25.4 C
Manado
Senin, 15 Agustus 2022

Rekonstruksi Pembunuhan di Kawangkoan, Keluarga Korban Protes

MANADOPOST.ID–Pihak Satuan Reskrim Polres Minahasa menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Kinali, Kecamatan Kawangkoan 16 Agustus lalu. Rekonstruksi digelar di lapangan latihan mengemudi Mapolres Minahasa.

Terpantau turut hadir pihak keluarga korban untuk menyaksikan rekonstruksi yang menghadirkan langsung pelaku memakai baju tahanan. Dalam 28 adegan rekonstruksi, terungkap pada adegan ke 24 korban bernama Frenly Najoan (22) warga Desa Tompaso Dua, Kecamatan Tompaso Barat ditusuk tersangka HL alias Hence (41) warga Desa Pulutan, Kecamatan Remboken.

Tersangka menusuk korban sebanyak satu kali dan mengenai perut bagian belakang korban yang menyebabkan korban meninggal dunia. Pada adegan ke 25, tersangka langsung melarikan diri ke arah desanya dan kemudian diamankan Polsek Kawangkoan.

Selepas rekonstruksi, keluarga korban melayangkan keberatan ke pihak polres. Pasalnya menurut keluarga korban, ada sejumlah fakta di lapangan yang tidak sesuai juga tidak dimasukkan dalam rekonstruksi. Sehingga hal tersebut terkesan meringankan tersangka.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Ada beberapa fakta yang dialami oleh korban dan saksi tadi tidak dituangkan dalam rekonstruksi. Jadinya tidak sesuai, kronologisnya tidak dimulai dari awal dan ada adegan yang tidak diperlihatkan. Sedangkan adegan untuk membela diri dari korban dan saksi-saksi tidak ada dijelaskan di rekonstruksi ini,” keluh ayah korban Ronny Najoan saat ditemui di lokasi.

Sementara ibu korban Chenly Languyu juga mengatakan kalau rekonstruksi yang tidak sesuai itu malah bisa meringankan tersangka.

“Keadaan saat itu juga berdasarkan pengakuan saksi dan anak saya (korban) mereka membela diri dari para tersangka bukan mengejar tersangka. Saya juga menyesalkan pihak Polsek Kawangkoan yang tidak mau menahan rekan-rekan tersangka. Padahal mereka dengan jelas membantu tersangka melakukan pembunuhan ke anak saya. Mereka membantu menghadang dan memberikan pisau kepada tersangka yang digunakan menikam anak saya. Jadi harusnya mereka juga ikut ditahan, tapi ini dari Polsek Kawangkoan malah melepas mereka. Ini namanya tidak adil,” tukasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Sugeng Wahyudi Santoso saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tetap menerima aduan dan keluhan pihak keluarga yang merasa tidak sesuai.

“Saya sudah sampaikan ke keluarga korban, apabila ada pihak yang keberatan dan kurang setuju dengan pelaksanaan rekonstruksi, silahkan datang ke penyidik dan akan kita terima aduan mereka. Nanti apa yang mereka sampaikan akan kita catat dan kita tuangkan ke dalam berita acara dan ini bisa menjadi barang bukti atau tambahan keterangan yang akan kita sampaikan di berkas yang nantinya kita limpahkan ke jaksa penuntut umum,” tukasnya sembari mengatakan kepada tersangka dikenakan pasal 338 KUHP subsider 351 ayat 3 dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sebelumnya diketahui, kasus penikaman yang berbuntut kematian korban terjadi pada Senin (17/8) dini hari lalu di jalan raya Kinali. Korban dicegat tersangka dan rekan-rekannya dan langsung menusuk bagian belakang perut korban sebanyak satu kali dengan pisau badik dan kabur sebelum akhirnya diamankan Polsek Kawangkoan.(cw-01/rgm)

MANADOPOST.ID–Pihak Satuan Reskrim Polres Minahasa menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Kinali, Kecamatan Kawangkoan 16 Agustus lalu. Rekonstruksi digelar di lapangan latihan mengemudi Mapolres Minahasa.

Terpantau turut hadir pihak keluarga korban untuk menyaksikan rekonstruksi yang menghadirkan langsung pelaku memakai baju tahanan. Dalam 28 adegan rekonstruksi, terungkap pada adegan ke 24 korban bernama Frenly Najoan (22) warga Desa Tompaso Dua, Kecamatan Tompaso Barat ditusuk tersangka HL alias Hence (41) warga Desa Pulutan, Kecamatan Remboken.

Tersangka menusuk korban sebanyak satu kali dan mengenai perut bagian belakang korban yang menyebabkan korban meninggal dunia. Pada adegan ke 25, tersangka langsung melarikan diri ke arah desanya dan kemudian diamankan Polsek Kawangkoan.

Selepas rekonstruksi, keluarga korban melayangkan keberatan ke pihak polres. Pasalnya menurut keluarga korban, ada sejumlah fakta di lapangan yang tidak sesuai juga tidak dimasukkan dalam rekonstruksi. Sehingga hal tersebut terkesan meringankan tersangka.

“Ada beberapa fakta yang dialami oleh korban dan saksi tadi tidak dituangkan dalam rekonstruksi. Jadinya tidak sesuai, kronologisnya tidak dimulai dari awal dan ada adegan yang tidak diperlihatkan. Sedangkan adegan untuk membela diri dari korban dan saksi-saksi tidak ada dijelaskan di rekonstruksi ini,” keluh ayah korban Ronny Najoan saat ditemui di lokasi.

Sementara ibu korban Chenly Languyu juga mengatakan kalau rekonstruksi yang tidak sesuai itu malah bisa meringankan tersangka.

“Keadaan saat itu juga berdasarkan pengakuan saksi dan anak saya (korban) mereka membela diri dari para tersangka bukan mengejar tersangka. Saya juga menyesalkan pihak Polsek Kawangkoan yang tidak mau menahan rekan-rekan tersangka. Padahal mereka dengan jelas membantu tersangka melakukan pembunuhan ke anak saya. Mereka membantu menghadang dan memberikan pisau kepada tersangka yang digunakan menikam anak saya. Jadi harusnya mereka juga ikut ditahan, tapi ini dari Polsek Kawangkoan malah melepas mereka. Ini namanya tidak adil,” tukasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Sugeng Wahyudi Santoso saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tetap menerima aduan dan keluhan pihak keluarga yang merasa tidak sesuai.

“Saya sudah sampaikan ke keluarga korban, apabila ada pihak yang keberatan dan kurang setuju dengan pelaksanaan rekonstruksi, silahkan datang ke penyidik dan akan kita terima aduan mereka. Nanti apa yang mereka sampaikan akan kita catat dan kita tuangkan ke dalam berita acara dan ini bisa menjadi barang bukti atau tambahan keterangan yang akan kita sampaikan di berkas yang nantinya kita limpahkan ke jaksa penuntut umum,” tukasnya sembari mengatakan kepada tersangka dikenakan pasal 338 KUHP subsider 351 ayat 3 dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sebelumnya diketahui, kasus penikaman yang berbuntut kematian korban terjadi pada Senin (17/8) dini hari lalu di jalan raya Kinali. Korban dicegat tersangka dan rekan-rekannya dan langsung menusuk bagian belakang perut korban sebanyak satu kali dengan pisau badik dan kabur sebelum akhirnya diamankan Polsek Kawangkoan.(cw-01/rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/