23.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Beri Keterangan Palsu, PDP Bisa Dipidana

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa memberikan warning kepada semua Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jika tidak jujur terkait riwayat perjalanan atau pernah melakukan kontak dengan siapa saja saat berpergian, terancam dipidana.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minahasa Rakhmat Budiman Taufani SH, melalui Kasie Intelejen Noprianto Sihombing MH mengatakan, jika ada PDP tidak berkata jujur kepada tenaga medis terkait riwayat perjalanan, bisa terancam pidana penjara.

“Ya secara hukum, apabila ada pasien yang memberikan keterangan palsu, bisa dikenakan pidana dengan pasal 242 KUHP,” tegas Sihombing, saat diwawancara Manado Post usai melakukan koordinasi dengan Dinkes Minahasa, Senin (11/5) kemarin.

Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat Minahasa, yang khususnya berstatus pasien, agar memberikan keterangan yang sebenarnya kepada petugas medis. “Kami imbau masyarakat yang berstatus pasien agar bisa berkata jujur. Dari mana dia dan bersentuhan dengan siapa. Karena ini untuk kepentingan bersama, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

- Advertisement -

Sihombing melanjutkan, pihaknya sangat mendukung langkah Dinas Kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di kabupaten Minahasa. “Jika kita patuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, pasti wabah ini cepat berlalu,” pungkasnya.

Terpisah, Kadis Kesehatan Minahasa dr Maya Rambitan MKes mengatakan, selain PDP, Orang Dalam Pemantaua (ODP) wajib melakukan isolasi di rumah singga yang telah disediakan pemerintah.

“Selain itu, masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah. Jika terpaksa keluar harus menerapkan social distancing dan physical distancing, serta menggunakan masker dan mencuci tangan,” kuncinya.(mega)

MANADOPOST.ID–Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa memberikan warning kepada semua Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Jika tidak jujur terkait riwayat perjalanan atau pernah melakukan kontak dengan siapa saja saat berpergian, terancam dipidana.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Minahasa Rakhmat Budiman Taufani SH, melalui Kasie Intelejen Noprianto Sihombing MH mengatakan, jika ada PDP tidak berkata jujur kepada tenaga medis terkait riwayat perjalanan, bisa terancam pidana penjara.

“Ya secara hukum, apabila ada pasien yang memberikan keterangan palsu, bisa dikenakan pidana dengan pasal 242 KUHP,” tegas Sihombing, saat diwawancara Manado Post usai melakukan koordinasi dengan Dinkes Minahasa, Senin (11/5) kemarin.

Dirinya pun mengimbau kepada masyarakat Minahasa, yang khususnya berstatus pasien, agar memberikan keterangan yang sebenarnya kepada petugas medis. “Kami imbau masyarakat yang berstatus pasien agar bisa berkata jujur. Dari mana dia dan bersentuhan dengan siapa. Karena ini untuk kepentingan bersama, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Sihombing melanjutkan, pihaknya sangat mendukung langkah Dinas Kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di kabupaten Minahasa. “Jika kita patuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, pasti wabah ini cepat berlalu,” pungkasnya.

Terpisah, Kadis Kesehatan Minahasa dr Maya Rambitan MKes mengatakan, selain PDP, Orang Dalam Pemantaua (ODP) wajib melakukan isolasi di rumah singga yang telah disediakan pemerintah.

“Selain itu, masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah. Jika terpaksa keluar harus menerapkan social distancing dan physical distancing, serta menggunakan masker dan mencuci tangan,” kuncinya.(mega)

Most Read

Artikel Terbaru

/