25.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Warganya Terendam Banjir, BPBD Minahasa ‘Slow Respon’

MINAHASA- Surat edaran Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam hal ini Bupati Minahasa Royke Octavian Roring dan Wakil Buapti Robby Dondokambey untuk merayakan Natal di rumah, tidak akan berlaku bagi warga Kelurahan Papakelan. Pasalnya, air banjir telah menutup seisi rumah mereka.

Diketahui, hujan yang mengguyur wilayah Tondano sejak Jumat (25/12) siang, membuat ratusan rumah di Kelurahan Papakelan terendam banjir. Wilayah lingkungan V Kelurahan Papakelan yang paling terdampak, ratusan rumah terendam banjir sampai tinggi dua meter.

“Hujan mulai turun keras siang tadi sampe sekarang, karena itu air sungai meluap dan dari jam empat sore banjir so naik. Tinggi air beda-beda, dari satu sampe dua meter, kalo tu rumah di bawah, sampe dua meter lebih,” ungkap Kepala Lingkungan V Kelurahan Papakelan Alek Poluan saat diwawancarai Manado Post via telpon, Jumat malam.

“Kurang lebih 100an rumah di wilayah lingkungan lima ini masih terendam. Apalagi ini masih hujan keras jadi takutnya ini bisa sampai esok. Tapi beruntung banyak warga yang so ada yang mengungsi saat banjir mulai tinggi,” timpahnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Meski sudah banyak permohonan yang diutarakan warga kepada pemerintah kabupaten melalui medsos dan sebagainya, namun sampai malam, bantuan tidak kunjung datang. Baik dari pemkab maupun badan terkait belum merespon keluhan masyarakat.
“Kasiang akang, torang so nda tau mo mengeluh pa sapa. Sampe sekarang deng air mineral torang nda dapat bantuan,” ungkap Yoppi Rambitan warga lingkungan V.

“Banjir so bawa torang pe bahan makanan karena aer deras tadi. Sampe sekarang pemerintah nda ada yang datang bawa bantuan, tinggal baharap pa sudara yang rumah di atas mo kase bantuan makanan torang,” keluhnya sembari berkata mungkin badan terkait masih sibuk Natalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Nofry Lontaan saat dihubungi lewat pesan Whatsapp, sampai berita ini diturunkan, tidak memberikan respon terkait usaha penanganan. Padahal tindak cepat BPBD sangat dibutuhkan untuk dapat meringankan beban warga Papakelan yang saat ini membutuhkan bantuan berupa makanan dan minuman.(rgm)

MINAHASA- Surat edaran Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam hal ini Bupati Minahasa Royke Octavian Roring dan Wakil Buapti Robby Dondokambey untuk merayakan Natal di rumah, tidak akan berlaku bagi warga Kelurahan Papakelan. Pasalnya, air banjir telah menutup seisi rumah mereka.

Diketahui, hujan yang mengguyur wilayah Tondano sejak Jumat (25/12) siang, membuat ratusan rumah di Kelurahan Papakelan terendam banjir. Wilayah lingkungan V Kelurahan Papakelan yang paling terdampak, ratusan rumah terendam banjir sampai tinggi dua meter.

“Hujan mulai turun keras siang tadi sampe sekarang, karena itu air sungai meluap dan dari jam empat sore banjir so naik. Tinggi air beda-beda, dari satu sampe dua meter, kalo tu rumah di bawah, sampe dua meter lebih,” ungkap Kepala Lingkungan V Kelurahan Papakelan Alek Poluan saat diwawancarai Manado Post via telpon, Jumat malam.

“Kurang lebih 100an rumah di wilayah lingkungan lima ini masih terendam. Apalagi ini masih hujan keras jadi takutnya ini bisa sampai esok. Tapi beruntung banyak warga yang so ada yang mengungsi saat banjir mulai tinggi,” timpahnya.

Meski sudah banyak permohonan yang diutarakan warga kepada pemerintah kabupaten melalui medsos dan sebagainya, namun sampai malam, bantuan tidak kunjung datang. Baik dari pemkab maupun badan terkait belum merespon keluhan masyarakat.
“Kasiang akang, torang so nda tau mo mengeluh pa sapa. Sampe sekarang deng air mineral torang nda dapat bantuan,” ungkap Yoppi Rambitan warga lingkungan V.

“Banjir so bawa torang pe bahan makanan karena aer deras tadi. Sampe sekarang pemerintah nda ada yang datang bawa bantuan, tinggal baharap pa sudara yang rumah di atas mo kase bantuan makanan torang,” keluhnya sembari berkata mungkin badan terkait masih sibuk Natalan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Nofry Lontaan saat dihubungi lewat pesan Whatsapp, sampai berita ini diturunkan, tidak memberikan respon terkait usaha penanganan. Padahal tindak cepat BPBD sangat dibutuhkan untuk dapat meringankan beban warga Papakelan yang saat ini membutuhkan bantuan berupa makanan dan minuman.(rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/