26.4 C
Manado
Senin, 27 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

2021, Transaksi Dandes Diberlakukan Non Tunai

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Penyelewengan Dana Desa (Dandes) berpotensi mengintai para hukum tua selaku penguasa anggaran.

Untuk itu, penyaluran Dandes menggunkan sistem online atau non tunai sementara disosialisasikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minahasa.

“Jadi kita sudah mulai sosialisasikan ke 227 desa di Minahasa bagaimana implementasi transaksi non tunai dana desa. Jadi setiap pelaksanaan kegiatan dana desa, semua administrasi dan pembayaran menggunakan sistem online. Untuk itu baik hukum tua maupun bendara desa nantinya akan diajarkan bagaimana penggunaan sistem onlinenya. Saat ini baru sosialisasinya dan untuk penerapannya akan dimulai tahun 2021 mendatang,” kata Kepala BPKAD Minahasa Donald Wagey saat diwawancarai di Hotel Mercure, Selasa (17/11).

Terpisah, Kadis PMD Minahasa Jefry Tangkulung menjelaskan, dengan transaksi non tunai ini akan memberi rasa aman kepada pemerintah desa untuk pelaksanaan administrasi.

- Advertisement -

“Jadi mau pembayaran pekerjaan dana desa langsung ke rekening toko dan sebagainya. Jadi hukum tua sudah tidak akan pegang uang secara tunai,” katanya.

Dengan begitu, sistem non tunai dapat menghindari para hukum tua pegang uang tunai sehingga tidak ada upaya penyelewengan dana desa.

“Nantinya ini akan efektif di tahun 2021 untuk 227 desa di Minahasa menggunakan transaksi non tunai,” pungkasnya.(cw-01/rgm)

MANADOPOST.ID–Penyelewengan Dana Desa (Dandes) berpotensi mengintai para hukum tua selaku penguasa anggaran.

Untuk itu, penyaluran Dandes menggunkan sistem online atau non tunai sementara disosialisasikan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah bersama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Minahasa.

“Jadi kita sudah mulai sosialisasikan ke 227 desa di Minahasa bagaimana implementasi transaksi non tunai dana desa. Jadi setiap pelaksanaan kegiatan dana desa, semua administrasi dan pembayaran menggunakan sistem online. Untuk itu baik hukum tua maupun bendara desa nantinya akan diajarkan bagaimana penggunaan sistem onlinenya. Saat ini baru sosialisasinya dan untuk penerapannya akan dimulai tahun 2021 mendatang,” kata Kepala BPKAD Minahasa Donald Wagey saat diwawancarai di Hotel Mercure, Selasa (17/11).

Terpisah, Kadis PMD Minahasa Jefry Tangkulung menjelaskan, dengan transaksi non tunai ini akan memberi rasa aman kepada pemerintah desa untuk pelaksanaan administrasi.

“Jadi mau pembayaran pekerjaan dana desa langsung ke rekening toko dan sebagainya. Jadi hukum tua sudah tidak akan pegang uang secara tunai,” katanya.

Dengan begitu, sistem non tunai dapat menghindari para hukum tua pegang uang tunai sehingga tidak ada upaya penyelewengan dana desa.

“Nantinya ini akan efektif di tahun 2021 untuk 227 desa di Minahasa menggunakan transaksi non tunai,” pungkasnya.(cw-01/rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/