23.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Akel Posok Squad & Manado Post Group Sukses Buka Jalur Nelayan

- Advertisement -

Masih lebih baik perbuatan kecil yang membuahkan hasil. Daripada kata-kata tinggi tapi tidak menghasilkan apa-apa.

Danau Tondano, 17 April 2021

PERBUATAN kecil tapi ada hasil. Itulah yang dilakukan Akel Posok Squad, saat bakti sosial mengangkat eceng gondok. Berbekal semangat besar, mereka bisa menghasilkan kepuasan besar.

“Sungguh menggembirakan. Bakti sosial pengangkatan eceng gondok Danau Tondano, telah membuka jalur perahu nelayan di Desa Tandengan Raya untuk mencari ikan. Hidup Akel Posok dan Manado Post,” simpul Oklen Waleleng usai kegiatan.

- Advertisement -

Rasa bangga dan puas. Itu terlihat jelas di raut wajah Akel Posok Squad, sebuah komunitas yang terbentuk spontanitas di Desa Tandengan Raya. Sebab mereka berhasil membasmi sebagian kecil eceng gondok dan bisa membuka jalur perahu nelayan.

Sabtu (17/4), mereka menggelar bakti sosial bertitel Selamatkan Danau Tondano. Sejak pagi, puluhan personil Akel Posok Squad sudah turun ke danau. Mereka memotong dan mengangkat gulma eceng gondok.

Hukum Tua Tandengan 1 Maxi Tampi dan Hukum Tua Tandengan Spok Solang tampak hadir dan memberi support. “Saya memberi apresiasi kepada Akel Posok Squad dan Manado Post. Sebab telah membantu pemerintah dalam upaya penyelamatan Danau Tondano dari eceng gondok,” kata Tampi dibenarkan Solang.

Danau Tondano memang mutlak diselamatkan. Anugerah Tuhan di Tanah Toar Lumimuut ini adalah sumber air kehidupan. Diantaranya sumber listrik PLTA Tonsea, air minum PT AIR dan PDAM, objek wisata, dan mata pencarian nelayan. “Kami tidak mau Danau Tondano menjadi seperti Danau Limboto di Gorontalo yang tinggal kenangan,” kata Lando Sumarauw, Rommy Rawung, Novry Dom Gosal, Mecky Lantang dan Maichel Suatan.

Ikut hadir dalam bakti sosial Selamatkan Danau Tondano, Dirut Manado Post Marlon Sumaraw dan perwakilan Kawanua TV.

SEKIRA tiga ton eceng gondok berhasil dibasmi Akel Posok Squad Tandengan Raya. “Jumlah ini memang relatif kecil. Tapi masih lebih baik kecil tapi ada yang diangkat, ketimbang tidak ada sama sekali,” kata Novry DOM Gosal dan Rommy MOR Rawung, pentolan Akel Posok Squad.

Terpantau, gulma eceng gondok terus menyebar luas di Danau Tondano. Pemerintah dan masyarakat giat mengangkat. Hanya saja, setiap hari eceng gondok terus tumbuh berkembang. Sehingga program pengangkatan harus terus digiatkan.

Agenda Rutin Setiap Bulan 

Akel Posok Squad dan Manado Post kompak menetapkan pengangkatan eceng gondok menjadi agenda rutin. “Kita jadwalkan sebulan sekali,” tukas Mecky Lantang.

Rommy Rawung mengatakan, besar kemungkinan pada bulan depan, kegiatan ini akan berkolaborasi dengan kaum muda. Sebab, kata Rommy, kaum muda Tandengan justru sudah lebih dulu eksis.

Wajib Hafal dan Lafal Pancasila

ADA yang menarik dari Akel Posok Squad yang bermarkas di Desa Tandengan Raya. Komunitas yang terbentuk spontanitas ini punya syarat kebangsaan untuk dapat bergabung.

Syaratnya, calon anggota wajib menghafal dan melafalkan dulu Pancasila. Bahkan direkam di video dan dishare ke WhatsApp Grup.

