24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

2019, Minahasa Ketambahan 372 Janda-Duda

MANADOPOST.ID–Kasus perceraian nampaknya masih marak terjadi di berbagai tempat. Termasuk di Kabupaten Minahasa, kasus perceraian merupakan yang paling banyak berlabuh di Pengadilan Negeri (PN) Tondano.

Hal itu disampaikan langsung Ketua PN Tondano Iko Sudjatmiko saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8).  “Di Pengadilan Negeri Tondano ini, untuk kasus perdata itu tidak lain dan tidak bukan itu paling banyak perceraian. Saya kira ini yang paling menonjol tahun-tahun ini,” ungkapnya.

Dia juga membeberkan, sepanjang tahun 2019, 90 persen kasus yang ditangani PN Tondano untuk perdata adalah kasus perceraian.

“2019 itu 90 kasus persen perceraian, kurang lebih ada 372 kasus perceraian. Jadi bisa dikatakan ada 372 lagi janda dan duda,” tambah Sudjatmiko.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Untuk 2020, kasus perceraian juga cukup menonjol. “Tahun ini perceraian masih tinggi, tapi jumlah kasusnya belum kita rekap karena masih tahun berjalan. Sementara untuk kasus pidana itu paling banyak kasus kekerasan dan pemicunya adalah karena mabuk miras,” tukasnya.(cw-01/rgm)

MANADOPOST.ID–Kasus perceraian nampaknya masih marak terjadi di berbagai tempat. Termasuk di Kabupaten Minahasa, kasus perceraian merupakan yang paling banyak berlabuh di Pengadilan Negeri (PN) Tondano.

Hal itu disampaikan langsung Ketua PN Tondano Iko Sudjatmiko saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8).  “Di Pengadilan Negeri Tondano ini, untuk kasus perdata itu tidak lain dan tidak bukan itu paling banyak perceraian. Saya kira ini yang paling menonjol tahun-tahun ini,” ungkapnya.

Dia juga membeberkan, sepanjang tahun 2019, 90 persen kasus yang ditangani PN Tondano untuk perdata adalah kasus perceraian.

“2019 itu 90 kasus persen perceraian, kurang lebih ada 372 kasus perceraian. Jadi bisa dikatakan ada 372 lagi janda dan duda,” tambah Sudjatmiko.

Untuk 2020, kasus perceraian juga cukup menonjol. “Tahun ini perceraian masih tinggi, tapi jumlah kasusnya belum kita rekap karena masih tahun berjalan. Sementara untuk kasus pidana itu paling banyak kasus kekerasan dan pemicunya adalah karena mabuk miras,” tukasnya.(cw-01/rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/