26.4 C
Manado
Sabtu, 13 Agustus 2022

2,7 M Siap Rehab Rumah 156 KK di Minahasa

MANADOPOST.ID–Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Minahasa berhasil meloby bantuan rumah bagi masyarakat.

Sebanyak 156 Kepala Keluarga di Kabupaten Minahasa akan menerima realisasi Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun 2020. Bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini terbagi di 10 Desa/Kelurahan.

“Total anggaran tersebut berjumlah 2,7 M dan akan realisasi dalam 3 tahap dan setiap keluarga diperuntukan dengan nominal 17,5 juta per KK dengan perincian 15 juta fisik dan 2,5 Juta sebagai upah Kerja,” ucap Kepala Dinas Perumahan dan pemukiman (perkim) Kabupaten Minahasa Lieke Pangau melalui Kepala bidang perumahan Ronald Rumokoy diruangannya, Rabu (8/7).

Menurutnya, realisasi anggaran BRS ini akan dilakukan melalui 3 tahap, yang pertama realiasi 25%, 45%, dan 10% yang akan ditranfer langsung ke penerima bantuan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Realisasinya akan bekerja sama dengan pihak penjual bahan fisik sesuai kebutuhan penerima dengan mengacu petunjuk teknis dari kementrian PUPR,” tuturnya.

Dia menjelaskan proses pendataan penerima melalui mekanisme pengusulan Desa tahun 2019 kemudian dilanjutkan ke kementrian terkait.

“Karena bantuan ini setiap tahun, tentunya setiap program sebelum realisasi telah kami sosialisasikan ke masyarakat mulai dari informasi sampai petunjuk teknis,” urai Rumokoy.

Pihaknya pun menghimbau bagi anggota penerima bantuan agar siap dengan swadaya yang ditentukan dan disesuaikan dengan jumlah bantuan agar BRS ini boleh rampung sesuai mekanisme yaitu peningkatan kwalitas rumah huni.

“Nantinya akan ada tim pengawas fasilitator dari dinas perkim yang akan mwmantau dan mengawasi jalannya pembangunan, diharapkan agar supaya penerima boleh menyelesaikan pekerjaan tetsebut sesuai yang diperuntukan,” jelasnya.

Disisi lain, Ketua Fraksi Partai Demokrat Debbi Kaseger, menilai, untuk bantuan BSR ini kedepan sebaiknya difokuskan ke daerah atau desa-desa yang masih dalam kategori tertinggal. Dia mencontohkan seperti desa-desa yang ada di jalur pantai timur Minahasa semisal Desa Mahembang dan Bukit Tinggi yang sangat butuh bantuan.

“Apalagi Desa Mahembang dan desa-desa yang ada disana mulai menjadi lokasi ekowisata. Saya berapa kali kesana, melihat pembangunan disana masih dibawah dari desa lain. Apalagi Desa Bukit Tinggi,” tutur Kaseger, yang memang dikenal vokal di DPRD Minahasa.

Lanjut dia memastikan, agar bantuan-bantuan tersebut harus melewati survey dan uji kelayakan penerima bantuan.

“Kami akan coba cari tau, bantuan yang akan disalurkan di beberapa desa. Kalau ada yang tidak sesuai kami siap hearing SKPD terkait,” tutupnya.(cw-01/rgm)

MANADOPOST.ID–Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Minahasa berhasil meloby bantuan rumah bagi masyarakat.

Sebanyak 156 Kepala Keluarga di Kabupaten Minahasa akan menerima realisasi Bantuan Rumah Swadaya (BRS) tahun 2020. Bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ini terbagi di 10 Desa/Kelurahan.

“Total anggaran tersebut berjumlah 2,7 M dan akan realisasi dalam 3 tahap dan setiap keluarga diperuntukan dengan nominal 17,5 juta per KK dengan perincian 15 juta fisik dan 2,5 Juta sebagai upah Kerja,” ucap Kepala Dinas Perumahan dan pemukiman (perkim) Kabupaten Minahasa Lieke Pangau melalui Kepala bidang perumahan Ronald Rumokoy diruangannya, Rabu (8/7).

Menurutnya, realisasi anggaran BRS ini akan dilakukan melalui 3 tahap, yang pertama realiasi 25%, 45%, dan 10% yang akan ditranfer langsung ke penerima bantuan.

“Realisasinya akan bekerja sama dengan pihak penjual bahan fisik sesuai kebutuhan penerima dengan mengacu petunjuk teknis dari kementrian PUPR,” tuturnya.

Dia menjelaskan proses pendataan penerima melalui mekanisme pengusulan Desa tahun 2019 kemudian dilanjutkan ke kementrian terkait.

“Karena bantuan ini setiap tahun, tentunya setiap program sebelum realisasi telah kami sosialisasikan ke masyarakat mulai dari informasi sampai petunjuk teknis,” urai Rumokoy.

Pihaknya pun menghimbau bagi anggota penerima bantuan agar siap dengan swadaya yang ditentukan dan disesuaikan dengan jumlah bantuan agar BRS ini boleh rampung sesuai mekanisme yaitu peningkatan kwalitas rumah huni.

“Nantinya akan ada tim pengawas fasilitator dari dinas perkim yang akan mwmantau dan mengawasi jalannya pembangunan, diharapkan agar supaya penerima boleh menyelesaikan pekerjaan tetsebut sesuai yang diperuntukan,” jelasnya.

Disisi lain, Ketua Fraksi Partai Demokrat Debbi Kaseger, menilai, untuk bantuan BSR ini kedepan sebaiknya difokuskan ke daerah atau desa-desa yang masih dalam kategori tertinggal. Dia mencontohkan seperti desa-desa yang ada di jalur pantai timur Minahasa semisal Desa Mahembang dan Bukit Tinggi yang sangat butuh bantuan.

“Apalagi Desa Mahembang dan desa-desa yang ada disana mulai menjadi lokasi ekowisata. Saya berapa kali kesana, melihat pembangunan disana masih dibawah dari desa lain. Apalagi Desa Bukit Tinggi,” tutur Kaseger, yang memang dikenal vokal di DPRD Minahasa.

Lanjut dia memastikan, agar bantuan-bantuan tersebut harus melewati survey dan uji kelayakan penerima bantuan.

“Kami akan coba cari tau, bantuan yang akan disalurkan di beberapa desa. Kalau ada yang tidak sesuai kami siap hearing SKPD terkait,” tutupnya.(cw-01/rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/