29.4 C
Manado
Minggu, 3 Juli 2022

Tak Dapat Bansos di Tahap Satu, Akan Diberi Pada Tahap Kedua

MANADOPOST.ID-Terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi 20.834 kepala keluarga (KK) di Minahasa, pemerintah kabupaten kembali menegaskan yang dibagikan dalam tahap pertama, sasarannya keluarga kurang mampu dalam basis data terpadu, dan keluarga penerima bantuan non tunai.

Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan Dan Kesra Minahasa Denny Mangala Kamis (9/4). “Yang dibagikan dalam tahap satu hari ini adalah keluarga kurang mampu yang masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT, red) dikurangi keluarga penerima PKH dan Keluarga penerima bantuan pangan non tunai ditambah dengan tukang ojek, kusir bendi dan sopir angkutan umum totalnya ada 20.800 lebih Keluarga. Persoalannya tukang ojek, sopir dan kusir bendi adalah pekerja harian yang sangat dinamis. Yang sempat terdata totalnya ada 3000 lebih itu dapat semua tapi yang belum sempat terdata tentu akan diberikan pada tahap dua. Berasabar saja,” ujar Mangala.

Jelas Mangala, data yang terkait dengan sopir, tukang objek merupakan data yang diambil dari hukum tua atau lurah. “Data ojek, kusir bendi dan Sopir angkutan umum itu semua dari kumtua dan lurah yang dimasukan mereka waktu bulan lalu akan dicover melalui BPJS Tenaga Kerja. Katanya belum semua ojek tercover dalam bantuan tahap satu ini. Karena masih ada kumtua dan lurah yang tidak memasukan nama nama yang lain,” tandasnya.

“Karena itu, untuk yang belum tercover pada bantuan tahap satu akan diberikan pada tahap dua,” janjinya, sembari berharap para camat agar menyampaikan kepada para kumtua dan lurah, jika ada yang belum terima dan memenuhi kriteria segera didata dan dilaporkan, agar di tahap kedua akan terealisasi. (Mega)

MANADOPOST.ID-Terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi 20.834 kepala keluarga (KK) di Minahasa, pemerintah kabupaten kembali menegaskan yang dibagikan dalam tahap pertama, sasarannya keluarga kurang mampu dalam basis data terpadu, dan keluarga penerima bantuan non tunai.

Hal ini disampaikan Asisten Pemerintahan Dan Kesra Minahasa Denny Mangala Kamis (9/4). “Yang dibagikan dalam tahap satu hari ini adalah keluarga kurang mampu yang masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT, red) dikurangi keluarga penerima PKH dan Keluarga penerima bantuan pangan non tunai ditambah dengan tukang ojek, kusir bendi dan sopir angkutan umum totalnya ada 20.800 lebih Keluarga. Persoalannya tukang ojek, sopir dan kusir bendi adalah pekerja harian yang sangat dinamis. Yang sempat terdata totalnya ada 3000 lebih itu dapat semua tapi yang belum sempat terdata tentu akan diberikan pada tahap dua. Berasabar saja,” ujar Mangala.

Jelas Mangala, data yang terkait dengan sopir, tukang objek merupakan data yang diambil dari hukum tua atau lurah. “Data ojek, kusir bendi dan Sopir angkutan umum itu semua dari kumtua dan lurah yang dimasukan mereka waktu bulan lalu akan dicover melalui BPJS Tenaga Kerja. Katanya belum semua ojek tercover dalam bantuan tahap satu ini. Karena masih ada kumtua dan lurah yang tidak memasukan nama nama yang lain,” tandasnya.

“Karena itu, untuk yang belum tercover pada bantuan tahap satu akan diberikan pada tahap dua,” janjinya, sembari berharap para camat agar menyampaikan kepada para kumtua dan lurah, jika ada yang belum terima dan memenuhi kriteria segera didata dan dilaporkan, agar di tahap kedua akan terealisasi. (Mega)

Most Read

Artikel Terbaru

/