Setelah itu, admin WAG Akel Posok Squad akan memasukkan anggota baru di dalam grup. “Akel Posok cinta tanah air. Melafal Pancasila adalah cinta tanah air,” pungkas Rommy Rawung.(*)

Masih lebih baik perbuatan kecil yang membuahkan hasil. Daripada kata-kata tinggi tapi tidak menghasilkan apa-apa.

Danau Tondano, 17 April 2021

PERBUATAN kecil tapi ada hasil. Itulah yang dilakukan Akel Posok Squad, saat bakti sosial mengangkat eceng gondok. Berbekal semangat besar, mereka bisa menghasilkan kepuasan besar.

“Sungguh menggembirakan. Bakti sosial pengangkatan eceng gondok Danau Tondano, telah membuka jalur perahu nelayan di Desa Tandengan Raya untuk mencari ikan. Hidup Akel Posok dan Manado Post,” simpul Oklen Waleleng usai kegiatan.

Rasa bangga dan puas. Itu terlihat jelas di raut wajah Akel Posok Squad, sebuah komunitas yang terbentuk spontanitas di Desa Tandengan Raya. Sebab mereka berhasil membasmi sebagian kecil eceng gondok dan bisa membuka jalur perahu nelayan.

Sabtu (17/4), mereka menggelar bakti sosial bertitel Selamatkan Danau Tondano. Sejak pagi, puluhan personil Akel Posok Squad sudah turun ke danau. Mereka memotong dan mengangkat gulma eceng gondok.

Hukum Tua Tandengan 1 Maxi Tampi dan Hukum Tua Tandengan Spok Solang tampak hadir dan memberi support. “Saya memberi apresiasi kepada Akel Posok Squad dan Manado Post. Sebab telah membantu pemerintah dalam upaya penyelamatan Danau Tondano dari eceng gondok,” kata Tampi dibenarkan Solang.

Danau Tondano memang mutlak diselamatkan. Anugerah Tuhan di Tanah Toar Lumimuut ini adalah sumber air kehidupan. Diantaranya sumber listrik PLTA Tonsea, air minum PT AIR dan PDAM, objek wisata, dan mata pencarian nelayan. “Kami tidak mau Danau Tondano menjadi seperti Danau Limboto di Gorontalo yang tinggal kenangan,” kata Lando Sumarauw, Rommy Rawung, Novry Dom Gosal, Mecky Lantang dan Maichel Suatan.

Ikut hadir dalam bakti sosial Selamatkan Danau Tondano, Dirut Manado Post Marlon Sumaraw dan perwakilan Kawanua TV.

SEKIRA tiga ton eceng gondok berhasil dibasmi Akel Posok Squad Tandengan Raya. “Jumlah ini memang relatif kecil. Tapi masih lebih baik kecil tapi ada yang diangkat, ketimbang tidak ada sama sekali,” kata Novry DOM Gosal dan Rommy MOR Rawung, pentolan Akel Posok Squad.

Terpantau, gulma eceng gondok terus menyebar luas di Danau Tondano. Pemerintah dan masyarakat giat mengangkat. Hanya saja, setiap hari eceng gondok terus tumbuh berkembang. Sehingga program pengangkatan harus terus digiatkan.

Agenda Rutin Setiap Bulan 

Akel Posok Squad dan Manado Post kompak menetapkan pengangkatan eceng gondok menjadi agenda rutin. “Kita jadwalkan sebulan sekali,” tukas Mecky Lantang.

Rommy Rawung mengatakan, besar kemungkinan pada bulan depan, kegiatan ini akan berkolaborasi dengan kaum muda. Sebab, kata Rommy, kaum muda Tandengan justru sudah lebih dulu eksis.

Wajib Hafal dan Lafal Pancasila

ADA yang menarik dari Akel Posok Squad yang bermarkas di Desa Tandengan Raya. Komunitas yang terbentuk spontanitas ini punya syarat kebangsaan untuk dapat bergabung.

Syaratnya, calon anggota wajib menghafal dan melafalkan dulu Pancasila. Bahkan direkam di video dan dishare ke WhatsApp Grup.

Setelah itu, admin WAG Akel Posok Squad akan memasukkan anggota baru di dalam grup. “Akel Posok cinta tanah air. Melafal Pancasila adalah cinta tanah air,” pungkas Rommy Rawung.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/