31 C
Manado
Selasa, 14 Juli 2020

Akibat Pandemi Covid-19, Minahasa Kehilangan PAD Rp35 Miliar

MANADOPOST.ID—Pandemi Covid-19 mengakibatkan Kabupaten Minahasa mengalami kerugian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Besaran PAD yang hilang Rp35 miliar. Kepala Badan Pengelola Keuangan Pemkab Minahasa Drs Donald Wagey membeber, PAD yang terserap saat ini baru sekira 40-an persen dari target Rp116 miliar. “Sekarang kurang sekira Rp81 miliar. Kurang lebih Rp35 miliar PAD kita hilang,” ujar Wagey kepada Manado Post, pekan kemarin.

Diungkapkannya, kehilangan PAD terbesar berada di sektor pajak dan retribusi. “PAD yang diterima sejauh ini mayoritas berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Sementara sektor lainnya masih terbilang minim. Tapi kami optimis bisa memenuhi target,” ujarnya.

Meski kehilangan dana puluhan miliar, namun kondisi keuangan pemkab hingga enam bulan ke depan tergolong aman. Wagey memastikan, Minahasa menerima Dana Alokasi Umum (DAU) setiap bulan.

Daerah ini tidak termasuk daerah yang terkena sanksi penundaan transfer Dana Alokasi Umum (DAU), karena dinilai patuh terhadap surat keputusan bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan terkait rasionalisasi anggaran tahun 2020.

“Kabupaten Minahasa lolos dari sanksi Menkeu dan dipastikan menerima tranfer DAU setiap bulan. Wajar saja kalau Kabupaten Minahasa tidak mendapatkan sanksi penundaan transfer DAU, karena laporan refocusing APBD 2020 untuk penaganan Covid-19 tepat waktu. TAPD telah mematuhi SKB, kedua Menteri dengan melakukan rasionalisasi belanja, khususnya belanja barang jasa dan belanja modal,” kata Wagey.

Ia pun memastikan DAU untuk Mei yang berjumlah Rp46 miliar segera ditransfer ke kas daerah oleh Kementerian Keuangan. “Akhir bulan ini segera masuk DAU di rekening sekitar Rp46 Miliar dari total DAU tahun ini Rp600 miliar,” ungkap Wagey.

Meski demikian lebih jauh dikatakannya, pemerintah pusat telah memangkas DAU untuk Pemkab Minahasa senilai Rp9 miliar dari total dana transfer senilai Rp600 miliar untuk penaganan Covid-19.

Terkait kehilangan puluhan miliar PAD, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPP-Retda) Minahasa Jouddy Kapojos mengatakan, pihaknya memang kesulitan mengejar target pajak untuk tahun ini.

“Kondisi saat ini membuat kebanyakan rumah makan, hotel dan sebagainya menurun omzet-nya, otomatis pajak daerah ikut merosot. Maka kami terus menggenjot pajak di sektor PBB-P2 dan BPHTB. Para camat kami minta tetap pro aktif agar target PBB-P2 di wilayah masing-masing dapat dicapai,” kunci Kapojos.(mega)

-

Artikel Terbaru

Terkait Penyaluran Bansos, Kumtua Tantang Warga Lapor Polisi

MANADOPOST.ID--Gencarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dalam mensosialisasikan penyaluran bantuan sosial dimasa pandemi Covid-19, baik Bantuan Lansung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial ke Masyarakat ternyata berbanding terbalik yang dilakukan Pemerintah Desa Koha Timur Kecamatan Mandolang yang dilaporkan wargannya akibat dugaan ketidak terbukaan dalam penyaluran bantuan tersebut.

Satu Pasien Positif Covid-19 Tempati Rumah Singgah Tounsaru

MANADOPOST.ID--Setelah disiapkan beberapa waktu lalu, rumah singgah yang disiapkan khusus tempat isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kelurahan Tounsaru, Kecamatan Tondano Selatan, kini sudah ditempati.

ROR: Setengah Warga Minahasa Sudah Tersentuh BST dan BLT

MANADOPOST.ID--Bupati Minahasa Dr Royke Octavian Roring MSi (ROR) menyebut bantuan sosial yang yelah disalurkan pemerintah terhitung sudah setengah mencakup jumlah penduduk Kabupaten Minahasa.

Penutupan Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 Ditunda

MANADOPOST.ID—Kabar penutupan sejumlah kelurahan yang belum terpapar Covid-19, mulai 16 hingga 19 Juli mendatang, ditunda pelaksanaannya. Itu diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kota Tomohon Yelly Potuh SS, dalam keterangan persnya, Senin (13/7) kemarin.

Polisi Amankan 350 Liter Captikus di Pelabuhan

MANADOPOST.ID--Sebanyak 350 Liter minuman keras (miras) ilegal jenis captikus yang di selundupkan di pelabuhan Melonguane menggunakan kapal KM Barcelona 2, berhasil di gagalkan Polres Talaud melalui Polsek Melonguane.