31.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Kasus Cabul Meningkat di 2020

MANADOPOST.ID–Tindak kriminal pencabulan terhadap anak di bawah umur masih marak terjadi. Khususnya di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Minahasa. Diakui Kapolres Minahasa AKBP Deny Situmorang melalui Kasat Reserse Kriminal AKP Sugeng Santoso, kasus pencabulan marak terjadi akhir-akhir ini.

“Memang belakangan ini kasus pencabulan anak dibawah umur naik signifikan. Salah satu diantaranya, tindakan tiga pasangan remaja asal kawangkoan baru-baru ini yang notabene korbannya masih di bawah umur. Rata-rata para pelaku ini dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” ungkapnya saat ditemui selepas gelaran rekonstruksi kasus pembunuhan, pekan lalu.

Menurutnya, selang tiga bulan terakhir sejumlah kasus cabul dibawah umur ditangani reskrim. “Rata-rata pemicu mayoritas yakni remaja perempuannya mau untuk diajak bersetubuh atau dicabuli setelah dijanjikan sesuatu,” bebernya.

Senada, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Minahasa, IPDA Sius Demon menjelaskan, data perkara kasus di Minahasa yang ditangani PPA awal tahun 2020 terhitung januari hingga juli dalam akumulasi berjumlah 17 kasus cabul. Sementara selang Agustus-September berjumlah lima kasus.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Jadi totalnya ada 22 perkara. Memang angka presentase laporan masyarakat terhadap kasus asusila anak dibawah umur ini tergolong tinggi jika dibandingkan tahun 2019 kemarin,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya terus mengimbau kepada orang tua agar terus mengawasi aktifitas anaknya. Apalagi, kasus ini sering terjadi seringkali akibat kurangnya pengawasan, sehingga anak-anak ini dipengaruhi pergaulan lingkungan.

“Perlu sekali pendampingan orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak. Khususnya mereka usia dibawah umur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan apalagi menjadi korban pencabulan,” pungkasnya.(cw-01/rgm)

 

MANADOPOST.ID–Tindak kriminal pencabulan terhadap anak di bawah umur masih marak terjadi. Khususnya di wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Minahasa. Diakui Kapolres Minahasa AKBP Deny Situmorang melalui Kasat Reserse Kriminal AKP Sugeng Santoso, kasus pencabulan marak terjadi akhir-akhir ini.

“Memang belakangan ini kasus pencabulan anak dibawah umur naik signifikan. Salah satu diantaranya, tindakan tiga pasangan remaja asal kawangkoan baru-baru ini yang notabene korbannya masih di bawah umur. Rata-rata para pelaku ini dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara,” ungkapnya saat ditemui selepas gelaran rekonstruksi kasus pembunuhan, pekan lalu.

Menurutnya, selang tiga bulan terakhir sejumlah kasus cabul dibawah umur ditangani reskrim. “Rata-rata pemicu mayoritas yakni remaja perempuannya mau untuk diajak bersetubuh atau dicabuli setelah dijanjikan sesuatu,” bebernya.

Senada, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Minahasa, IPDA Sius Demon menjelaskan, data perkara kasus di Minahasa yang ditangani PPA awal tahun 2020 terhitung januari hingga juli dalam akumulasi berjumlah 17 kasus cabul. Sementara selang Agustus-September berjumlah lima kasus.

“Jadi totalnya ada 22 perkara. Memang angka presentase laporan masyarakat terhadap kasus asusila anak dibawah umur ini tergolong tinggi jika dibandingkan tahun 2019 kemarin,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya terus mengimbau kepada orang tua agar terus mengawasi aktifitas anaknya. Apalagi, kasus ini sering terjadi seringkali akibat kurangnya pengawasan, sehingga anak-anak ini dipengaruhi pergaulan lingkungan.

“Perlu sekali pendampingan orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak. Khususnya mereka usia dibawah umur untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan apalagi menjadi korban pencabulan,” pungkasnya.(cw-01/rgm)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/