di Desa Lemoh Barat Kecamatan Tombariri. RD menegaskan Pilhut Serentak hari ini merupakan sejarah pesta demokrasi yang takkan memiliki arti dan makna penting bagi pembangunan di Minahasa.
”Kita telah sanggup dan sukses menggelar hajatan penting ini secara serentak. Dan hari ini semua boleh berjalan dengan baik,” terang RD.
Wabup RD menyampaikan banyak terima kasih kepada Panitia Pilhut mulai dari Kabupaten, Kecamatan hingga Desa yang telah bekerja keras tanpa lelah menyiapkan dan melaksanakan pesta demokrasi ini. Terima kasih juga kepada aparat TNI Polri, Linmas, Sat Pol PP, Dishub dan seluruh pihak yang telah berperan suksesnya Pilhut ini. Tak lupa juga kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan Pilhut ini. ”Siapapun yang terpilih mereka adalah putra putri terbaik kita. Doakan dan dukunglah mereka dalam melaksanakan tugas demi kemajuan desa,” kunci Wabup RD.(ler/gel)

 

Kecamatan Tondano Utara (2 Desa)

– Desa Kembuan : Olke Walalangi

– Desa Kembuan Satu : Michael Marlon Nender

Kecamatan Lembean Timur (7 Desa)

– Desa Seretan Timu : Jeremias Warouw Rawung

– Desa Kapataran : Hendrik H. Ali

– Desa Atep Oki : Jeril M. Lompoliu

– Desa Karor : Recky Ramly Paoki

– Desa Parentek : Steidi Sumanti

– Desa Kapatara Satu : Barky Tambariki

– Desa Kaleosan : Jefri Guspita Sigar

Kecamatan Pineleng (3 Desa)

– Desa Winangun Atas : Theo Herwanto

– Desa Pineleng Satu : Reyner Rampengan

– Desa Sea Satu : Nevie Revie Oroh

Kecamatan Mandolang (2 Desa)

– Desa Kalasey Satu : Lelly Tonggar

– Desa Tateli Satu : Tonny Pusung

Kecamatan Tombulu (3 Desa) Bank

– Desa Koka : Joce Paath Sajouw

– Desa Kembes Dua : Albert Kindangen

– Desa Rumengkor : Martinus Mamuaya

Dari pantauan Manado Post, sejak pagi, para calon diarak massa pendukungnya ke lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Usai melakukan pemilihan, massa masing-masing calon kembali ke kediaman calon untuk berpesta.

Sejumlah petahana tumbang dalam kontes demokrasi di tingkat desa ini. Seperti di Desa Kapataran, kepemimpinan Berty Watulingas yang sudah sekira 20 tahun berakhir.
Masyarakat mempercayakan kepada Hendrik Ali. Di Desa Kolongan Atas, Ram Makagiansar yang adalah Ketua APDESI Sulut saat ini, kalah tipis dari Rudi Tendean. Di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder, petahana Robby Willy Sela kalah dari calon hukum tua nomor urut 2 Rudi Harto Lontaan.
Elfira Andries berhasil meraih suara terbanyak pada Pilhut Desa Senduk tahun ini dan berhasil menumbangkan calon yang merupakan hukum tua sebelumnya yang sudah menjabat sekira 10 tahun, Felix Sundalangi. Sejarah pun terjadi di Desa Senduk. Dimana enam tahun kedepan desa ini untuk pertama kali dipimpin sosok srikandi. Dia juga mengalahkan mantan pejabat eselon II yang pernah dipercaya Kepala Dinas Pertanian Minahasa Ir Subhan Torar.
Calon nomor urut 4 ini menang mutlak menempati suara tertinggi di empat TPS yang disediakan. Total dukungan yang diraih Elfira sebanyak 734 suara dari total 1.600-an warga yang menyalurkan hak pilih di TPS.
“Puji syukur kepada Tuhan Yesus yang Maha Kuasa atas hasil Pilhut yang diraih. Terima kasih kepada pendukung yang sudah memilih saya. Ini tentunya kemenangan seutuhnya warga Senduk. Setelah ini tidak ada lagi warga yang terkotak-kotak semunya menjadi satu warga saya membangun Desa Senduk kedepan,” ujar Elvira.

