29C
Manado
Sabtu, 6 Maret 2021

90 Ribu Warga Minahasa Tak Lagi Tercover, Mangala: Kami Arahkan Urus BPJS Mandiri

MANADOPOST.ID–Banyak masyarakat Kabupaten Minahasa, masih dibingungkan dengan persyaratan pengobatan yang ditanggung pemkab, pasca dinonaktifkannya BPJS Kesehatan.

Salah satu masyarakat di Kecamatan Pineleng yang meminta namanya tak dikorankan, ketika bersua Manado Post di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) pekan lalu, masih mengeluhkan dan bertanya-tanya terkait persoalan ini.

“Kami baru tahu kalau kartu BPJS sudah tidak aktif lagi. Kebetulan ibu saya lagi sakit, dan serta dilarikan ke RS Bhayangkara ternyata BPJS nya tak aktif,” beber dia.

Akhirnya, meski jarak yang begitu jauh dari Pineleng ke Tondano, dia mengaku harus tetap datang mengurus jaminan kesehatan. Akibat tak mampu jika harus membayar tarif normal.

“Meski hujan saya dan suami terpaksa datang kemari. Kami dari Dinsos diarahkan ke Dinkes untuk ambil surat rekomendasi. Kami harap, pemerintah lebih mempermudah, seperti pengurusan rekomendasi dialihkan ke puskesmas. Kami juga tidak tahu apakah masih masuk dalam 42 ribu daftar yang ditanggung pemerintah atau tidak,” tukasnya.

Terpisah, Toar F juga mengeluhkan hal yang sama. Dia bersama keluarga yang berdomisili di Desa Sea mesti mengurus surat rekomendasi di Dinkes Minahasa. Karena wajib mengambil obat rutin.

“Saya selalu mengambil obat rutin, ketika dicek kartu BPJS sudah non aktif, ternyata dari info pemerintah Minahasa telah putus kerjasama dengan BPJS, ini menyulitkan kami yang tinggal dijauh ditambah harus rutin kontrol kesehatan dan mengambil obat,” keluhnya lagi.

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Minahasa Denny Mangala menjelaskan, dengan terpaan pandemi Covid-19 serta naiknya iuran BPJS Kesehatan, maka dari sebelumnya sekira 136 ribu masyarakat yang dicover, terpaksa harus dikurangi.

“Jadi ada sekira 90 ribu yang tidak lagi tercover BPJS sebelumnya. Saat ini, sebanyak 42 ribu masyarakat yang masih kita tanggung pengobatannya, tetap bisa berobat di sembilan rumah sakit yang telah bekerja sama,” jelasnya.

Dia mengarahkan, untuk 90 ribu lebih masyarakat yang tak lagi dicover, sebaiknya mengurus BPJS Mandiri. “Kami arahkan untuk mengurus BPJS Mandiri. Untuk yang 42 ribu, tetap bisa berobat dan ditanggung Pemkab Minahasa,” kuncinya.(cw-01/gnr)

Artikel Terbaru