alexametrics
24.4 C
Manado
Selasa, 24 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Keluar Rumah Sejak 20 Juni, Petani Minahasa Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun

MANADOPOST.ID—Youce Karwur (52), warga Kelurahan Masarang, Kecamatan Tondano Barat, ditemukan meninggal dengan kondisi membusuk. Petani itu ditemukan di pondok kebun Kinembangan Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Sabtu (27/6) pukul 15.00 WITA.

Korban pertama kali ditemukan Maxi Pondaag, yang ketika itu sedang memaras di kebunnya. Ketika hendak pulang untuk makan siang, Maxi pun mencium bau busuk dan mencari asalnya bau tak mengenakan tersebut.

Merasa berasal dari dalam pondok kebun yang digarap korban, Maxi melihat semua pintu dalam keadaan tertutup. Upaya memanggil tapi tak ada jawaban, Maxi pun mendobrak pintu dan menemukan korban dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan kondisi sudah membusuk. Melihat hal itu, Maxi langsung menghubungi pihak kepolisian dan keluarga korban.

Sementara Istri korban menjelaskan jika suaminya itu keluar rumah sejak 20 Juni 2020 dengan pamit hendak ke kebun. Namun sejak itu tak pernah pulang sampai ditemukan telah tewas.

Padahal korban biasanya tinggal di kebun dan seminggu sekali pulang rumah. Dikatakannya juga jika korban ada riwayat penyakit Asam Urat tinggi dan sudah beberapa kali masuk rumah sakit.

Kasubag Humas Polres Minahasa AKP Ferdy Pelengkahu menjelaskan, diduga korban telah meninggal dunia sejak lima hingga 6 hari lalu. “Pada jazad korban tak ditemui adanya tanda kekerasan. Kepolisian pun bersama masyarakat setempat langsung mengevakuasi korban ke rumahnya,” tutup Pelengkahu.(cw-01/gnr)

MANADOPOST.ID—Youce Karwur (52), warga Kelurahan Masarang, Kecamatan Tondano Barat, ditemukan meninggal dengan kondisi membusuk. Petani itu ditemukan di pondok kebun Kinembangan Desa Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Sabtu (27/6) pukul 15.00 WITA.

Korban pertama kali ditemukan Maxi Pondaag, yang ketika itu sedang memaras di kebunnya. Ketika hendak pulang untuk makan siang, Maxi pun mencium bau busuk dan mencari asalnya bau tak mengenakan tersebut.

Merasa berasal dari dalam pondok kebun yang digarap korban, Maxi melihat semua pintu dalam keadaan tertutup. Upaya memanggil tapi tak ada jawaban, Maxi pun mendobrak pintu dan menemukan korban dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan kondisi sudah membusuk. Melihat hal itu, Maxi langsung menghubungi pihak kepolisian dan keluarga korban.

Sementara Istri korban menjelaskan jika suaminya itu keluar rumah sejak 20 Juni 2020 dengan pamit hendak ke kebun. Namun sejak itu tak pernah pulang sampai ditemukan telah tewas.

Padahal korban biasanya tinggal di kebun dan seminggu sekali pulang rumah. Dikatakannya juga jika korban ada riwayat penyakit Asam Urat tinggi dan sudah beberapa kali masuk rumah sakit.

Kasubag Humas Polres Minahasa AKP Ferdy Pelengkahu menjelaskan, diduga korban telah meninggal dunia sejak lima hingga 6 hari lalu. “Pada jazad korban tak ditemui adanya tanda kekerasan. Kepolisian pun bersama masyarakat setempat langsung mengevakuasi korban ke rumahnya,” tutup Pelengkahu.(cw-01/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/