29.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Protokol Kesehatan Wajib Dipatuhi

Fasilitas Umum di Minahasa Mulai Dilonggarkan

MANADOPOST.ID–Aktivitas ekonomi di Kabupaten Minahasa sudah mulai dilonggarkan Pemerintah. Meski begitu, pengawasan dan penanganan Covid-19 diperketat.

Seperti, aktivitas pasar yang awalnya dibuka hanya tiga hari, saat ini sudah ada enam hari pasar. Begitu juga toko-toko, rumah makan dan cafe yang awalnya dibatasi, sekarang dibuka sampai jam 10 malam.

“Tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan, kalau tidak ikuti protokolnya, pasti kami pemerintah akan menindak tegas. Seperti yang kita lakukan di seluruh pasar. Kalau tidak dirapid test maka akan dilarang berjualan,” ungkap Bupati Minahasa Dr Royke Octavian Roring MSi (ROR) beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan dirapid test, itu akan sangat bermanfaat untuk memberi jaminan. “Baik kepada penjual supaya mereka merasa sehat berjualan dan juga kepada pembeli agar mereka merasa aman pergi berbelanja ke pasar,” tambahnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Untuk juga mempercepat proses penanganan Covid-19, Bupati ROR mengungkapkan pihaknya telah memesan dua alat laboratorium PCR.

“Saat ini juga kita sudah berupaya memesan dua alat laboratorium PCR. Nantinya akan ada di Puskesmas Koya, karena sebagian alat sudah ada di situ, kita tinggal melengkapi. Dan alat yang satunya lagi nantinya akan ada di Rumah Sakit Samratulangi Tondano. Jadi diharapkan dengan adanya dua alat lab PCR ini, kita bisa lebih cepat melakukan tracking dan screening kepada mereka yang positif ataupun berkontak erat,” pungkasnya.

Wakil Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi (RD) menambahkan, memasuki era new normal, masyarakat harus mampu beradaptasi dengan pandemi.

“Kiranya tetap menjaga kesehatan agar imun tetap terjaga. Sehingga virus tidak bisa masuk ke tibuh kita. Jika beraktivitas saya himbau agar tetap mematuhi anjuran pemerintah,” tutup RD.(cw-01/rgm)

MANADOPOST.ID–Aktivitas ekonomi di Kabupaten Minahasa sudah mulai dilonggarkan Pemerintah. Meski begitu, pengawasan dan penanganan Covid-19 diperketat.

Seperti, aktivitas pasar yang awalnya dibuka hanya tiga hari, saat ini sudah ada enam hari pasar. Begitu juga toko-toko, rumah makan dan cafe yang awalnya dibatasi, sekarang dibuka sampai jam 10 malam.

“Tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan, kalau tidak ikuti protokolnya, pasti kami pemerintah akan menindak tegas. Seperti yang kita lakukan di seluruh pasar. Kalau tidak dirapid test maka akan dilarang berjualan,” ungkap Bupati Minahasa Dr Royke Octavian Roring MSi (ROR) beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan dirapid test, itu akan sangat bermanfaat untuk memberi jaminan. “Baik kepada penjual supaya mereka merasa sehat berjualan dan juga kepada pembeli agar mereka merasa aman pergi berbelanja ke pasar,” tambahnya.

Untuk juga mempercepat proses penanganan Covid-19, Bupati ROR mengungkapkan pihaknya telah memesan dua alat laboratorium PCR.

“Saat ini juga kita sudah berupaya memesan dua alat laboratorium PCR. Nantinya akan ada di Puskesmas Koya, karena sebagian alat sudah ada di situ, kita tinggal melengkapi. Dan alat yang satunya lagi nantinya akan ada di Rumah Sakit Samratulangi Tondano. Jadi diharapkan dengan adanya dua alat lab PCR ini, kita bisa lebih cepat melakukan tracking dan screening kepada mereka yang positif ataupun berkontak erat,” pungkasnya.

Wakil Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi (RD) menambahkan, memasuki era new normal, masyarakat harus mampu beradaptasi dengan pandemi.

“Kiranya tetap menjaga kesehatan agar imun tetap terjaga. Sehingga virus tidak bisa masuk ke tibuh kita. Jika beraktivitas saya himbau agar tetap mematuhi anjuran pemerintah,” tutup RD.(cw-01/rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/