26.6 C
Manado
Jumat, 30 Oktober 2020

Oknum Pejabat Kumtua Diduga Pasang Tarif Mahal Urus Sertifikat Tanah

MANADOPOST.ID–Sebagai pimpinan di desa, seorang Hukum Tua (Kumtua) patut memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Namun berbeda dengan oknum penjabat Hukum Tua Desa Winangun Atas, Kecamatan Pineleng kepada warganya.

Pasalnya, pejabat Kumtua tersebut diduga meminta sejumlah uang kepada warga yang hendak mengurus dokumen sertifikat tanah. Tak tanggung-tanggung, oknum hukum tua tersebut diduga meminta uang sebesar Rp.30,5 juta untuk melakukan pengurusan dua dokumen sertifikat tanah yang bahkan masih belum selesai.

“Jadi saya mengurus dari Februari, satu sertifikat balik nama dan satu dari Akte Jual Beli (AJB) mau balik nama dan lanjut sertifikat. Tapi yang ada hanya Sertifikat balik nama dan AJB balik nama. Sedangkan sejauh ini sudah Rp.30an juta total yang saya kasih ke pak kumtua,” ungkap Wem Rapar warga Winangun Atas saat dihubungi, Jumat (25/9) pekan lalu.

Dia juga mengaku sejak Februari sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan kejelasan terkait sertifikat yang diurus oknum hukum tua tersebut. Menurutnya, saat hukum tua mengembalikan sertifikat yang telah diurus pertama kali, dirinya mengira akan ada dua sertifikat yang diberikan, tapi ternyata hanya satu.

“Waktu diserahkan lalu, ada dalam map dan memang belum periksa karena sertifikat yang satu sudah diletakkan dibagian paling atas. Nanti di rumah baru diperiksa ternyata yang satunya masih dalam bentuk AJB tapi sudah balik nama. Saat itu juga saya langsung menghubungi hukum tua, tapi dalam pembicaraan itu saat ditanya kenapa hanya sertifikat balik nama, dia justru bilang tidak ada pembicaraan kalau dua sertifikat yang akan diurus. Dia malah bilang jauh kata untuk itu, berartikan kami harus keluarkan uang tambahan lagi untuk untuk urus itu, padahal sudah dari pembicaraan,” bebernya.

Secara rinci, Ia menyebutkan bahwa dirinya untuk pertama kali memberikan uang sebagai pengurusan dokumen tersebut sebesar Rp5 juta yang diserahkan langsung di Kantor Desa. Begitu juga setoran kedua yang diberikan tiga hari kemudian di tempat yang sama.

“Satu minggu kemudian sebesar Rp20 juta diberikan di rumah dan yang menghitungnya adalah GA. Jadi sudah total Rp28 juta yang disetor. Satu minggu kemudian ditelepon lagi katanya uangnya masih kurang dan akhirnya ditambah Rp2 juta sehingga sudah Rp30 juta. Dan paling terakhir bulan Juli sebesar Rp500 ribu,” tukasnya sembari berharap hukum tua berlaku adil supaya tidak terjadi kebersinggungan kedepannya.

Terpisah, pejabat Hukum Tua Winangun Atas Ronny Lumentut saat dikonfirmasi membantah jika dirinya telah menerima uang sebesar Rp30 jutaan. Dia justru mengaku lupa berapa yang sudah diterimanya untuk mengurus sertifikat tanah.

“Tiga puluh juta dari mana. Sekarang kalau saya tanya mana buktinya saya terima atau yang bersangkutan memberikan Rp30 juta? Memang saya lupa kalau berapa semuanya karena diberi tidak sekaligus, tapi tidak seperti itu. Lagian itu sementara berproses bukan tidak. Karena untuk sertifikat keluar tidak secepat pengurusan sertifikat balik nama,” tukasnya mengelak.(cw-01/rgm)

-

Artikel Terbaru

Limpahkan Kasus ASN `Nakal` ke KASN

MANADOPOST.ID---Kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN Kotamobagu berinisial SA, segera dilimpahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bocah 7 Tahun Asal Mitra Ditetapkan Kasus Suspek

MANADOPOST.ID—Bocah laki-laki 7 Tahun asal Kecamatan Tombatu Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ditetapkan kasus suspek terbaru, berdasarkan data Satgas Covid-19 Mitra, Kamis (29/10) kemarin.

Polres Minsel Ciduk Lima Tersangka Togel

MANADOPOST.ID—Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Minahasa Selatan (Minsel), mengamankan lima tersangka kasus judi togel yang beroperasi di Kecamatan Tumpaan dan Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minsel.

Pantai Malalayang Jadi TPS Sementara

MANADOPOST.ID---Kelurahan Malalayang Satu dijadikan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara. Pantauan Manado Post, sampah dari semua kelurahan di Kecamatan Malalayang di buang

Terangi Empat Desa di Morowali Utara, PLN Ukir Sejarah di 75 Tahun Indonesia Merdeka

MANADOPOST.ID – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sulawesi Tengah kembali berhasil melistriki desa