31.4 C
Manado
Rabu, 6 Juli 2022

Buruan, Ada Bagi-bagi Duit 600.000 Tiap Keluarga di Minahasa

MANADOPOST.ID – Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) sudah mulai disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Minahasa Jhon Kapoh mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan Pemerintah Pusat khusus untuk Kabupaten Minahasa berjumlah Rp13.628.400.000.

“Jadi untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan menerima BST di Minahasa berjumlah 22.714 orang, adapun bantuan yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia perbulannya Rp300.000, tapi karena ada keterlambatan sehingga bantuan bulan Maret disalurkan bersama dengan bulan April, jadi masyarakat akan menerima Rp600.000/KPM,” ungkapnya.

Dia pun mengatakan jika ada nama yang sudah tidak terdata dalam daftar penerima BST itu bukan tanggungjawab mereka, melainkan dari Pemerintah Pusat. “Ada warga yang datang ke kantor dan menanyakan kenapa nama mereka sudah tidak terdaftar padahal itu bukan lagi ranah kami. Jika nama mereka tidak lagi terdata itu sudah sistem dari pusat, bisa saja mereka tereleminasi karena terjadi ketidakcocokkan penulisan nama ataupun Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka yang tertera di Kartu Keluarga (KK) berbeda dengan NIK yang berada di Kartu Tanda Penduduk (KTP), adapun contoh lain seperti alamat mereka tidak ditemukan, ataupun mereka sudah terdata sebagai penerima bantuan lain sehingga secara otomatis nama mereka sudah tidak lagi terdata sebagai penerima,” papar Kapoh.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Sebelumnya penerima BST di Minahasa yang terdata di Januari ada sekira 32.000 orang kemudian di Maret hingga April terseleksi menjadi 22.714 orang. Untuk program BST ini juga sudah selesai di bulan April selanjutnya sudah tidak ada lagi, kalau nanti ada bantuan lain seperti ini kami belum tahu,” tutupnya. (Lerby Tamuntuan)

MANADOPOST.ID – Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) sudah mulai disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Minahasa Jhon Kapoh mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan Pemerintah Pusat khusus untuk Kabupaten Minahasa berjumlah Rp13.628.400.000.

“Jadi untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan menerima BST di Minahasa berjumlah 22.714 orang, adapun bantuan yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia perbulannya Rp300.000, tapi karena ada keterlambatan sehingga bantuan bulan Maret disalurkan bersama dengan bulan April, jadi masyarakat akan menerima Rp600.000/KPM,” ungkapnya.

Dia pun mengatakan jika ada nama yang sudah tidak terdata dalam daftar penerima BST itu bukan tanggungjawab mereka, melainkan dari Pemerintah Pusat. “Ada warga yang datang ke kantor dan menanyakan kenapa nama mereka sudah tidak terdaftar padahal itu bukan lagi ranah kami. Jika nama mereka tidak lagi terdata itu sudah sistem dari pusat, bisa saja mereka tereleminasi karena terjadi ketidakcocokkan penulisan nama ataupun Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka yang tertera di Kartu Keluarga (KK) berbeda dengan NIK yang berada di Kartu Tanda Penduduk (KTP), adapun contoh lain seperti alamat mereka tidak ditemukan, ataupun mereka sudah terdata sebagai penerima bantuan lain sehingga secara otomatis nama mereka sudah tidak lagi terdata sebagai penerima,” papar Kapoh.

“Sebelumnya penerima BST di Minahasa yang terdata di Januari ada sekira 32.000 orang kemudian di Maret hingga April terseleksi menjadi 22.714 orang. Untuk program BST ini juga sudah selesai di bulan April selanjutnya sudah tidak ada lagi, kalau nanti ada bantuan lain seperti ini kami belum tahu,” tutupnya. (Lerby Tamuntuan)

Most Read

Artikel Terbaru

/