26C
Manado
Minggu, 28 Februari 2021

Gagal Panen, Petani: Bibit Bantuan Pemerintah Buruk

MANADOPOST.ID—Bibit jagung bantuan pemerintah dinilai buruk. Keluhan ini datang dari petani di Desa Tountimomor, Kecamatan Kakas yang mengaku rugi jutaan rupiah akibat gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Desa Tountimomor Herke Tungka mengatakan, awalnya para petani berharap bantuan bibit jagung Ch 37 dari pemerintah dapat membantu kesejahteraan. Namun harapan itu pupus ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan.

“Bantuan semula diharapkan bisa menseyahterakan namun yang terjadi malah sebaliknya malah merugikan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Dia mengaku sudah menanam bibit jagung ini sebanyak satu hektare. Akan tetapi tak bisa panen akibat bibit jagung buruk. “Saya rugi sekira 5 jutaan. Kasihan juga dengan petani yang lain yang sudah menanam bibit yang sama, karena kalau hitung semua ada sekira 7 sampai 8 hektare,” beber dia.

Sementara, Hukum Tua desa Tountimomor Ornie Kaseger ketika membenarkan kejadian tersebut. “Ya memang sejumlah petani gagal panen, tentunya kami berharap benih jagung ini dapat diganti, yang bantuan bibit lalu tidak lagi ditanam,” sebut dia.

Di sisi lain, Kepala dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Margaritha Ratulangu ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah meninjau lahan yang dikeluhkan. “Tim dari Dinas Pertanian bersama koordinator BPP sudah melakukan pengendalian dan pengecekan di lahan untuk tindaklanjut ke depan,” katanya.

Dia menambahkan, tim penelitian juga diturunkan untuk mencari penyebab sebenarnya, karena menurut dia bibit yang diberikan didaerah lain dirasa baik.

“Dugaan sementara petani di Tountimomor gagal panen akibat serangan hama gulai. Esok (hari ini, red) juga tim dari Dinas Pertanian Provinsi akan turun juga disana untuk pengecekan,” kuncinya.(cw-01/gnr)

Artikel Terbaru