26C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Insentif Nakes Batal Dipotong

MANADOPOST.ID–Pemotongan insentif bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) dibatalkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Namun surat pembatalan tersebut belum sampai hingga ke Pemerintah Daerah. Direktur RSUD Sam Ratulangi Tondano dr Maryani Suronoto mengungkapkan pihaknya masih menunggu edaran pembatalan pemotongan insentif tersebut. “Memang sudah dibatalkan. Tapi kami masih tunggu edaran pembatalannya,” kata dia.

dr Masryani menyebut, insentif Nakes di Minahasa oada tahun lalu baru dibayarkan hingga bulan September. “Untuk sisanya hingga Februari ini tinggal menunggu transferan dari pemerintah pusat. Berkas administrasinya semua sudah dikirim,” sebutnya.

Dia memastikan pihaknya terus membayarkan insentif Nakes yang melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19. “Jadi tidak ada pemotongan insentif untuk anggaran kepada tenaga kesehatan Covid-19 di RSUD Sam Ratulangi Tondano. Namun untuk pembayarannya, kita tunggu dari pemerintah pusat,” tukas dia.

Hal yang sama dipastikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimahasa Donald Wagey. Menurutnya wacana untuk pemotongan insentif nakes resmi dibatalkan. “Ya, selama ini insentif tenaga kesehatan tidak pernah terpotong. Karena langsung ke rekening masing-masing. Untuk wacana pemotongan tersebut telah dibatalkan Kemenkeu,” jelas Wagey.

Dengan demikian besaran insentif bagi tenaga kesehatan untuk tahun 2021 ini masih sama dengan tahun 2020 lalu. Insentif tersebut berhak diterima oleh tenaga kesehatan selama masa penanganan pandemi Covid-19.

Diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati telah menetapkan insentif kepada nakes sejak tahun lalu. Adapun besaran nilai insentif tenaga kesehatan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan nomor: S-65/MK.02/2021.

Surat tersebut diteken Menkeu Sri Mulyani Indrawati tertanggal 1 Februari 2021 menindaklanjuti surat Menteri Kesehatan Nomor KU.01.01/Menkes/62/2021 tanggal 21 Januari 2021 tentang Permohonan Perpanjangan Bagi Tenaga Kesehatan dan Peserta PPDS (program Pendidikan Dokter Spesialis) yang Menangani Covid-19.

Surat tersebut merinci, untuk insentif dokter spesialis besarannya Rp 7,5 juta. Sementara untuk dokter peserta PPDS Rp 6,25 juta, dokter umum dan gigi Rp 5 juta, bidan dan perawat Rp 3,75 juta, tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 2,5 juta.(cw-01/gnr)

Artikel Terbaru

Penyebar Foto ETLE Bisa Digugat

CS-WL Gercep Sinkronkan Program Kerja

JG Siapkan Pergeseran Anggaran