24.4 C
Manado
Selasa, 5 Juli 2022

Warga Langowan Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun

MANADOPOST.ID–Warga Desa Sumarayar, Kecamatan Langowan Timur digegerkan dengan penemuan sosok mayat lelaki parubaya di perkebunan Amekowi. Mayat lelaki tersebut diketahui bernama Jhonli Bolung (61) warga Desa Sumarayar.

Informasi dirangkum, awal penemuan mayat tersebut berawal saat istri korban yang curiga karena sang suami belum pulang dari kebun.

“Menurut keterangan sang istri, dia bersama korban pergi ke kebun sekira pukul 10.00 pagi. Korban katanya bermaksud untuk melihat tanaman, sedangkan istrinya mencari kayu bakar dan langsung pulang ke rumah,” jelas Kasubbag Humas Polres Minahasa AKP Ferdy Pelengkahu, Kamis (16/7).

Hingga siang hari, istrinya kembali ke kebun untuk memanggil korban makan siang. “Namun setelah sampai di kebun, istrinya menemukan korban di gubuk dalam keadaan terlentang di tanah dan sudah tak bernyawa. Lantas sang istri berlari kembali pulang ke rumah dan memberitahukan kepada keluarga serta pemerintah Desa Sumarayar,” tambahnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Setelah menerima laporan kepala desa, tim dari kepolisian dan petugas medis Puskesmas Wolaang langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Dari hasil pemeriksaan tak ada tanda kekerasan, sehingga dipastikan kematian korban disebabkan oleh penyakit dan keluarga juga menolak untuk diotopsi,” pungkas Pelengkahu.(cw-01/rgm)

MANADOPOST.ID–Warga Desa Sumarayar, Kecamatan Langowan Timur digegerkan dengan penemuan sosok mayat lelaki parubaya di perkebunan Amekowi. Mayat lelaki tersebut diketahui bernama Jhonli Bolung (61) warga Desa Sumarayar.

Informasi dirangkum, awal penemuan mayat tersebut berawal saat istri korban yang curiga karena sang suami belum pulang dari kebun.

“Menurut keterangan sang istri, dia bersama korban pergi ke kebun sekira pukul 10.00 pagi. Korban katanya bermaksud untuk melihat tanaman, sedangkan istrinya mencari kayu bakar dan langsung pulang ke rumah,” jelas Kasubbag Humas Polres Minahasa AKP Ferdy Pelengkahu, Kamis (16/7).

Hingga siang hari, istrinya kembali ke kebun untuk memanggil korban makan siang. “Namun setelah sampai di kebun, istrinya menemukan korban di gubuk dalam keadaan terlentang di tanah dan sudah tak bernyawa. Lantas sang istri berlari kembali pulang ke rumah dan memberitahukan kepada keluarga serta pemerintah Desa Sumarayar,” tambahnya.

Setelah menerima laporan kepala desa, tim dari kepolisian dan petugas medis Puskesmas Wolaang langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Dari hasil pemeriksaan tak ada tanda kekerasan, sehingga dipastikan kematian korban disebabkan oleh penyakit dan keluarga juga menolak untuk diotopsi,” pungkas Pelengkahu.(cw-01/rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/