26 C
Manado
Kamis, 26 November 2020

Lihat Nih, Ada Patung Yesus di Bawah Laut Pantai Timur Minahasa

MANADOPOST.ID–Kabupaten Minahasa menyimpan sejuta potensi wisata. Baik yang terbentuk alami maupun yang dibuat oleh tangan-tangan kreatif.

Seperti yang baru-baru ini digagas oleh para pecinta selam bawah laut. Sebuah situs penyelaman artificial reef berupa monumen patung Yesus diletakan di bawah laut Desa Parentek, Kecamatan Lembean Timur.

Lokasi tersebut dinamakan Monumen Patung Yesus JuruSelam at Parentek. Patung tersebut diletakan di kedalaman 15 meter di bawah laut Pantai Parentek.

“Spot ini kami buat baru pekan lalu. Peletakan patung Yesus ini dilakukan oleh penyelam-penyelam profesional dari Minahasa dan Manado bersama dengan masyarakat Desa Parentek,” ungkap Roger Lantang, penggagas alternatif wisata tersebut.

Lantang membeberkan, dibuatnya spot penyelaman berupa patung Yesus tersebut berawal dari sebuah nazar. “Awalnya ini datang dari nazar berapa puluh tahun lalu waktu wisuda fakultas perikanan dan ilmu kelautan unsrat. Nazar itu adalah membuat artificial reef dalam bentuk Patung Yesus,” tambahnya.

Dia menjelaskan, patung tersebut juga dapat berdampak positif bagi kelangsungan ekosistem yang ada di sekitarnya. “Dari sisi ekologis peletakan artificial reef itu adalah media yang dapat membantu adanya karang baru yang menempel/settle pada substrat yang dibuat dan diletakan di dasar perairan pada kedalaman produktif lima sampai 15 meter,” jelasnya.

Lantang yang juga ASN di Pemkab Minahasa itu pun berharap dengan adanya peletakan artificial reef berupa patung Yesus di bawa laut itu, dapat memicu adanya kunjungan wisata. “Khususnya mereka yang hobi menyelam. Karena dapat menumbuhkan kunjungan wisata bawah laut di Desa Parentek dan sekitarnya,” tukas Lantang sembari turut berterimakasih atas sejumlah pihak yang terlibat dalam pembuatan artificial reef Patung Yesus di bawah laut.

Terpisah, Kadis Pariwisata Minahasa Teddy Sumual mengatakan, potensi wisata bawah laut Pantai Timur Minahasa tidak kalah menarik dengan Bunaken. “Di sepanjang Pantai Timur Minahasa, termasuk di Parentek itu memang terumbuh karang dan hewan endemiknya yang unik-unik. Bawah laut di sana tidak kalah dengan di tempat lain seperti raja ampat dan bunaken. Apalagi dengan adanya artificial reef berbentuk patung Yesus, pasti akan lebih menambah daya tarik bawah laut Pantai Timur,” ungkapnya saat dihubungi, Minggu (8/11).

Dengan begitu, tambah Sumual, itu dapat juga menarik wisatawan dan diharapkan setelah pandemi Covid-19, wisata di Minahasa akan kembali jaya.

“Juga tentunya akan menjadi sumber penghasilan alternative bagi masyarakat sekitar dari sektor pariwisata dengan adanya multi efek impact pelaku pariwisata di tingkat desa. Karena di sana sudah saya latih sejumlah milenial desa untuk menjadi divers profesional. Nantinya mereka akan bisa bertugas menjadi guide-guide untuk wisata bawah laut. Diharapkan juga dengan begitu, masyarakat di pesisir Pantai Timur akan lebih melindungi terumbu karang serta mampu mengelola dan memanfaatkan pontensi ini dengan prinsip lestari,” pungkas Sumual.(cw-01/rgm)

-

Artikel Terbaru

Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Internet Desa Lambat

MANADOPOST.ID—Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan internet desa di 101 kampung di Kabupaten Kepulauan Sangihe lambat. Diketahui, anggaran pengadaan internet desa sebesar Rp 6,06 miliar.

AHY Datang, Makassar Membiru

MAKASSAR—Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melanjutkan Gerilya Nusantaranya. Kali ini Ketum AHY turun langsung ke Makassar untuk meyakinkan partainya kompak dan solid memenangkan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar nomor urut 2, Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman).  

CPNS 2019 Jalani Magang

MANADOPOST.ID--Mulai awal Desember 2020, 232 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Kotamobagu formasi tahun 2019 akan dikumpul Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kotamobagu.

Mimpi Menjadi Nyata Bersama JKN-KIS

MANADOPOST.ID—Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) dirasakan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Bea Cukai Musnakan Rokok dan MMEA Ilegal, Nilainya Capai Rp1,1 Miliar

MANADOPOST.ID— Rabu (25/11) kemarin, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Manado dan Bitung di Kantor KPPBC Manado