30.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Lansia 77 Tahun Ditemukan Meninggal di Selokan Perkebunan

MANADOPOST.ID–Warga Desa Raranon, Kecamatan Langowan Barat dikejutkan dengan penemuan sosok mayat lelaki parubaya di perkebunan Mabuliling, Kamis (27/8).

Setelah diidentifikasi, diketahui sosok mayat tersebut bernama Marten Wurara (77) warga Desa Kopiwangker, Kecamatan Langowan Barat.

Informasi dirangkum, saat ditemukan warga, mayat tersebut ditemukan di sebuah selokan air dalam posisi tengkurap dengan mengunakan kaos dan celana panjang hitam. Warga kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat dan aparat kepolisian.

“Berdasarkan keterangan anak korban bernama Marhein Wurara mengatakan kalau ayahnya keluar rumah sejak hari Minggu sekira jam empat sore. Keluarga juga sudah sempat melarang karena korban mengidap penyakit rematik atau asam urat dan sering pusing,” Kapolsek Langowan AKP Dartha Daipaha.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Setelah beberapa hari tidak pulang rumah, keluarga sempat mencari keberadaan korban tapi tidak menemukannya.

“Korban akhirnya ditemukan dengan keadaan tidak bernyawa dan sudah dievakuasi ke rumah korban. Diduga, korban mengalami pusing dan tak sadarkan diri sehingga jatuh ke selokan yang berisi air. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, mereka sepakat menolak untuk diotopsi dengan membuat surat penolakan mengetahui pemerintah Desa Kopiwangker,” tukas Kapolsek Daipaha.(cw-01/rgm)

MANADOPOST.ID–Warga Desa Raranon, Kecamatan Langowan Barat dikejutkan dengan penemuan sosok mayat lelaki parubaya di perkebunan Mabuliling, Kamis (27/8).

Setelah diidentifikasi, diketahui sosok mayat tersebut bernama Marten Wurara (77) warga Desa Kopiwangker, Kecamatan Langowan Barat.

Informasi dirangkum, saat ditemukan warga, mayat tersebut ditemukan di sebuah selokan air dalam posisi tengkurap dengan mengunakan kaos dan celana panjang hitam. Warga kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat dan aparat kepolisian.

“Berdasarkan keterangan anak korban bernama Marhein Wurara mengatakan kalau ayahnya keluar rumah sejak hari Minggu sekira jam empat sore. Keluarga juga sudah sempat melarang karena korban mengidap penyakit rematik atau asam urat dan sering pusing,” Kapolsek Langowan AKP Dartha Daipaha.

Setelah beberapa hari tidak pulang rumah, keluarga sempat mencari keberadaan korban tapi tidak menemukannya.

“Korban akhirnya ditemukan dengan keadaan tidak bernyawa dan sudah dievakuasi ke rumah korban. Diduga, korban mengalami pusing dan tak sadarkan diri sehingga jatuh ke selokan yang berisi air. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, mereka sepakat menolak untuk diotopsi dengan membuat surat penolakan mengetahui pemerintah Desa Kopiwangker,” tukas Kapolsek Daipaha.(cw-01/rgm)

Most Read

Artikel Terbaru

/