alexametrics
26.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Marawas-Jaton Kondusif, Kapolres: Provokator Kami Tangkap

MANADOPOST.ID—Kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah perkebunan Rombe perbatasan Kelurahan Marawas dan Tonsealama, Kecamatan Tondano Utara, sempat menimbulkan ketegangan. Namun perlahan persoalan ini mereda, pasca digelarnya pertemuan untuk mencari solusi penuntasan kasus.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang, Sabtu (20/6) malam, memfasilitasi pertemuan tokoh masyarakat dan tokoh agama kedua kelurahan tersebut untuk dimediasi. Bertempat di salah satu rumah warga Kelurahan Marawas, untuk musyawarah.

Dalam musyawarah ini kedua belah pihak sepakat menjaga kondusifitas. Guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga kemudian mengecam oknum-oknum yang coba memanas-manasi atau memprovokasi dengan kalimat-kalimat tak pantas. Baik dari mulut ke mulut, maupun melalui media sosial.

“Kami sepakat menyerahkan permasalahan yang terjadi di wilayah Rombe tersebut ke ranah hukum. Peristiwa tersebut ulah sejumlah oknum, dan bukan antara warga masyarakat kedua kelurahan, apalagi dikait-kaitkan dengan persoalan SARA. Kami menyerahkan kepada kepolisian untuk memproses hukum siapa saja yang coba memprovokasi masalah ini,” ungkap salah satu Tokoh Masyarakat Marawas Ronny Kiroyan.

Sementara, Kapolres Situmorang menegaskan, pihaknya akan menindak tegas dan akan memproses hukum oknum-oknum yang mencoba memprovokasi dengan postingan-postingan ujaran-ujaran kebencian di media social.

“Sampai saat ini pasca peristiwa pembunuhan tersebut, situasi sudah kondusif atau aman. Pertemuan ini dilakukan menyikapi dinamika di medsos terkait postingan-postingan yang memprovokasi. Kami tegaskan kami baik-baik saja, warga saat ini hidup rukun dan damai. Bagi yang masih memposting hal-hal provokatif, kami hanya janjikan satu hal, kami akan lakukan penegakan hukum dan melakukan penindakan. Saya akan tindak tegas provokator di medsos. Identitasnya sudah ada di kami, bahkan ada satu sudah DPO,” tandasnya.

Pertemuan ini sendiri akan berkelanjutan. Berikut akan dilakukan di Kelurahan Kampung Jawa. Hadir dalam musyawarah Wakapolres Minahasa Kompol Ahmad Sutrisno, Kapolsek Toulimambot Iptu Jener Sinaga, Danramil Tondano Peltu Danni Saraun, Kabagops Polres Minahasa Kompol Sumidi, Kasatintel AKP Karel Tangay, Kasat Shabara AKP Lilik Sutiono, Kasatreskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso, Lurah Kampung Jawa dan perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat Kampung Jawa Surianto Mertosono SP dan juga Lurah Marawas Franky Timontiling.(cw-01/gnr)

MANADOPOST.ID—Kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah perkebunan Rombe perbatasan Kelurahan Marawas dan Tonsealama, Kecamatan Tondano Utara, sempat menimbulkan ketegangan. Namun perlahan persoalan ini mereda, pasca digelarnya pertemuan untuk mencari solusi penuntasan kasus.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang, Sabtu (20/6) malam, memfasilitasi pertemuan tokoh masyarakat dan tokoh agama kedua kelurahan tersebut untuk dimediasi. Bertempat di salah satu rumah warga Kelurahan Marawas, untuk musyawarah.

Dalam musyawarah ini kedua belah pihak sepakat menjaga kondusifitas. Guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga kemudian mengecam oknum-oknum yang coba memanas-manasi atau memprovokasi dengan kalimat-kalimat tak pantas. Baik dari mulut ke mulut, maupun melalui media sosial.

“Kami sepakat menyerahkan permasalahan yang terjadi di wilayah Rombe tersebut ke ranah hukum. Peristiwa tersebut ulah sejumlah oknum, dan bukan antara warga masyarakat kedua kelurahan, apalagi dikait-kaitkan dengan persoalan SARA. Kami menyerahkan kepada kepolisian untuk memproses hukum siapa saja yang coba memprovokasi masalah ini,” ungkap salah satu Tokoh Masyarakat Marawas Ronny Kiroyan.

Sementara, Kapolres Situmorang menegaskan, pihaknya akan menindak tegas dan akan memproses hukum oknum-oknum yang mencoba memprovokasi dengan postingan-postingan ujaran-ujaran kebencian di media social.

“Sampai saat ini pasca peristiwa pembunuhan tersebut, situasi sudah kondusif atau aman. Pertemuan ini dilakukan menyikapi dinamika di medsos terkait postingan-postingan yang memprovokasi. Kami tegaskan kami baik-baik saja, warga saat ini hidup rukun dan damai. Bagi yang masih memposting hal-hal provokatif, kami hanya janjikan satu hal, kami akan lakukan penegakan hukum dan melakukan penindakan. Saya akan tindak tegas provokator di medsos. Identitasnya sudah ada di kami, bahkan ada satu sudah DPO,” tandasnya.

Pertemuan ini sendiri akan berkelanjutan. Berikut akan dilakukan di Kelurahan Kampung Jawa. Hadir dalam musyawarah Wakapolres Minahasa Kompol Ahmad Sutrisno, Kapolsek Toulimambot Iptu Jener Sinaga, Danramil Tondano Peltu Danni Saraun, Kabagops Polres Minahasa Kompol Sumidi, Kasatintel AKP Karel Tangay, Kasat Shabara AKP Lilik Sutiono, Kasatreskrim AKP Sugeng Wahyudi Santoso, Lurah Kampung Jawa dan perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat Kampung Jawa Surianto Mertosono SP dan juga Lurah Marawas Franky Timontiling.(cw-01/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/