Ia mengatakan siap membawa Desa Senduk jauh lebih maju dengan berbagai program yang disiapkan seperti pelayanan air bersih, pembukaan jalan akses perkebunan dan program lainnya. “Termasuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan transparan,” ucapnya.
Meski begitu, ada beberapa petahana yang melenggang mulus. Seperti di Desa Kembes Dua, Albert Kindangen dinyatakan menang atas empat calon lainnya. Meski sebelumnya diprediksi kalah, hasil akhir menentukan Albert Kindangen kembali memimpin Desa Kembes Dua. Bertolak ke Remboken, Tenny Kasenda selaku petahana di Desa Parepei, menang telak. Juga Martinus Mamuaja yang masih mempertahankan diri sebagai Hukum Tua terpilih Desa Rumengkor.
Ada pula para pendatang baru yang maju dengan berbagai program mutu dan langsung dipercaya masyarakat. Menarik di Desa Tincep Hukum Tua Rommy Dapu, memberanikan diri mengusung istrinya Meitha Pion maju sebagai salah satu calon. Terinformasi, Meitha Piong mampu memenangi Pilhut dengan perolehan suara yang fantastis.
Terpisah, dari Kecamatan Tombulu, kakak kandung Bupati Minahasa periode 2013-2018 Janjte Wowiling Sajouw, berhasil meraih kemenangan. Dari tiga calon, Joce Paath Sajow mengunci kemenangan.
“Terima kasih atas doa dan dukungan keluarga, dan masyarakat kepada saya. Mari sama-sama kedepan kita wujudkan Desa Koka yang semakin maju lagi,” tukas dia.
Lain halnya di Desa Kanonang Tiga, suasana sempat memanas usai penghitungan suara. Massa pendukung dari calon nomor urut 1 Frangky Sondakh melayangkan protes atas hasil kemenangan tipis dari Vivi Tumbelaka calon nomor urut tiga yang juga adalah petahana. Perbedaan satu suara menimbulkan kecurigaan dari masyarakat. “Kami mencurigai ini jelas ada kecurangan. Karena pertama kami sudah pastikan menang, tapi setelah itu ada 8 kertas suara yang hilang. Setelah dihitung lagi, calon nomor urut 3 yang menang. Ini jelas harus ditelusuri atau diadakan pemilihan kembali,” tegas salah satu masyarakat di sana yang meminta namanya tak dikorankan.
Kata dia, terendus terjadi money politics pada perhelatan Pilhut tersebut. “Ini kuat kami dengar dan curigai sudah ada politik uang yang terjadi. Jadi kalau bisa harus dilaksanakan Pilhut kembali,” ujarnya. Diketahui calon nomor urut satu belum menandatangani berita acara atau menolak hasil sementara Pilhut di Desa Kanonang Tiga.
Massa para pendukung kedua kubu hampir saja bentrok. Untung saja segera dilerai aparat gabungan yang disiapkan untuk pengamanan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minahasa Jeffry Tangkulung ketika dikonfirmasi soal apa ada peluang dilaksanakan Pilhut kembali di Desa Kanonang Tiga mengaku, hasil yang ada sudah disahkan. “Memang sempat terjadi perselisihan. Namun semua sudah selesai dan aman. Untuk Pilhut ulang, tidak ada. Semuanya sudah aman terlaksana. Terima kasih untuk semua yang terlibat,” tukas dia.
Dia mewakili Pemkab Minahasa meminta seluruh calon mampu menahan massa pendukung masing-masing untuk menciptakan kondisi aman. “Proses pemilihan telah selesai. Sekarang kami sangat bermohon kepada seluruh calon yang ada agar bisa menahan masing-masing pendukungnya. Mari kita ciptakan suasana yang aman tentram dan damai. Dan bersama-sama membangun desa,” harap dia.
Sebelumnnya, Bupati Minahasa Dr Ir Royke O Roring MSi (ROR), bersama Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa SIK, Ketua Pengadilan Negeri Tondano Nova Loura Sasube SH MH, Kejari Minahasa Dicky Oktavia SH MH, mewakili Dandim 1302/Minahasa Kasdim Mayor inf. Vino onibala SPt, dan Jajaran Pemkab Minahasa melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Pilhut di beberapa TPS.
Bupati menegaskan Pilhut telah berjalan dengan lancar dan aman. Meskipun dalam Pilhut ini ada yang menang dan ada yang kalah, ada yang bisa menerima bahkan mungkin ada yang belum bisa menerima kekalahan.
”Saya dapat pastikan semua telah berjalan dengan aman dan lancar. Soal riak-riak menang atau kalah hal itu biasa dalam kompetisi apapun,” terang Bupati. Dia mengakui Pilhut merupakan momen yang ditunggu banyak pihak dan masyarakat. Menurutnya dalam proses demokrasi pasti ada riak-riak baik dari calon maupun pendukung, hanya saja secara keseluruhan semua boleh terlaksana sesuai dengan harapan kita semua. ”Pilhut hari ini yang diawali dengan cuaca yang baik dapat terlaksana dengan baik pula, dan siapa yang terpilih adalah pilihan Tuhan Melalui masyarakat, dan kiranya yang tidak terpilih dapat menopang bagi yang terpilih untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab untuk pembangunan Desa ke depan,” terang Bupati.
Dia kemudian mengajak kepada semua pihak bahu membahu melaksanakan pemerintahan serta pembangunan di masing-masing desa dengan penuh semangat dan secara bersama-sama kita bangun desa menjadi lebih baik. ”Perbedaan kita telah lewati bersama dalam momen ini. Kini saatnya kita bersama membangun desa yang kita cintai menjadi lebih baik,” tegas Bupati.
Sementara Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey SSi (RD) didampingi Kepala Dinas PMD Kabupaten Minahasa Jeffry Tangkulung serta Camat Tombariri Timur memantau Pilhut di Desa Lemoh Barat Kecamatan Tombariri. RD menegaskan Pilhut Serentak hari ini merupakan sejarah pesta demokrasi yang takkan memiliki arti dan makna penting bagi pembangunan di Minahasa.
”Kita telah sanggup dan sukses menggelar hajatan penting ini secara serentak. Dan hari ini semua boleh berjalan dengan baik,” terang RD.
Wabup RD menyampaikan banyak terima kasih kepada Panitia Pilhut mulai dari Kabupaten, Kecamatan hingga Desa yang telah bekerja keras tanpa lelah menyiapkan dan melaksanakan pesta demokrasi ini. Terima kasih juga kepada aparat TNI Polri, Linmas, Sat Pol PP, Dishub dan seluruh pihak yang telah berperan suksesnya Pilhut ini. Tak lupa juga kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan Pilhut ini. ”Siapapun yang terpilih mereka adalah putra putri terbaik kita. Doakan dan dukunglah mereka dalam melaksanakan tugas demi kemajuan desa,” kunci Wabup RD.(ler/gel)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/