24.4 C
Manado
Sabtu, 2 Juli 2022

Pedagang Tak Mau Rapid Test, Ratusan Lapak Pasar Langowan Ditutup

MANADOPOST.ID–Protokol kesehatan dikeluarkan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Begitu juga di Kabupaten Minahasa, pemerintah kabupaten menginstruksikan para pedagang di Pasar Langowan untuk melaksanakan Rapid Test guna upaya screening penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

“Itu juga kita jadikan syarat agar pedagang bisa kembali bisa berjualan. Tapi ternyata masih banyak yang tidak mau mengikuti rapid test ini sehingga kita hadir untuk lakukan penertiban,” ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa Wenny Talumewo yang juga selaku Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat berada di Pasar Langowan, Kamis (16/7).

Didampingi camat Langowan Timur Jeffry Mainsiouw dan Kepala Pasar Langowan Yani Tulangouw, Talumewo menambahkan, penertiban serta penutupan toko milik pedagang merupakan tindakan tegas dari pemerintah bagi yang tidak mau mengikuti Rapid test.

“Dari awal kami sampaikan supaya sekiranya masyarakat juga ikut membantu pemerintah mencegah penyebaran Pandemik Covid-19. Tapi karena ada yang tidak mau bekerjasama, hari ini sekiranya ada dua ruko, 25 kios dan 85 lapak kita tutup dan akan dievaluasi lebih lanjut,” tegasnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurutnya, rapid test dilakukan agar para pedagang bisa mengetahui keadaan diri masing- masing apakah reaktif atau tidak.

“Hal ini sebenarnya sangat baik untuk diri sendiri dan juga untuk kesehatan. Hal ini kiranya bisa menjadi motivasi bagi masyarakat agar tidak takut dengan rapid test untuk memutus penyebaran Covid-19. Untuk pedagang yang sudah dirapid test, kami pemkab minahasa berterimakasih atas kerjasamanya dan selalu taati himbauan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Talumewo.(cw-01/rgm)

MANADOPOST.ID–Protokol kesehatan dikeluarkan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Begitu juga di Kabupaten Minahasa, pemerintah kabupaten menginstruksikan para pedagang di Pasar Langowan untuk melaksanakan Rapid Test guna upaya screening penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

“Itu juga kita jadikan syarat agar pedagang bisa kembali bisa berjualan. Tapi ternyata masih banyak yang tidak mau mengikuti rapid test ini sehingga kita hadir untuk lakukan penertiban,” ungkap Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minahasa Wenny Talumewo yang juga selaku Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat berada di Pasar Langowan, Kamis (16/7).

Didampingi camat Langowan Timur Jeffry Mainsiouw dan Kepala Pasar Langowan Yani Tulangouw, Talumewo menambahkan, penertiban serta penutupan toko milik pedagang merupakan tindakan tegas dari pemerintah bagi yang tidak mau mengikuti Rapid test.

“Dari awal kami sampaikan supaya sekiranya masyarakat juga ikut membantu pemerintah mencegah penyebaran Pandemik Covid-19. Tapi karena ada yang tidak mau bekerjasama, hari ini sekiranya ada dua ruko, 25 kios dan 85 lapak kita tutup dan akan dievaluasi lebih lanjut,” tegasnya.

Menurutnya, rapid test dilakukan agar para pedagang bisa mengetahui keadaan diri masing- masing apakah reaktif atau tidak.

“Hal ini sebenarnya sangat baik untuk diri sendiri dan juga untuk kesehatan. Hal ini kiranya bisa menjadi motivasi bagi masyarakat agar tidak takut dengan rapid test untuk memutus penyebaran Covid-19. Untuk pedagang yang sudah dirapid test, kami pemkab minahasa berterimakasih atas kerjasamanya dan selalu taati himbauan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Talumewo.(cw-01/rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/