32.4 C
Manado
Kamis, 30 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Gugatan Disebut Mengada-ada

Reaksi Dinas Lingkungan Hidup, Pemkab, dan Hukum Tua Terkait Gugatan Pengrusakan Lingkungan di Sea

- Advertisement -

MANADOPOST.ID–Terkait gugatan pengrusakan lingkungan di Desa Sea yang dilayangkan Kelompok Masyarakat Desa Sea (Kelompol ALMA Sea), saat ini sementara berproses di Pengadilan Negeri Manado. Gugatan tersebut diketahui merupakan buntuk dari protes sebagian kecil warga disana terkait pembangunan perumahan yang dikatakan merusak lingkungan.

Padahal dalam berbagai proses yang dilakukan, pembangunan tersebut berdiri atas sesuai izin yang diatur dalam undang-undang. “Yah untuk pembangunan disana memang diprotes sebagian masyarakat. Namun PT BML telah mengantongi izin AMDAL yang pengesahannya melewati sejumlah kajian. Jadi pembangunan perumahan dirasa aman disetujui izin-izinnya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minahasa Vicky Kaloh kepada Manado Post.

Sejumlah pihak pun kini digugat dalam perkara lanjutan yang dilayangkan Kelompol ALMA Sea. seperti PT Bangun Minanga Lestari (BML) yang merupakan developer pembangunan perumahan, Hukum Tua Desa Sea James Sangian, bahkan Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Polda Sulawesi Utara.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Minahasa Carlo Wagey ketika dikonfirmasi menyebut, bahwa gugatan tersebut sedang berproses di Pengadilan Negeri Manado. Ditanya apa tindakan Pemkab Minahasa, Carlo mengaku pihak Pemkab hanya menunggu proses berjalan. “Kami menunggu saja prosesnya. Karena gugatan tersebut mengada-ada,” kata dia.

- Advertisement -

Menurutnya, pihak Pengacara dari Pemkab Minahasa telah diturunkan untuk menangani kasus tersebut. “Sudah ditugaskan pengacara mewakili Pemkab untuk gugatan tersebut,” tuturnya.

Sementara Hukum Tua Desa Sea James Sangian juga menyayangkan gugatan yang dilayangkan Kelompok ALMA Sea. “Masalahnya kan sudah dari dulu. Gugatannya saja terkait masalah yang itu-itu. Gugatan ini hanya mengada-ada. Jadi biarlah berproses dulu,” tukasnya.

Disisi lain, sejumlah masyarakat Desa Sea menyayangkan adanya gugatan-gugatan serta aksi protes terhadap pembangunan perumahan di Sea.

“Mari dukung pembangunan yang ada di kampung kita. Karena sangat bagus jika Desa Sea terus dilirik investor dalam pembangunan perumahan, pasti kita sebagai masyarakat Desa Sea akan merasakan keuntungannya juga. Ini pembangunan yang harus kita dukung bersama,” kunci sejumlah masyarakat Desa Sea lainnya.(ler)

MANADOPOST.ID–Terkait gugatan pengrusakan lingkungan di Desa Sea yang dilayangkan Kelompok Masyarakat Desa Sea (Kelompol ALMA Sea), saat ini sementara berproses di Pengadilan Negeri Manado. Gugatan tersebut diketahui merupakan buntuk dari protes sebagian kecil warga disana terkait pembangunan perumahan yang dikatakan merusak lingkungan.

Padahal dalam berbagai proses yang dilakukan, pembangunan tersebut berdiri atas sesuai izin yang diatur dalam undang-undang. “Yah untuk pembangunan disana memang diprotes sebagian masyarakat. Namun PT BML telah mengantongi izin AMDAL yang pengesahannya melewati sejumlah kajian. Jadi pembangunan perumahan dirasa aman disetujui izin-izinnya,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minahasa Vicky Kaloh kepada Manado Post.

Sejumlah pihak pun kini digugat dalam perkara lanjutan yang dilayangkan Kelompol ALMA Sea. seperti PT Bangun Minanga Lestari (BML) yang merupakan developer pembangunan perumahan, Hukum Tua Desa Sea James Sangian, bahkan Pemerintah Kabupaten Minahasa dan Polda Sulawesi Utara.

Kepala Bagian Hukum Pemkab Minahasa Carlo Wagey ketika dikonfirmasi menyebut, bahwa gugatan tersebut sedang berproses di Pengadilan Negeri Manado. Ditanya apa tindakan Pemkab Minahasa, Carlo mengaku pihak Pemkab hanya menunggu proses berjalan. “Kami menunggu saja prosesnya. Karena gugatan tersebut mengada-ada,” kata dia.

Menurutnya, pihak Pengacara dari Pemkab Minahasa telah diturunkan untuk menangani kasus tersebut. “Sudah ditugaskan pengacara mewakili Pemkab untuk gugatan tersebut,” tuturnya.

Sementara Hukum Tua Desa Sea James Sangian juga menyayangkan gugatan yang dilayangkan Kelompok ALMA Sea. “Masalahnya kan sudah dari dulu. Gugatannya saja terkait masalah yang itu-itu. Gugatan ini hanya mengada-ada. Jadi biarlah berproses dulu,” tukasnya.

Disisi lain, sejumlah masyarakat Desa Sea menyayangkan adanya gugatan-gugatan serta aksi protes terhadap pembangunan perumahan di Sea.

“Mari dukung pembangunan yang ada di kampung kita. Karena sangat bagus jika Desa Sea terus dilirik investor dalam pembangunan perumahan, pasti kita sebagai masyarakat Desa Sea akan merasakan keuntungannya juga. Ini pembangunan yang harus kita dukung bersama,” kunci sejumlah masyarakat Desa Sea lainnya.(ler)

Most Read

Artikel Terbaru

/